Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Lelah dan sedih


__ADS_3

Mila pun selama latihan menyanyi masih tampak mengingat semua yang ia alami, seperti seorang yang aneh.


Meskipun Mila pernah melakukan hubungan badan dengan pria lain dan itu adalah pria brengssek yaitu Bagas tapi tetap saja Mila merasa ada hal yang membuat ritme jantung Mila lebih cepat.


Apalagi Reza sangat perkasa melakukan hal itu membuat Mila merasa malu, tak pernah Mila senakal itu menjadi seorang wanita. Tapi Mila kembali harus tersadar Mila tak boleh Cemen baru sekali saja di pompa Reza Mila menyerah, tak boleh.


Bagaimana pun Reza adalah suami Mila yang akan menemani Mila dalam hal apapun termasuk dalam memuaskan kebutuhan batin, Mila harus memenuhi tak peduli setiap hari atau siang dan malam. Mila harus siap menunjukan diri, bahwa Mila bisa membuktikan menjadi istri terbaik.


Meksi saat ini Reza masih belum membawa Mila kembali ke rumah umi dan abinya.


Mila pun melihat sebuah pesan masuk dan itu adalah dari Reza. Mila tak menyangka jika Reza bukan memberikan sebuah pesan singkat yang romantis tapi malah mengirim sebuah video dewasa yang sedang bermain cinta.


Dengan sebuah tulisan. 'aku mau lagi dan lagi, aku ingin yang lebih hot dari apa yang aku bayangkan!'


Seketika Mila pun tersenyum getir dan malah bingung dengan tulisan Reza yang lebih kepada sebuah kata ancaman. Mana ungkapan cintanya batin Mila.


'ya kita lihat saja' jawab Mila kembali menjawab dengan kata yang ambigu.


Hingga Mila pun melihat sebuah video berupa aurat orang lain dengan durasi hampir satu jam itu, tapi Mila hanya melihat sekilas saja dan skip beberapa adegan. Mila bingung kenapa orang luar begitu kuat memanjakan durasi sepanjang ini, secara garis normal pasti ini sudah di edit beberapa kali.


Dan Mila pun malah tampak pusing dan mau muntah saat pemeran prianya lebih dari satu.


Ah sudahlah..


Mila pun menghapus nya karena Mila takut untuk menyimpannya lama di hp.


Lalu Mila kembali lanjut untuk latihan hingga selesai.


.


.


.


Tiga hari kemudian..


Tepat ini hari ke tiga, setelah permainan panas yang pernah Mila lakukan. Reza tak ada lagi kabar, Mila tak tahu Reza kemana mungkin kah sibuk.


Dan saat itu..


Mila terlihat lelah setelah pulang manggung di sebuah acara pernikahan seorang saudagar kaya raya yang memang mengundang beberapa orang penting. Mila hanya sampai pukul sembilan saja mengisi acara karena Mila merasa lelah, tapi karena Mila sudah mencapai target lagu yang dibawakan akhirnya Mila boleh pulang lebih dulu. Uang dari saweran pun banyak, apalagi bukan karena Mila yang dapat menarik perhatian para penonton.


Tapi sebenernya dalam hati itu hanya sebuah tuntutan dalam mencari uang saja tidak untuk memeras mereka apalagi menggoda para lelaki hidung belang.


Mila pun mengehla napasnya karena kakinya lecet saat itu, Mila baru sadar kakinya bengkak. Apakah karena dirinya yang saat ini tengah hamil hingga ada perubahan pada tubuhnya.


Hingga Mila merasa...


Mungkinkah Mila harus akhiri pekerjaannya bahwa dirinya sudah tak fit lagi ditengah kehamilan nya saat ini. Tapi Mila teringat akan kuliahnya yang memang masih butuh uang. Mila pun memejamkan matanya dan melihat dirinya di cermin, sambil menghapus make up diwajahnya. Dimana wajah cantik yang dipoles kanan kiri itu adalah bentuk perjuangan untuk dirinya yang harus tetap bertahan dalam keadaan apapun.


Lalu Mila pun mencuci muka dengan air dan mengganti baju pentas nya dengan baju tidur. Mila pun memejamkan mata secara perlahan, namun tiba-tiba Reza menelpon Mila saat itu.


Mila lantas membuka mata dan mengangkat telepon dari Reza yang mendadak itu.


"Aku didepan rumah mu, keluar lah"


"Aa? Ya A ada apa?" Tanya Mila dalam telepon.


"Cepat keluar ya aku tunggu" jawab Reza saat itu.


Mila pun keluar dan mengambil cardigan untuk menutupi piyama yang memang lengan pendek dan melihat Reza saat itu didepan.


"Ikut yuk" kata Reza.


"Kemana a? Mila capek banget abis pulang kerja"

__ADS_1


"Ikut aja ke tempat spesial" ucap Reza.


"Tapi A?"


"Ayolah" kata reza yang menarik Mila dan membawa Mila. Reza membawa Mila dan membawa masuk ke dalam mobilnya.


Saat itu Mila masih memakai baju tidur sudah dibawa ke dalam mobil dan entah kemana Reza akan membawa Mila.


Selama perjalan Mila hanya tampak bingung akan kemana mobil Reza melaju.


Dan ternyata Mila dibawa ke sebuah apartemen milik Reza di sebuah pusat kota dekat dengan kantor Reza.


"A ini apartemen AA?" Tanya Mila saat itu menatap apartemen mewa


"Iya" jawab Reza singkat.


Mila pun membawa Mila ke dalam apartemen yang Reza miliki.


