Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Kedatangan Umi


__ADS_3

Ini adalah hari dimana Mila kembali ke rumah, tampak tetangga yang menanyakan bagaimana keadaan suami Mila yaitu Reza. Mila pun hanya mengatakan baik-baik saja walau sebenernya hubungan dirinya dan suami telah bercerai, tak sampai hati Mila mengatakan yang sebenarnya.


Malu karena baru menikah sudah menjadi janda, dan lebih rumit lagi jika terlalu banyak omongan tetangga.


Pagi itu Mila tampak ke pasar membeli beberapa kebutuhan, bapak memberikan uang kepada Mila katanya ia dapat rejeki dan bapak ingin makan daging.


Hingga saat pagi itu Mila setelah membeli sayuran ke pasar Mila tampak mual, karena keadaan hamilnya.


Ueekk..


Ueekkk...


Ueekkk..


Mila tampak tak kuasa menahan rasa mual yang ada, bapak pun tampak menatap Mila curiga saat itu.


Ada apa dengan keadaannya saat ini, sedang sakit kah atau sedang hamil, Batin pak amin.


Bapak tampak memandang Mila tajam dengan sebuah tanda tanya.


Dan Mila juga belum siap untuk bercerita dengan kondisinya saat ini.. Mila tak mau kalau bapak malah jadi kepikiran soal Mila yang hamil anak pria lain, dan bukan anak dari Reza suaminya.

__ADS_1


Mila terasa berat mengatakan jika anak yang Mila kandung bukanlah adalah anaknya Reza.


Sampai kapanpun Reza takan pernah bisa terima anak yang Mila kandung saat ini, karena dia bukanlah bapak dari anak yang Mila kandung.


Mila pun hanya tampak tersenyum getir saat dirinya terlihat diperhatikan detail oleh bapak dengan tatapan sinis. Mila sengaja tersenyum untuk mencairkan suasan yang agak menegang.


"Kenapa pak liat Mila begitu, Mila jelek ya" kata Mila tersenyum.


Bapak pun hanya tampak terdiam masih menatap Mila tajam.


'Ya ampun bapak kemana aja bapak baru sadar ya kalau Mila jelek" kata Mila tertawa getir sambil meledek bapaknya.


"Yang bilang kamu jelek siapa? Gak ada yang bilang. Justru kamu cantik, wanita tercantik satu-satunya yang bapak punya" kata pak Amin saat itu.


"Nggak bapak hanya aneh saja melihat kamu. Kamu sakit"


"Gak?"


"Okeh, bapak hanya takut kamu menutupi sesuatu dan ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari bapak" kata pak Amin.


"Tenang pak gada" jawab Mila.

__ADS_1


Lalu bapak pun tampak pergi ke pasar saat itu, ia kembali melanjutkan pekerjaan sebagai kuli panggul di pasar.


Bapak dari dulu adalah orang tua yang baik untuk Mila. Bapak adalah orang tua satu-satunya yang miliki. Meskipun bapak miskin tapi bapak selalu menuruti apa yang Mila inginkan.


Meksipun...


keinginan Mila memang dalam hidup hanya hal sederhana saja, seperti makanan yang Mila sukai dan barang dengan harga terjangkau. Dan bapak selalu menuruti apa yang menjadi keinginan Mila saat itu. Berusaha memberikan yang terbaik untuk sang putrinya.


Mila tak pernah malu dengan status pekerjaan bapak yang hanya sebagai kuli panggul. Karena bagi Mila harta satu-satunya adalah bapak. Ibu Mila sudah pergi entah kemana. Dan orang yang paling Mila sayangi adalah bapak.


Hingga pagi hari menjelang siang, suara ketukan pintu terdengar.


Saat Mila membuka itu adalah umi Saidah. Mila pun membulat mata, kenapa bisa umi Saidah datang. Dan itu suatu kehormatan untuk Mila didatangi oleh ibu mertuanya ke rumah Mila yang memang kecil dan tak indah itu.


"Assalamualaikum" ucap salam umi.


"Walaikumsalam" jawab Mila.


Mila pun tak menyangka jika umi datang.


"Ya ampun umi kenapa datang tiba-tiba, aku kaget umi datang kesini" kata Mila.

__ADS_1


"Mila kenapa kamu pergi dari rumah, umi sudah katakan kamu jangan pergi Mila" kata umi Saidah.


"Gak umi, gak" ucap Mila menggelengkan kepalanya. "Aku tak bisa tinggal disana, sebelum Reza mengusir Mila dari sana. Mila harus sadar diri Mila bukanlah siapa-siapa lagi untuk Reza atau pun umi jadi Mila lebih memilih keluar daripada hanya menjadi beban" jelas Mila yang menerangkan.


__ADS_2