
Saat pernikahan antara Reza dan Andrea memang Reza dengan kejam tak mengundang keluarganya. Hanya karena Reza tak mau jika keluarganya memint Reza untuk rujuk kembali, tap disana ada pamanya yang datang dengan kehadirannya sebagai saksi, dan pastinya dengan uang tutup mulut yang membuat paman dari Reza merahasiakan semuanya.
Namun yang tampaknya Reza ingin tutupi, terbongkar dengan Mila yang menyaksikan sendiri pernikahan Andrea dan Reza berlangsung.
Meksi kenyataan yang ada Andrea dan Reza menikah secara siri tapi tetap saja ada perasaan yang membuat Mila sedih.
Padahal dalam hati Mila sudah bilang mau mandiri. Tapi tetap saja hatinya lemah. disaat cinta yang telah merasuk relung hati itu.
Mila yang teramat sedih dengan kabar pernikahan suaminya itu seperti di tikam senjata tajam menusuk hati terdalam.
Mila yang jatuh pingsan itu pun diangkat oleh seorang untuk di berikan minyak kayu putih, pada bagian kepala, hidung dan perutnya.
Saat Mila jatuh pingsan, Reza juga menghampiri Mila untuk menyelesaikan urusannya
Orang yang menolong Mila pun menemani Mila disamping Mila termasuk Reza.
Dalam kondisi tak sadarkan diri mulut Mila terus memanggil sebuah nama. Reza bukannya iba malah risih mendengar namanya disebut oleh seorang wanita di hari pernikahannya.
"A Reza.. a Reza... A Reza.." berulang kali nama itu Mila sebut. Mila terlihat sangat pucat saat itu.
Hingga beberapa saat kemudia.
Mila pun mulai sadar, membuka mata perlahan da melihat pria yang kini disampingnya yaitu Reza.
"A Reza" ucap Mila memeluk Reza dengan Isak tangisnya yang ternyata dalam hati paling dalam sebenernya Mila masih sangat mencintai Reza.
Mila menatap Reza sekali lagi, terlihat Reza yang mengenakan baju pengantin.
Baru saja..
Baru saja Reza menikah dengan Mila sekarang ia menikah lagi.
Hingga pada akhirnya..
"Aa kenapa pergi dan sekarang aa menikah dengan wanita itu, hiks hiks hiks" kata Mila yang menjatuhkan air matanya.
Reza pun menatap Mila saat itu.
"A Reza ingat kan bagaimana AA bilang kalau aa mau rujuk dengan Mila kenapa a, kenapa seperti ini" kata mila
"Menurut mu?"
Mila pun terdiam..
"Maaf bisa tinggalkan kami berdua ada hal yang saya ingin sampaikan" pinta Reza kepada orang yang saat ini berada di samping Mila.
Hingga hanya berdua saja Mila dan Reza saat itu.
"Surat cerai itu sudah cukup mewakili semua!" kata Reza tegas.
"Terus kenapa saat itu aa meminta Mila untuk tidur bersama AA, kenapa a? Padahal Mila udah ikutin mau nya aa,. Mila melayani AA kenapa masih ini yang Mila terima, hiks" kata Mila menangis.
"Mila apa yang kita lakukan itu atas suka sama suka, bukan karena cinta!!!!!" Kata Reza.
"Aa tapi bilang mau rujuk dan mau janji terima Mila apadanya" kata Mila terdengar lirih dan sakit dengan semua yang ada.
"Kamu harus terima semua ini. Aku tidak bisa terima, anak yang di dalam perut mu. Itu bukan anakku selamanya tak akan bisa aku terima!!!?" ungkap Reza penuh penekanan.
__ADS_1
"Jadi aa bohongi Mila"
"Tdiak ada yang wanita sukai selain kebohongan"
"Aa jahat!!! Aa jahat, hiks hiks hiks" kata Mila yang menangis tersedu.
"Dari awal AA tidak pernah jahat, aa hanya tidak bisa terima kamu yang tak suci lagi, apalagi anak dalam perut mu!"
"Tapi Aa bilang aa bisa terima ingat kan saat aa bisa terima. Aa bilang akan rujuk, kenapa sekarang bilang seperti ini" kata Mila.
"Aa punya jalan hidup aa sendir. Kamu bisa pergi dalam hidupku selamanya, aku tidak bisa terima segala kekurangan mu, dari awal Mila!! emua tentang mu aku tak bisa terima!!" kata Reza.
