
Mila pun yang diceraikan dari selembar kertas itu terlihat sangat sedih dengan kenyataan yang ada. Hingga Mila menelpon Reza, dan mengatakan.
"A Reza aku mohon" kata Mila didalam telepon.
"Kamu tak perlu meminta penjelasan apapun dari ku Mila, aku ingin sendiri untuk menenangkan hati ku. Dan aku harap kamu sudah membacanya surat yang aku tulis, aku hanya menjadi diri sendiri dan tak harus memaksa diriku untuk bertanggung jawab atas anak yang kamu kandung yang bukan anakku" jelas Reza.
"Kita bercerai" jelas Reza.
"Bercerai" ucap Mila lagi.
"Ia, kamu tunggu surat cerai kita, saat itulah kamu paham aku sudah tak sudi lagi" kata Reza kepada Mila.
Tut... Tut... Tut...
Sambungan telepon itu tampak terputus saat Reza mengatakan semuanya. Perceraian itu sungguh hal tersulit dalam hidup Mila.
Kini apa yang Reza katakan benar adanya, Reza sudah benar-benar haram untuk menyentuh Mila. Dan itu sudah benar terjadi.
Hingga saat itu ada umi Saidah yang mendengar ucapan Mila didalam telepon.
__ADS_1
"Umi, Reza sudah menceraikan Mila itu artinya Mila sudah tak layak lagi untuk tinggal di sini" kata Mila yang merasa sudah tak seharusnya tinggal di rumah Reza karena dirinya sudah tidak sah menurut agama menjadi istri dari putranya.
"Mila, kamu dengar umi masih anggap Mila sebagai anak. Tetaplah disini bersama umi" kata umi memegang wajah Mila dengan kedua tangannya.
"Umi..."
"Kamu tetap anak umi, Mila" jelas Umi Saidah.
Umi Saidah tak terima jika Mila keluar dari rumahnya. Karena kehadiran Mila ditengah keluarga memang sangat berarti untuk umi Saidah yang sudah menganggap Mila seperti anaknya sendiri.
Tapi saat itu Mila pun menolak karena Mila merasa semua hal ini sudah jelas. Tidak bisa mila tinggal di rumah umi Saidah mengingat status Mila yang bukan siapa-siapa lagi di rumah Reza.
Mila tak menyangka menikah tapi tak pernah tersentuh sekalipun, tak pernah bahagia sekali pun. Namun semua sudah pergi dan sirna.
Mana ucapan cinta dan janji Reza kemana? Sekarang Mila sudah gagal berumah tangga. Tak ada lagi harapan terbesar selain pergi.
Imam yang selalu dihati kini pergi dari hatinya. Tak lagi ingin bersama, merelakan segalanya.
Mila pun berharap semua adalah yang terbaik untuk dirinya.
__ADS_1
Hingga akhirnya Mila pun keluar dari rumah karena dirinya memang sudah tak pantas.
.
.
.
.
Lalu Mila pun kembali ke rumah kecilnya bersama bapak, Mila pun tampak memeluk sang ayah dengan perasaan sedih karena dirinya gagal dalam rumah tangga yang selalu ia impikan.
"Kenapa nak, kenapa kamu menangis. Kamu kenapa?" Tanya Bapak pada Mila yang terlihat sedih.
Mila pun menggelengkan kepala dan mengatakan bahwa sedang tak baik-baik saja dengan rumah tangganya. Namun Mila tak menjelaskan secara detail soal rumah tangganya yang sudah bercerai dan hamil anak orang lain.
Hingga Mila pun hanya bisa terima keadaan pahit yang ada. Keadaan hamil seorang diri, keadaan hamil tanpa ada suami. Itu sungguh menyulitkan..
Saat dirinya sendiri tak tahu harus bagaimana menjalani hari yang ada Mila pun kembali terjun ke dunia tarik suara yang membuat dirinya harus melakukan itu, karena dari situlah Mila mendapatkan uang.
__ADS_1
Tapi hanya dalam kurun waktu tiga bulan saja, Mila mungkin akan keluar dari tempat kerjanya itu karena setahu Mila tak ada seorang penyanyi dalam keadaan hamil. Apalagi seorang biduan yang ada malah membuat orang berpikiran negatif, meski Mila terkadang menyanyi lagu pop atau genre lain tapi tetap saja. Mila pun sejujurnya tak jadi masalah dengan apapun itu.