Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Rasa kecewa dan bahagia


__ADS_3

Setelah selesai solat Mila pun lanjut ke kamarnya untuk merapihkan kamarnya mengingat kamar harus rapi saat itu.


Reza pun tampak masuk ke kamar setelah dirinya pulang dari solat subuh, wajah Reza tampak cerah saat itu. Mila pun menatap Reza dengan senyum, walau saat itu Reza masih saja membuang wajah dari Mila.


Entah mengapa Mila setiap melihat Reza ingin sekali dipeluk oleh nya atau mungkin Mila yang memeluknya. Ada gejolak cinta perasaan yang timbul dengan segenap rasa yang ada. Tapi ini bukan cinta tapi rasa, namun bila melihat wajah Reza yang seolah tak mau melihat Mila, Mila pun hanya bisa mencurinya pandang saja.


Mila pun menatap Reza yang masih pakai baju Koko saat itu. Mila pun menatap Reza dengan tatapan tak terlepas dari badanya, tapi Reza seolah tak suka ada Mila saat ini.


"Ngapain kamu di situ" tanya Reza yang tak senang melihat Mila.


"Kenapa? Aa mau ganti baju" ucap Mila pada Reza.


"Pakai nanya, ya kali aku ke kantor pakai baju ini" ketus Reza.


"Buka aja a, kita kan udah suami istri. Aku kan gak salah lihat apa yang menjadi punya Aa" kata Reza.


Reza pun tampak langsung mengambil bajunya dilemari dan membawanya ke kamar mandi.


Mila tahu betul saat ini pasti Reza akan mandi, Mila pun hanya menunggu Reza di kamarnya.


Lalu Mila pun menyiapkan keperluan untuk Reza berangkat ke kantor. Reza menyiapkan jam tangan, parfum, dasi dan kaus kaki. Meski mungkin saat ini Reza tak bisa terima Mila, tapi Mila berusaha melakukan yang terbaik untuk suaminya.


Selesai mandi Reza pun tampak keluar dengan memakai kemeja dan celananya.


Entah bagaimana ceritanya Mila melihat Reza yang salah mengancingkan kemejanya yang tampak turun sebelah.


Lalu Mila mendekati Reza lebih dekat beberapa Senti.


"Mau ngapain kamu" kata Reza ketus.


"Mau merapihkan apa yang memang harus aku rapihkan a, kancing bajunya gak rata" ucap Mila yang membuka kancing baju Reza perlahan dan membukanya. Mila pun melihat dada bidang Reza yang tampak sangat bagus.


Seketika Mila pun melihat lama dada dari suaminya dan tiba-tiba Reza langsung menarik diri dan menghindar dari Mila.


"Aku bisa pakai baju sendiri jangan coba dekati aku" kata Reza lagi.


"Iya A" jawab Mila lagi.


Lalu Mila pun kini malah tampak bergantian membuka baju dan Reza malah tampak kaget melihat Mila yang tiba-tiba ingin membuka pakaiannya.


"Eh eh mau ngapain" tanya Reza kesal.


"Ganti baju a"


"Emang kamu gak bisa ya, seperti aku barusan ganti bajunya dikamar mandi"


"Lah kenapa memangnya aku salah aku kan halal buat aa, masa salah buka baju didepan AA" kata Mila yang menatap Reza.


"Jangan coba ambil perhatian aku ya, aku gak akan tertarik sama wanita bekas seperti dirimu" terang Reza.


Mila pun mengangguk dan menerima perkataan Reza yang begitu terasa menyelekit di hati.


Reza pun langsung keluar begitu saja dari kamar mereka.


Mila pun menghela napasnya saat itu, Mila pun langsung melanjutkan mengganti bajunya namun tiba-tiba Reza datang karena hp nya tertinggal dan melihat Mila yang mengganti baju nya.


Reza pun membuang pandangannya dan hanya melihat sedikit saja hal yang Mila miliki yaitu bagian dada yang tampak besar. Namun Reza tampak memunafikan dan membuang pandangannya.


Setelah selesai Reza pun baru mengambil handphonenya.

__ADS_1


"A Reza sejak kapan disitu"


"Baru"


"Oh aku kira a Reza lihat semuanya"


"Lihat yang Mila punya"


"Jangan harap!" Ketus Reza.


"Yaudah gak apa-apa A" kata Mila seolah pasrah


Lalu Mila pun turun ke bawah bersama Reza menuju meja makan untuk sarapan bersama. Mila pun melihat lauk nasi goreng yang sudah di buatkan oleh Bi Sarmi.


"Maaf ya, aku tadi gak sempat bantuin masak bi" kata Mila.


"Gak apa-apa non" jawab Bi Sarmi.


"Ayo makan Za" kata Umi Saidah.


Lalu Mila pun duduk disamping Reza, tapi Reza malah tampak pergi dan duduk memberi jarak dua kursi dari dekatnya. Reza seolah tak ingin duduk didekat Mila sama sekali.


Mila pun tampak menghela napasnya.


Abi Husein dan Umi Saidah pun tak berbicara apapun soal sifat agak keras dan Reza yang memang saat itu masih sangat emosi karena istrinya yang sudah di tiduri oleh pria lain, Abi Husein tak ingin banyak bicara dulu dengan Reza karena takut malah akan tambah memperkeruh suasana, karena melihat wajah Reza yang tak baik saja.


Hingga saat itu Mila pun bertanya pada Reza.


