Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Kepergian Reza


__ADS_3

Keesokan harinya..


Saat pagi hari itu...


Mila pun membuka mata perlahan disaat pagi itu, meraba perlahan kasur yang ternyata masih kosong. Tak ada siapapun disamping Mila, padahal Mila berharap jika Reza tiba-tiba saja datang dan tidak jadi pergi. Tapi sepertinya Reza sudah pergi, meraba kasur yang seharusnya Reza tempati namun tak ada dirinya seperti sebuah hal paling meyakinkan untuk Mila.


Mila pun hanya dapat banyak berharap semua itu tidak terjadi atas kepergian pria yang paling Mila sayang yaitu suaminya.


Tiba-tiba ada pesan saat pagi masuk dan Mila pun membacanya. Dan tanpa Mila duga itu adalah dari kang Agus.


Panggilan sebuah job yang ternyata mengisi acara panggung musik di acara pernikahan, Mila pun menolak Job itu karena perasaan Mila sedang tak baik-baik saja. Mila tak siap untuk menjalani harinya, terlebih lagi saat ini hubungan Mila yang tak baik-baik saja. Rasanya Mila tak sanggup melakukannya, apalagi yang Mila tahu Reza tak suka dengan pekerjaan Mila yang satu ini.


Ya Mila pun akhirnya menjawab pesan pada kang Agus bahwasanya Mila sudah Vacum untuk waktu yang tidak ditentukan dan Mila akan kabari jika sudah siap.


Mila tidak jadi masalah jika harus kehilangan pekerjaannya meski dalam hal ini sebenarnya Mila sangat butuh uang, mungkin nanti Mila akan mencari pekerjaan lain.


"Maaf ya kang Agus yang sudah percaya sama Mila. Mila bukan tak mau, tapi Mila masih belum siap" ungkap Mila yang memegang handphonenya.


Lalu Mila pun solat subuh, dalam solat Mila selalu berdoa agar Reza sang suami selalu dalam lindungan dan tak kekurangan sesautu apapun itu. Sedingin apapun Reza saat ini, Mila selalu berharap Reza selalu sehat dan selalu diberikan keselamatan. Dan Mila pun berharap juga di dalam doanya berharap jika Reza bisa terima dirinya dan semua kekurangan Mila.


Saat itu setelah solat Mila pun kembali duduk didekat ranjang dan melihat sebuah foto terpajang di meja dan itu adalah foto masa kecil Reza mungkin saat itu usia Reza masih 7 tahun.


Reza terlihat sangat lucu dan tampan, andaikan saja Mila hamil anak Reza. Kalau saja anaknya laki-laki Mila ingin sekali memiliki wajah yang mirip dengan Reza. Kalaupun itu adalah perempuan, tak apa bila mirip Reza dalam versi perempuan Mila berharap jika ia dapat hamil anak dari suaminya itu. Tapi semuanya seperti sebuah ketidakmungkinan karena hingga saat ini Mila belum sekali pun disentuh oleh Reza.


Kepiluan pun kembali terasa bahwa semua itu hanyalah mimpi. Hanya mimpi... Reza seperti sebuah rasa yang ketidak kemungkinan.


Tiba-tiba terdengar suara terbuka..


Ceklek..


Mila pun menoleh dan melihat itu adalah Reza. Mila pun membulat saat Reza masuk. Dengan cepat Mila langsung berlari dan memeluknya erat.

__ADS_1


"Aa kembali, aku yakin aa datang untuk aku. Aku yakin aa Takan pergi dan datang untuk diriku kan a" ungkap Mila tersenyum bahagia dalam pelukan sang suami.


Namun saat itu Reza melepaskan tangan dari Mila dan melepaskan pelukan yang ada.


"Aku datang kesini bukan untuk kembali, tapi untuk mengambil pakaian ku" jelas Reza.


"Tapi A, aku mohon dirimu jangan pergi"pinta Mila kembali penuh harap.


"Mila, keputusan ku sudah bulat" kata Reza. "Aku sudah bulat untuk pergi, jangan halangi aku"


"Tapi A" kata Mila.


"Mila!!! Kamu harus mengerti bahwa aku tak bisa!!!!"teriak Reza kepada Mila.


Akhirnya Mila pun mengangguk dengan air mata yang terjatuh di pipi. Ia tidak menyangka jika suaminya akan berteriak padanya.


"Baiklah, lakukan apa yang memang ingin kamu lakukan. Lakukan apa yang memang perlu kamu lakukan, aku tidak memaksa langkah kaki mu, aku tidak bisa menghalangi apa yang menjadi keputusan mu. Itu terserah pada mu saja, aku tidak akan memaksa mu lagi. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, jika kepergian adalah kebahagiaan untuk dirimu aku ikhlas apapun asal engkau bahagia, aku ikhlaskan dirimu a, aku ikhlas" kata Mila dengan penuh rasa sedih dan meninggalkan Reza yang saat itu didalam kamar.


Mila pun mengangguk paham meski semua terasa sakit, lalu Mila keluar kamar dan membiarkan Reza.


Lalu Reza pun mengambil koper dan membawa bajunya yang ada di lemari.


Sadar Mila sudah tak mampu lagi menghalangi Reza, Mila pun hanya bisa iklhas.


Bahkan saat Reza telah mengemas dan membawa bajunya. Mila tampak tak peduli kan Reza lagi, Mila sudah ikhlas untuk kepergian Reza ketika itu.


Reza menggeret kopernya dan pergi.


Lalu setelah itu Reza pun memasukan kopernya dan membawa mobilnya pergi menuju apartemen yang memang ia sudah beli itu.


Sesampainya di apartemen itu Reza pun merapihkan baju yang dikoper untuk memasukan didalam lemari namun sengaja Reza membawa baju Mila dalam kopernya.

__ADS_1


"Kenapa ada baju wanita itu" kata Reza yang memegang baju Mila.


Seketika Reza seperti mendengar suara Mila dalam keheningan dalam kamarnya.


"A Reza"


"Mila"


Ya ampun kenapa suaranya terus terngiang di sekitar kupingku sepertinya aku telah gila karena sering mendengar suaranya itu batin Reza.


Lalu setelah Reza memasukan bajunya itu, Reza merebahkan diri dan tidur didalam apartemennya.


Di dalam tidurnya..


Didalam tidur nya Reza tak menyangka jika dirinya akan memimpikan Mila.


Di dalam mimpi Reza Mila sangat cantik hadir dengan senyum manisnya.


Mila hadir dengan senyumannya, tapi terlihat Mila yang ditarik tangannya oleh seorang pria yang wajahnya tak Reza kenali.


"Lepaskan dia" ungkap Reza yang memegang tangan Mila yang akan pergi.


"Maaf a, aku harus pergi dengannya" kata Mila yang melepaskan tangan Reza.


"Mila jangan pergi"


"Maaf a"


"Mila.." teriak Reza yang akhirnya terbangun dari tidurnya..


"Ya Tuhan mengapa aku memimpkan dia, kenapa aku seolah tak ikhlas saat dirinya pergi dengan pria lain. Pria itu siapa" batin Reza.

__ADS_1


"Baiklah tenangkan dirimu Reza itu hanyalah mimpi, ini hanya mimpi. Untuk apa aku pikirkan wanita itu, tak berguna untuk diri ku" kata Reza yang meraup wajahnya kasar.


__ADS_2