Mila pun masuk dan memandang apartemen yang tampaknya sangat mahal dan elegan itu. Mila tak pernah masuk sekali pun dan kini Mila tak menyangka jika Reza membawanya ketempat itu.


Lalu Reza pun memberikan sebuah pakaian tidur yang sangat seksi, Mila pun memandangnya.


"Pakailah ini" kata Reza.


"Untuk apa A?"


"Kamu, aku pinta untuk datang kesini untuk layani aku untuk apalagi" jelas Reza.


"Sejujurnya Mila lelah sekali a, mila lelah tadi habis bekerja dari pagi sampai malam. Capek a" kata Mila yang mengeluh lelah.


"Tidak ada yang menyuruh mu kerja Mila!!!" Kata reza memandang tegas. "Pakailah"


Mila pun ke kamar mandi dan memakainya saat itu.


Mata Reza pun membulat sempurna saat tubuh Mila di hiasi dengan sebuah pakaian tidur yang sangat seksi.


Jujur Mila malah aneh ada baju tidur dengan desain yang nyeleneh tapi Reza seperti malah menikmati penampilan Mila saat itu.


Dengan cepat Reza menarik Mila dengan cepat dan ke atas tempat tidurnya.


Mila pun tidak perlu menjelaskan bagaimana Reza melakukannya, Reza melakukannya sangat panas. Bahkan Reza lebih berani sadar jika apartemen itu aman untuk suara yang mungkin saja Mila keluarkan.


Imajinasi liar Reza pun dikerahkan seolah tanpa ada jeda dan durasi yang lama Reza melakukan itu semua.


Mila beberapa kali minta dilepaskan karena Reza sangatlah kuat melakukan tapi kamar itu sudah di kunci Reza.


Mila seperti sebuah barang tak bernyawa di lempar kanan dan kiri tanpa peduli Mila yang meminta melepaskan dirinya.


Bahkan Mila tak bisa berkutik sedikit saja saat Reza memasukan barangnya yang seolah tak lemas sekali saja walau sudah beberapa kali keluar.


Bahkan Reza melakukan di kamar mandi, lanjut lagi ke kamar dan sampai ia merasa puas tanpa jeda.


Hingga beberapa saat kemudian, Reza terlihat lelah begitu pun Mila.


Lalu Reza memberikan sebuah baju milik Mila untuk memakainya.


"pakailah baju mu lagi" titah Reza.


Lalu Mila pun memakainya.


Dan ada uacapan yang membuat Mila tak habis pikir , yang Reza lontarkan


"Pulang lah sekarang" kata Reza.


"Pulang" kata Mila yang kaget dan bergetar dengan ucapan Reza yang seperti menusuk nya.

__ADS_1


"apakah aku tidak salah dengar, bisakah aku menginap saja disini. Karena bagaimana pun" ucap Mila.


"Pulang sekarang" kata Reza singkat.


"A ini sudah jam 12 malam tak mungkin aku pulang"


"Pulang"


Lalu Reza pun menarik Mila kasar dan mengambil pecahan uang seratus ribu sebanyak lima lembar.


"Naiklah taksi" kata Reza yang menarik Mila keluar.


Saat itu Mila sudah di luar tak terima.


"Tega ya kamu a sama aku kaya gini, aku dianggap apa sih sama kamu"


Reza pun tak peduli dengan ucapan Mila saat itu. Dengan cepat Reza langsung menutup pintu dengan cepat.


Braagghh...


"Astaghfirullahaladzim, ya Allah" ucap Mila yang tak menyangka dengan perlakuan Reza.


Terlebih pintu yang tertutup sangat tidak sebanding dengan perjuangan Mila untuk Reza.


Mila pun mengetuk pintu apartemen Reza saat itu, jujur Mila takut jika pulang sendiri tengah malam.


Hingga Reza membuka pintu tapi bukan untuk Mila masuk kembali, melainkan melempar sebuah Cardigan yang Mila pakai tapi tertinggal didalam.


"A, boleh ya Mila malam ini menginap" pinta Mila penuh harap.


"Tidak bisa" ucap Reza singkat dan menutup pintu lagi.


Seketika perasan Mila mengambang dan terasa seperti orang yang dicampakkan cintanya.


Saat itu Mila juga merasa, jika Reza tak pernah cinta dan kembali dalam hatinya.


Mila seketika terdiam dalam keheningan malam bahwa apa yang Mila lakukan dan ada saat ini, hanya untuk menuntaskan hasrat Reza semata.


Perih....


Terlalu bodoh untuk Mila menelaah semua yang terjadi, hingga Mila sadar bahwa Mila saat ini hanya masuk ke dalam permainan Reza dengan sebuah iming kata rujuk.


Pahit untuk Mila resapi satu persatu, terlalu pahit bahkan saat pahit.


Hingga Mila berjalan dengan langkah kaki yang sangat lelah dan rumit itu. Mila berjalan dan pedih terasa.


Rasanya Mila ingin marah..


Tapi Mila menahan semuanya..


Apakah cinta sepahit ini, apakah ini yang disebut cinta....


Hingga tak lama ada taksi beruntung ada taksi saat itu.


Dalam perjalanan Mila termenung menatap jalan dengan tatapan kosong.


Dalam hati Mila berbicara pada dirinya sendiri.


Ya Tuhan.. Apakah balasan pengorbanan cinta itu seperti ini. Hati Mila sakit, saat kehadiran Mila tidak berarti. Terasa sulit.. batin Mila.


Hingga saat itu Mila pun mencoba menelpon Reza , tapi saat itu Reza nomernya tak aktif.


Mila pun tertunduk dan memejamkan matanya.


Lelah dan sedih ....

__ADS_1


__ADS_2