
Mila pun tak pernah menyangka jika Reza tega melakukan hal itu pada dirinya, pasalnya Mila tulus ikhlas memberikan semuanya dengan cinta tapi nyatanya semua tak sesuai harapannya. Mila pun hanya bisa terima semua yang terjadi pada dirinya saat itu.
Hingga tanpa terasa, waktu kembali menunjukan waktu solat Maghrib Mila pun tampak sedih namun ia malu kalau setiap saat menangis sepanjang itu. Karena bagaimana pun ia tinggal bersama mertua rasanya enggan menunjukan air matanya yang mengalir seperti keran yang bocor.
Lalu tampak saat itu umi Saidah ke arah dapur dan melihat makanan yang Mila bawa dirantang yang masih utuh dan tak tersentuh. Seketika ibu dari Reza pun seperti perih dan kasihan melihat Mila yang gagal memberikan makanan untuk putranya itu.
Hingga saat itu umi Saidah pun menghangatkan makanan yang Mila bawa yang tak tersentuh sama sekali. Dan menaruhnya lagi di meja makan.
Hingga saat waktu adzan berkumandang umi Saidah pun menemui Mila dikamarnya. Dan melihat Mila yang matanya tampak memerah saat itu.
Entah mengapa ada perasaan umi Saidah untuk mengajak nya solat berjemaah bersama.
Dan melihat Mila yang terlihat murung dan mata yang sehabis menangis.
"Mila kamu belum solat Maghrib kan" ucap Umi Saidah.
Mila pun menggelengkan kepalanya.
"Kita solat berjamaah ya"
"Apa? Umi mengajak aku apa?"
"Solat berjemaah" kata umi.
Mila pun tak pernah menyangka jika dirinya akan diajak solat berjamaah oleh ibu mertuanya. Selama yang Mila tahu tak pernah sekalipun Mila dianggap dirumah itu. Dan baru kali ini Mila diajak solat bersama.
"Baik baik umi" ucap Mila yang seketika itu sambil tersenyum.
Ada perasaan bahagia dan terharu yang sangat Mila rasakan saat umi Saidah mengajak untuk solat Maghrib bersama.
Lalu mereka pun solat bersama dibawah, bersama Abi Husein dan umi Saidah. Walaupun rambut Mila dipirang-pirangin tapi dalam hal ibadah Mila selalu melaksanakan kewajiban untuk solat lima waktu.
Dalam solat Mila pun melakukannya dengan khusyuk tak pernah sekalipun Mila membayangkan dapat melakukan hal ini bersama keluarga suaminya.
Tapi hal yang membuat Mila sedih adalah saat ini justru Reza yang tak ada, untuk solat berjamaah bersamanya tak pernah sekalipun Mila solat berjamaah dengan suaminya itu.
Selesai solat Abi Husein memimpin doa untuk keselamatan dunia dan akhirat. Mila pun merasa bahagia dapat solat bersama bersama Abi dan umi.
Mila pun mencium punggung tangan dari Abi dan umi setelah solat selesai.
"Terimakasih Abi dan umi sudah mengajak Mila solat berjamaah ya, Mila senang sekali" kata Mila.
"Iya, sama-sama" jawab Abi.
"Habis ini makan bersama ya" kata Umi saat itu.
"Iya umi" jawab Mila.
Lalu akhirnya mereka pun makan bersama, Mila pun makan dengan perlahan tapi pasti saat itu.
Makanan yang mila bawa dirantang itu pun, umi simpan di wadah lain, umi tahu jika makanan itu dihidangkan untuk Reza jadi umi tak menyajikan dimeja makan.
Dan umi memasak lagi menu yang lain.
"Maaf ya umi tadi siang Mila yang masak mungkin makanannya kurang nikmat, meski dalam hal ini masih dibantu oleh BI Sarmi sih"
__ADS_1
"Ya kamu tenang saja. Namanya belajar masak" kata umi saat itu.
Lalu hingga saat selesai makan Mila pun merapihkan meja makan dan melanjutkan untuk mencuci piring.
Hingga umi pun bertanya soal Mila yang ijin pergi ke kantor Reza. Umi bertanya-tanya mengapa makanan yang Mila bawa masih utuh. Apakah Mila tak menemukan alamat kantor Reza.
"Mila?" Ucap Umi Saidah.
"Ya umi" jawab Mila yang sibuk dengan cucian piring ditangannya.
"Kok makanannya masih utuh apa kamu gak ketemu kantornya Reza" tanya Umi Saidah yang penasaran.
Seketika Mila pun merasa getir menggelengkan kepalanya.
"Nggak umi" jawab Mila.
"Nggak apa? Gak ketemu" tanya umi.
"Bukannya gak ketemu alamat kantornya tapi Reza yang menolak pemberian Mila, Reza menolak makanan yang Mila buat. Dan sepertinya Reza tak akan pernah mau makan masakan dari Mila yang buat. Dan sepertinya ia takan pernah mau"
"Apakah karena ia sibuk"
"Entahlah umi. Mila menunggunya dari jam 10 pagi hingga jam 3 sore. Itu salah Mila umi yang datang secara mendadak mungkin Reza marah" kata mila saat itu.
"Baiklah kamu istrihat saja dulu setelah ini, kamu capek kan seharian menunggunya"
"Makasih umi"
Mila pun merasa heran kenapa umi yang dulunya tidak suka pada Mila tiba-tiba saja merasa tampak peduli, apakah umi sudah berubah. Mila pun berharap begitu, jika umi perlahan akan berubah sifatnya pada Mila. Meski dalam hal ini Mila sangatlah penuh kekurangan.
