
Saat reza melihat Mila pingsan dan jatuh, dengan segera Reza menggendong sang istri dan membawanya ke rumah sakit.
Mila tampak dengan mata terpejam tak sadarkan diri.
Dengan cepat Reza membawa Mila dengan mobilnya menuju rumah sakit, Reza tampak panik dan tak ingin kalau Mila sampai kenapa-napa.
Mila pun dibawa ke ruang IGD dan saat itu dokter pun langsung mengecek keadaan Mila saat itu.
Dan tak lama Umi Saidah dan Abi Husein pun menyusul saat itu.
Kini tampak Reza yang mondar mandir sambil menunggu Mila yang masih dalam ruangan sedang diperiksa oleh dokter. Reza tampak tak karuan hatinya padahal ini adalah hari yang ia tunggu untuk bertemu dengan sang istri setelah kepergiannya.
Hingga tak lama dokter wanita pun keluar dari ruangan dan memberikan sebuah berita begitu mengejutkan untuk Reza.
"Dengan bapak Reza" kata Dokter yang bernama Risa.
"Iya saya dokter" jawab Reza saat itu. "Bagaimana dokter dengan istri saya?" Tanya Reza yang menanyakan istri.
Dokter itu pun malah tampak tersenyum.
"Selamat bapak, istri bapak sedang hamil saat ini" jelas sang dokter.
Deg...
Seolah tersambar petir hati Reza saat dia mendengar apa yang dituturkan oleh dokter saat itu.
"Ha-hamil" ucap Reza sambil menggelengkan kepala seolah tak percaya.
"Iya, hamil usia kandungannya masih sangat muda, jadi mohon di jaga. Bapak bisa temui istrinya saat ini di dalam"
Reza pun tak pernah percaya dengan semua yang terjadi.
Istri yang tak pernah ia sentuh kini hamil, hamil namun anak orang lain.
Tak mungkin...
Ini sungguh tak mungkin...
__ADS_1
Bagaimana Reza bisa terima ini semua!
Untuk menerima Mila yang sudah tak suci saja Reza masih sulit, apalagi setelah ia tahu bahwa Mila hamil anak pria lain.
Sungguh ini sesuatu hal yang Reza tak inginkan dan semua hal terasa berat dan semakin berat.
Hingga umi yang mendengar sebuah penjelasan dari dokter itu pun lantas kaget, bukan kebahagiaan yang tampak terasa justru air mata seolah tak percaya.
"Ya Allah" kata Umi Saidah yang merasa kaget dengan semua hal itu.
.
.
.
Hingga beberapa saat kemudian, Mila pun tersadar dari pingsannya.
Mila membuka mata secara perlahan dan terlihat sang suami yang berada disebelahnya.
Namun terlihat menahan kesal dan sorot mata yang tajam tak mau melihat Mila sama sekali.
Dengan cepat Mila memengang tangan suami yang kini dihapdannya.
"A Reza terimakasih sudah membawa Mila ke dokter" kata Mila saat itu.
Namun tak ada jawaban sama sekali, Reza tampak mematung terdiam.
"A Reza.." ucap Mila yang masih memegang tangan Reza sembari tidur diatas ranjang rumah sakit dengan kondisi yang masih lemah.
Reza masih tampak terdiam tak bergeming dengan perasaan yang membeku.
"A kenapa diam sajaMila kenapa? Mila gak apa-apa kan?" Tanya Mila yang sampai detik itu Reza tak menjawab.
"A Reza Mila bahagia a Reza sudah pulang. Ayo A kita pulang ke rumah kita tidur dirumah. Mila gak mau di sini, Mila mau pulang bersama a Reza kita kerumah" kata Mila sambil memegang tangan Reza.
Namun sang suami bukannya memberikan respon dan tanggapan dan terlihat emosi merasa kesal dengan semua yang ada.
__ADS_1
"Lepaskan tangan ku!!!!" Kata Reza dengan lantang dan terlihat marah.
Mila pun tampak bingung dengan wajah Reza yang terlihat tak baik saja dan malah terlihat murka.
"Aa kenapa?" Tanya Mila yang langsung terbangun memegang tangan Reza.
"Kenapa???? Katamu??? Kenapa ??? Asal kamu tahu! Asal kamu tahu Mila! Kamu hamil anak pria itu, dan sekarang bagaimana aku bisa terima!" Kata Reza dengan tatapan kesal.
Deg....
Mila pun tampak kaget dengan semuanya...
Air mata Mila pun langsung terjatuh tak tertahan dengan ucapan yang membuat dirinya hampir mati.
" A Reza ?" Ucap Mila memegang tangan Reza.
"A Reza apa itu benar, ini semua pasti bohong" kata Mila yang terlihat menangis.
"Tidak ada kebohongan, tidak ada!!!!" Kata Reza kesal.
"Jangan pegang tangan ku Mila!" Kata Reza.
Dengan rasa kesal yang membara, Reza pun pergi melangkahkan kaki meninggalkan Mila.
Reza tak mau melihat Mila sama sekali saat itu.
Air mata Mila pun terjatuh dengan semua yang ada, keadaan terberat dalam hidup dimana kebahagiaan baru saja ia mulai kini ada hal yang paling pahit yaitu kehamilan yang paling tak di inginkan.
" Reza" panggil Mila dengan suara lirih.
Reza pun masih tetap melanjutkan langkah kaki dengan kasar.
Mila pun tampak berusaha mengejar Reza tapi kakinya tarasa lemas.
Dengan air mata kecewa Mila pun tak menyangka ini semua terjadi dan melihat punggung Reza yang meninggalkan dirinya dengan cepat.
" A Reza...... Jangan pergi"
__ADS_1
Ucapan Mila tak sama sekali Reza dengar, hingga Mila tampak menangis dengan kaki yang terasa lemas Mila terduduk ke lantai dengan bulir air mata membasahi pipi.