Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Tinggalkan Bagas


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan Reza tanpa terduga itu Mila hanya mencoba menghela napas nya.


Mila tak pernah menyangka jika pria yang dulu selalu ia cintai kini tinggal kenangan, Mila menatap Bagas yang saat ini menggandengnya dan menatapnya lekat. Hingga Bagas memberikan sebuah jaket jeansnya untuk memakainya pada Mila.


Hingga senyum Bagas terlihat indah membuat Mila juga tersenyum pada pria yang beda umur hampir 7 tahun itu.


"Aku suka kamu memakai jaket ku" kata Bagas.


"Kenapa?"


"Karena saat itu aku merasa bisa menghangatkan mu" kata Bagas menatap Mila dengan tatapan lekat.


"Oh, aku juga mau kasih cardigan aku buat kamu pakai ah"


"Biar apa?"


"Biar aku merasa dirimu bisa hangat juga karena aku"


"Aduh jangan deh" kata Bagas


"Kenapa?"


"Nanti aku malah jadi kaya bencong kalau pakai barang kamu, apalagi kalau pakai tas kamu juga"


"Hahaha"


Mila pun langsung tertawa geli melihat ekspresi Bagas yang terlihat tersenyum getir.


"Iya bener-bener jangan deh nanti aku malah panggil kamu Mba Bagas bukan mas Bagas hihihi" kata Mila.


"Puas banget kamu ketawain aku"


"Ya gak apa-apa lah buat orang tersenyum itu dapat pahala lagi" kata Mila.


"Tapi, kamu cantik Mila. Apalagi kalau lagi senyum"


"Terimakasih ya" jawab Mil.


.


.


.


Saat sampai bioskop.


Mila pun tampak bingung melihat jadwal film saat itu, hingga Mila malah ingin menonton film horor. Tapi dirinya ingat sedang hamil jadi Mila hanya menatap saja.


"Nonton apa ya?" Tanya Bagas.

__ADS_1


"Bingung ya mau nonton apa?" Ucap Mila.


"Yaudah yang lebih dulu mulai saja biar gak lama nunggu"sahut Bagas.


"Film kartun, gak apa-apa" ucap Mila.


"Ya gak apa-apa lah, daripada nonton tv rusak" kata Bagas saat itu.


"Ya gak gitu juga sih, takutnya kamu nggak suka" kata Mila.


"Semua suka asalkan sama kamu nontonnya"


"Heemmm gombal ah"


Lalu Bagas pun memesan tiket bioskop dan membeli pop corn untuk Mila.


Dalam hal ini Bagas tak pernah sekalipun mengajak seorang wanita untuk menonton film.


Bagas lebih sering mengajak seorang wanita untuk ke club malam.


Namun karena kali ini Bagas jalan dengan wanita yang menurut Bagas istimewa dan baik Bagas tak mau membawa Mila ketempat yang menurut nya buruk.


Saat Bagas menatap Mila, seketika Bagas pun ingin bertanya soal Mila yang tadi bertemu dengan mantan suaminya.


"Tadi itu Reza kan" tanya Bagas.


"Iya"


"Tidak sengaja, maaf ya aku tidak maksud untuk bertemu dengan dia"


"Dia tidak meminta mu untuk-"tanya Bagas.


"Tidak akan, aku tidak akan kembali padanya"


"Kalau dia tiba-tiba meminta kembali pada mu bagaimana?"


"Tidak akan karena.... aku milik mu" kata Mila tersenyum lembut.


"Tetaplah selalu di sisi ku, aku pun akan tetap di sisi mu Mila" kata Bagas tersenyum mengambil tangan Mila dan mencium lembut tangan Mila.


Bagas pun tersenyum dan menatap Mila sangat dalam.


Hingga..


Dalam menonton film Mila pun menaruh senyum dan kepala samping Bagas, hingga mata Bagas menatap bibir dari seorang wanita yang kini di sampingnya.


Ada rasa ingin mencium bibir dari wanita disebelah nya namun Bagas menahan demi menjaga Mila, takut dirinya marah.


Begitu pula dengan Mila..

__ADS_1


Ada hasrat diri Mila ingin di cium oleh pria di hadapannya kini, tapi Mila menahan hingga hanya tersenyum sambil menunduk.


Sampai pada saat itu Bagas memegang tangan Mila sangat erat. Keduanya tak banyak bicara hanya senyuman yang tersirat di dalam hati mereka.


.


.


.


Hingga setelah selesai dari sana, Mila pun kembali ke rumah. Seharusnya Bagas tak selalu datang untuk menemui dirinya tapi Bagas seolah tak peduli.


Hingga kali ini Mila meminta Bagas untuk jangan menemui dirinya lagi, karena Mila masih dalam masa idah tak sepatutnya Mila berduaan terus dengan Bagas.


"Ya Mila aku akan pergi hingga tiba saatnya kita menikah" kata Bagas saat itu. "Asalkan kamu tetap setia"


"Iya" jawab Mila tersenyum.


Ya kata-kata itulah yang Mila pegang. Mila akan setia pada Bagas, Mila pun sadar dirinya sudah di lamar sudah sepantasnya Mila menjaga hubungannya.


Hingga saat itu saat Bagas pulang...


Tiba-tiba seorang wanita dengan tampilan glamor dan elegan datang. Mila tak menyangka jika itu adalah mama dari Bagas datang menemui Mila yaitu Tante Alina. Dengan tatapan tajam dan sinis dia datang menatap Mila.


"Tante" tanya Mila kaget dengan kedatangan wanita kaya raya itu.


"Tinggalkan Bagas!" kata Alina membuat Mila terkejut saat mendengarnya.


"Ke-kenapa, dengan alasan apa saya meninggalkan mas Bagas?" kata Mila terbata.


"Kamu tak pantas untuknya!!!! Saya tidak suka punya menantu Seorang pembunuh seperti mu!!" Kata Alina dengan suara lantang.


"Tapi saya tidak membunuh" kata Mila.


"Tidak usah kamu berkilah!! Saya akan berikan uang pada mu, saya akan memberikan kehidupan yang layak untuk mu dan terutama bayi dalam perut mu itu. Tapi satu, tinggalkan Bagas dan kota ini sekarang!!! Pergilah jauh kalau perlu jangan pernah muncul kembali" kata Alina tajam.


"Saya tidak akan pergi. Karena saya mencintai putra ibu" kata Mila.


"Tak sepantasnya kamu mengatakan cinta kamu sadar kamu siapa Mila. Mila ingat ya, sampai kapan pun saya tidak akan pernah merestui hubungan kamu dengan Bagas, sampai kapanpun!!!" Kata Alina.


"Asal kamu tahu Mila, asal kamu tahu Bagas pun menikahi mu karena anak dalam perut mu saja, keterpaksaan saja dan tak pernah bisa mencintaimu. Dan setelah anak itu lahir ia pasti akan menceraikan mu"


"Mas Bagas tidak sejahat itu"


"Kamu buktikan sendiri, dia yang mengatakan langsung pada ku. Dia hanya berpura-pura saja aku tahu" kata Alina lantang.


air mata kecewa seolah ada didalam hati Mila, tapi Mila menahannya.


Mila takut jika Bagas seperti Reza.

__ADS_1


Mila pun terdiam dan tertunduk seolah percaya tidak percaya dengan apa yang diucapkan Alina.


Lalu Mila pun pergi setelah kata itu ia lontarkan.


__ADS_2