"Coba kamu telepon"
"Jarang umi, jarang sekali Reza menajawab telepon dari Mila. Kalaupun Mila kirim pesan hanya di baca saja tanpa dibalas" jelas Mila.
Hingga malam itu pun Mila pun masih tampak tertidur sendiri diatas ranjang yang empuk itu, tapi terasa dingin karena tak ada Reza disampingnya.
Mila pun menelpon Reza saat itu, dan beberapa kali Mila menelpon tapi sayang yang menjawab bukanlah Reza melainkan suara seroang wanita yang entahlah dia siapa.
"Hallo halo" ucap seorang wanita yang Mila tak kenal siapa dia.
"Hallo ini siapa ya?" Tanya Mila.
Namun pertanyaan itu tak ia jawab telepon itu pun malah tampak mati.
Mila pun tak menyangka jika seseorang itu wanita dan siapa dia mengapa ada seorang wanita.
lalu setelah itu Mila pun gundah namun hatinya tidak mau banyak berburuk sangka dulu, karena mengingat Reza yang memiliki banyak teman kantor wanita di tempatnya bekerja.
Hingga malam itu...
Mila pun terlelap dalam tidurnya setelah solat isya berusaha untuk tetap memejamkan matanya meski dalam hati terasa sulit.
Mila hanya berusaha memejamkan mata dan akhirnya terlelap dalam tidurnya.
Keesokan paginya...
__ADS_1
Mila pun terbangun dari tidurnya, mata Mila masih tampak mengantuk dan masih terasa lengket terasa sulit untuk dibuka. Saat ia meraba secara perlahan tanpa di sangka Mila merasakan ada tubuh seroang pria disampingnya dan itu adalah Reza.
"A Reza" mata Mila membulat tajam dan tak percaya dengan seorang pria yang kini tengah tidur disebelahnya namun Mila masih tak berani membangunkan.
Sungguh hal yang Mila tak duga sebelumnya saat itu adalah seorang pria yang bernama Reza tidur disamping Mila. rasanya Mila ingin sekali menangis bahagia.
Wajahnya yang tampan pria yang Mila cintai kini berada disampingnya dan rasanya itu seperti mimpi. namun Mila tak berani memeluk tubuh Reza sekali pun Mila sangatlah ingin melakukan itu, karena Mila sadar tak mau membuat Reza marah. karena pelukan yang secara tiba-tiba tanpa konfirmasi dari yang punya.
Mila pun hanya tersenyum bahagia karena pada akhirnya Reza pulang.
Bahkan saat itu Mila yang tengah sadar ada Reza disampingnya lalu mencium kening sang suami secara dikit saja. ya dikit saja takut Reza akan marah padanya. Reza masih dalam posisi pejamkan mata dalam tidur saatnya itu.
mengingat suaminya yang baru saja pulang kerja. Mila pun ke dapur dan lansung mengambil air putih untuk suaminya, agar Reza bangun sudah siap air putih disampingnya. tapi tanpa sengaja Mila bertemu umi Saidah di dapur.
"Reza sudah pulang" tanya Umi.
"Sudah Umi"
"Tadi saat dia pulang, umi langsung menyuruh dia makan masakan mu" kata umi Saidah.
"Benarkah umi"
"iya.. kamu bisa melihat sisa makan Reza bagaimana dia memakannya"
"Ya Allah terimakasih, aku tak menyangka akhirnya Reza mau memakan masakan ku umi" ucap Mila yang senang saat tahu akan hal itu. Dan benar melihat piring dengan sisa masakan yang Mila buat tadi.
"Tapi umi masakan Mila sudah dari tadi pagi di masaknya apakah masih enak untuk dimakan" terang Mila.
"Ya, umi sudah menghangatkan untuk Reza"
"Makasih umi" ucap Mila bahagia.
Saat itu waktu pukul 04.30 pagi Mila pun kembali ke kamar untuk membangunkan Reza yang masih tidur di kamar saat itu. Untuk solat subuh berjamaah. Ternyata sudah melihat Reza yang sudah bangun dari tidurnya.
"A Reza sudah bangun" ucap Mila sambil tersenyum.
"Kenapa? salah kalau aku sudah bangun" ucap Reza ketus.
"Nggak a, nggak. Justru Mila bahagia karena A Reza sudah bangun. Kan kita bisa solat berjamaah"
"Jamaah, gak Mila. Aku lebih memilih solat di masjid aja" kata Reza lagi.
"baiklah jika itu keinginan Aa"
"Btw, kamu jangan ge-er ya" kata Reza.
"Ge-er kenapa a?" tanya Mila heran.
"Aku pulang bukan karena kamu, karena ditelepon Umi di suruh pulang" kata Reza tak menatap Mila sama sekali.
"Ya nggak apa-apa A. tapi terimakasih karena Aa udah tiduri disamping Mila"
"Hah? terpaksa karena tadi ada Abi yang tidur di sofa sambil nonton bola" kata Reza kesal.
"Ya ampun A, moga aja tiap hari ada bola a.. biar aa bisa tidur disini sama Mila"
__ADS_1
Mila pun tampak tersenyum tapi Reza tampak tak peduli dan langsung pergi tanpa pedulikan Mila.