"Kamu jahat a, kamu jahat, hiks hiks hiks" ucap Mila langsung berdiri yang tadinya tiduran dan langsung memukul Reza sambil menangis.
Tapi pukulan yang Mila berikan seolah tak berarti, Reza sama sekali tak kesakitan sedikit pun atas pukulan Mila berikan memang Mila sangat lemas itu.
"Jangan datangi aku lagi" ucapan terakhir yang Mila terima seolah menusuk.
Reza pun pergi.
Mila pun menangis sedih sekaligus marah dengan semua perlakuan Reza saat itu.
Sampai pada akhirnya Mila pun memutuskan untuk pergi, tanpa memberikan sebuah pesan. Kondisi acara masih berjalan.
Dan Mila memilih untuk pergi.
Mila merasa sakit teramat dalam hidupnya...
Mila pun berjalan dengan tatapan kosong, bahkan dirinya enggan untuk pulang.
Mila berjalan menapaki aspal dengan tatapan penuh kesakitan batinnya.
Mila tak peduli pada dirinya sendiri.
Tak ada yang baik pada dirinya, kenapa semua orang jahat padanya, kenapa?
Mila pun berjalan masih dengan tatapan kosong tanpa arah dan tujuan.
Dirinya berjalan cukup jauh, bahkan bukan untuk pulang juga bukan untuk ke tempat yang ia tuju.
Namun entahlah..
Mila pun berjalan hingga tanpa terasa kakinya lemas dan Mila pun kembali pingsan ditengah jalan.
Brugghhh...
Ya itulah Mila yang harapakan.
Lebih baik mati ..
Ketimbang hidup dalam kesakitan hati yang teramat dalam seperti ini.
Tiba-tiba
Ckiittt.... Rem mobil terdengar.
Tanpa sengaja, sebuah mobil mewah berhenti di pinggir jalan dan melihat seorang wanita tergeletak di pinggir jalan.
__ADS_1
"Ada wanita pah, kita cek pah" kata Bagas saat itu.
Dan saat turun ternyata itu Bagas dengan pakaian kerennya bersama Ayahnya yaitu Adnan
Bagas pun kaget saat yang ia lihat adalah Mila.
"What?? Wanita ini lagi" kata Bagas kaget.
Lalu tampak Adnan yang melihat Mila dan memegang urat nadi Mila yang masih berdenyut.
"Yaudah lah kita bawa ke rumah sakit, nanti di sangka kita yang tabrak lari" kata Adnan.
"Halah ngerepotin aja sih ini perempuan" kata Bagas yang akhirnya mengendong Mila ke mobilnya.
Lalu tampak supir yang membawa mobil dan Adnan yang duduk didepan.
sementara itu Bagas tampak duduk dibelakang bersama Mila yang di baringkan.
Dalam kondisi tak sadarkan diri tapi mulut Mila masih saja menyebut nama Reza sambil menjatuhkan air mata.
Bagas pun tak banyak berkomentar dan enggan sekali melihat wanita yang kini ada disampingnya.
Hingga Bagas dan Adnan membawa Mila ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit..
Mila pun diberi pertolongan oleh dokter, badan Mila yang terasa lemas dan tak berdaya itu pun di infus.
Hingga Adnan dan Bagas menanyakan kondisi Mila saat itu.
"Bagaimana dengan keadaan dia dok, apa dia korban tabrak lari" tanya Bagas saat itu.
"Sepertinya tidak, tekanan darahnya sangat rendah. Dan saat ini kondisinya memang sedang hamil" kata Dokter.
Deg .
Seolah tersambar petir saat dokter bilang bahwa wanita yang ia tolong tengah hamil.
Hamil...
Bagas pun tak pernah menyangka jika wanita yang ia bawa ke rumah sakit itu tengah hamil.
Sejak kapan dia hamil? batin Bagas saat itu.
Bagas pun merasa shock karena bagaimana pun dia pernah meniduri wanita yang tengah terbaring itu.
"Boleh saya melihatnya" kata Bagas.
"Silahkan" jawab dokter.
Lalu Bagas masuk melihat Mila yang tengah terbaring. Terdapat selama infus yang masih di tangan, Mila pun terlihat pucat dan tak berdaya.
Hingga Mila terlihat menangis dalam mata terpejam, sambil mengatakan.
"A Reza jahat, a Reza jahat"
Reza...
__ADS_1
bukannya Reza adalah pria yang menjadi suaminya. Lalu kenapa ia sebut nama pria itu dengan sebutan jahat, batin Bagas tak menyangka dengan Mila yang