"A bagaimana masakan Mila" tanya Mila yang berbicara pada Reza dan sambil memandang ke arah Reza.


Namun Reza tampak terdiam dan malah sibuk dengan sebuah gambar brosur yang ia pegang.


Reza pun tampak tak peduli pada Mila saat itu.


"Reza kamu nanti pulang kan malam ini" kata Umi Saidah.


"Sepertinya tidak" ketus Reza.


"Kamu tega membiarkan umi sendiri disini" kata umi Saidah.


"Ada Abi kan. Kalau Reza saat nya pulang nanti Reza infokan ke umi. Umi ada Abi juga jadi umi tidak perlu khawatir" terang Reza.


"Lalu bagaimana dengan Mila" kata umi lagi.


"Untuk soal itu biar menjadi urusan Reza umi" terang Reza. "Reza tak suka membahas orang yang Reza sendiri tak menyukai orang itu"


Mila pun seolah kaget sekaligus sakit mendengar perkataan Reza yang serasa menusuk dengan mengatakan bahwa dirinya tak suka padanya.


"Lalu itu apa?" Tanya Abi.


"Ini apartemen bi, Reza sedang ingin membeli apartemen untuk ditempati"


"Ya bagus, kamu sudah menikah saatnya mandiri"


"Reza membeli apartemen ini untuk Reza tempati, untuk Reza tempati ya. Bukan siapa-siapa tapi hanya untuk Reza"


"Lalu istri mu"tanya Abi lagi.


"Karena apartemen ini dekat dengan kantor jadi Reza memilihnya, untuk Mila. Mila akan tetap tinggal disini. Karena Reza tak mau tinggal SE atap dengan Mila"

__ADS_1


"REZA!! Bagaimana pun dia istrimu" kata Abi kesal.


"Pria mana Abi, yang mah memiliki istri yang sudah di jamah dengan pria lain"


"Bertanggung jawab lah sebagai laki-laki" terang Abi.


"Abi Reza adalah orang yang memegang prinsip hidup, pantang bagi Reza memiliki dia yang sudah tak gadis lagi. Apalagi Reza sudah menjaga diri Reza, tapi apa yang Reza dapatkan!!! Kekecewaan!!!"


Seketika hati Mila pun perih mendengar ungkapan hati Reza itu. Mila pun hanya tampak tertunduk memejamkan matanya.


"Kalau begitu Abi tidak mau Mila tidak untuk tinggal disini.."


"Kalau memang begitu, pulangkan saja Mila pada orangtuanya Abi tak perlu kita memaksakan diri untuk biarkan dirinya tetap tinggal disini. Masih banyak wanita yang lebih baik darinya" terang Reza.


Mila pun akhirnya angkat bicara.


"Cukup, sudah cukup. Semuanya sudah cukup.. aku akan pulang A. Aku akan pulang ke rumah ku dan tidak disini A" ungkap Mila yang lansung naik ke atas dan berlari mengambil pakaian diatas.


Sementara itu Reza pun berdiri dan langsung pergi. Reza tak peduli pada Mila yang mau pergi atau tidak.


Perasaan Mila hancur berkeping-keping mendengar setiap apa yang diutarakan Reza yang terasa menusuk dan menyakitkan itu.


Mila tahu dirinya memang tak suci dan terenggut kesucian pada malam pertama itu. Tapi bukan berati Mila tak bisa pergi, Mila akan pergi sekarang.


Mila membawa tas berisi baju dan bergegas pergi. Mila pun menuruni setiap anak tangga untuk pulang.


Ya kini saatnya Mila pergi dan tak harus mempertahankan semuanya.


Namun tiba-tiba saat Mila akan pergi. Umi menghalangi Mila untuk pergi.


"Mila kamu tak boleh dari sini" kata Umi Saidah lantang.


"Tapi umi Reza menginginkan aku pergi umi" kata Mila.


"Jika Reza menginginkan kamu pergi dari sini tidak dengan Umi. Umi mempertahankan kamu untuk tetap disini"


"Umi, bukannya umi yang dulu tak suka pada Mila yang umi pernah anggap Mila pembunuh" kata Mila yang terlihat memasang wajah sedih.


"Ya memang kamu masih tetap saya anggap pembunuh, tak ada yang berubah dalam dirimu saat pertama kenal. Umi pun masih tak suka pada mu. Tapi Mila, bukan berati kamu saya biarkan pergi begitu saja.. dalam hati kecil saya, saya ingin tetap kamu tinggal di sini Mila" kata umi Saidah.


"Umi..." Kata Mila lirih.


"Masih kurang jelas, umi masih mau kamu tetap disini Mila, tetap disini Mila bersama umi" kata umi.


Seketika Mila pun terharu mendengar ucapan umi Saidah saat itu.


"Umi Mila mau peluk umi" kata Mila yang menjatuhkan air matanya.


"Boleh peluk lah" kata umi Saidah.


Lalu dengan cepat Mila pun memeluk Umi Saidah dengan perasaan haru dan dalam. Mila yang sudah lama tak bersama ibu kandungannya itu pun merasakan keharuan yang mendalam mengingat ibunya yang pergi entah kemana. Dan kini umi Saidah seolah obat untuk Mila.


Mila pun menumpahkan air matanya tentang yang ia rasakan yaitu rasa kecewa pada Reza dan bahagia karena umi.


Bahagia karena umi telah menerima diri Mila.


Tapi..


Kecewa, karena Reza masih membenci Mila hingga saat ini.

__ADS_1


__ADS_2