Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Kata cerai


__ADS_3

Mila pun tampak tertunduk dan meresapi sakit yang terasa didalam hati, kepergian Reza hal yang paling pilu.


Mila pun hanya mampu memandang kepergian Reza saat itu, hingga dirinya yang sedang duduk dengan air mata umi tampak menghampiri dan memberikan tangannya agar Mila berdiri dan beranjak dari posisinya yang terduduk di lantai.


"Ayolah nak sudah, sudah" kata umi Saidah.


"Umi.. a Reza pergi, a Reza pergi" Kata Mila sedih.


"Ayolah bangkit sayang, kamu kembali ya ke tempat tidur mu" kata umi Saidah saat itu.


Lalu Mila pun dibawa umi untuk kembali ke kasurnya.


"Umi.. Reza pergi umi, Reza pergi padahal Mila sudah menunggunya lama" kata Mila dengan derai air matanya.


"Ya sabar nak"


"Umi Mila mau pulang aja, tidak mau disini" pinta Mila.


Lalu umi pun mengiyakan permintaan Mila untuk pulang dan dokter pun juga sudah memperbolehkan Mila pulang hanya saja satu hal yaitu Mila tidak boleh lelah dan stres.


Mana mungkin tidak stres, dalam hal ini Mila paling berat dalam menghadapi hal tersulit dalam hidup yaitu Mila seorang.


.


.

__ADS_1


.


Setelah itu...


Dalam perjalanan pulang Mila hanya bisa melamun dengan hati yang begitu perih.


Saat diperjalanan pulang, Mila tampak menatap jalan dengan tatapan dalam dan sendu.


Dia tak menyangka jika dirinya harus hamil anak pria lain, dan yang paling perih lagi hal yang Mila tak duga adalah suaminya tak mau menerima hal ini.


Mila pun menghela napas berat yang teramat dalam. Andai saja semua hal bisa Mila ubah.


andai saja...


Andai saja Mila sedang hamil anak Reza.


Kenapa Mila yang selalu saja merasakan hal pahit ini, kenapa harus Mila yang merasakan beban sepahit ini.


mengapa Mila harus hamil dengan pria itu


Hingga Mila kembali kerumah, Reza tak tampak ada saat itu, kamar yang sudah Mila rapihkan. Tempat tidur dimana yang seharusnya menjadi saksi untuk saling mencintai kembali dingin saat Reza tak pulang ke rumah.


Mila kembali lagi merasakan sakit hati teramat dalam, Reza pergi. Reza benar-benar pergi karena Mila tak melihat mobil rezat terparkir didepan rumah.


Reza tak pulang, Reza tak pulang.

__ADS_1


Mila yang masuk ke dalam kamar, pun tampak kecewa berat dengan takdir hidup yang ada. Air matanya tak sanggup lagi ia tahan akhirnya Mila pun menangis.


Hingga Mila merasa berat dengan semua yang paling pahit yaitu kepergian Reza yang tak bisa terima kenyataan yang ada.


Hingga Mila menemukan sebuah surat saat itu sebuah tulisan yang paling menyayat hati yang begitu menyakitkan untuk Mila.


Yaitu....


'Mila... Setiap manusia memang di uji dengan caranya, dengan keadaan terpahit dalam hidup. Bukan ku tak mampu, bukan ku tak mau. Hanya saja aku.. aku tak bisa terima ini seumur hidup ku, daripada ini menjadi beban untuk mu. Menjadi beban untuk kita, dan hanya akan saling menyakiti. Lebih baik kita berjalan sendiri-sendiri saja. Kamu berjalan dengan hidup mu, aku pun berjalan dengan cara ku.. Jika kamu membaca surat ini, itu artinya kamu sudah tahu bahwa aku tak mampu terima dirimu lagi. Aku talak dirimu Mila.. aku talak satu dirimu. Aku menyerah dengan semua ini. Maafkan aku, kita cerai Mila kita sudahi semuanya:


Sebuah surat itu tampak tergeletak di atas meja dan membuat Mila sakit teramat dalam saat Mila membacanya. apalagi sebuah kata talak yang artinya cerai.


Cerai..


sungguh menyakitkan untuk Mila.


Surat ini adalah surat cerai secara tertulis dari Reza batin Mila sontak perih saat itu.


Lalu Mila pun semakin tertunduk dengan air mata mengalir membasahi pipi tak tahu harus apa hingga akhirnya Umi datang melihat Mila dengan derai air mata.


"Kenapa Mila?" Tanya Umi melihat Mila dengan air mata yang dalam.


"Umi... Reza sudah menceraikan Mila umi, sudah ceraikan Mila umi" ucap Mila yang tak kuasa.


Ia tak menyangka jika akhir dari semuanya adalah perceraian.

__ADS_1


Reza lelah dengan semua yang ada. Reza lelah dengan semua ujian yang ada, hingga akhirnya dirinya memilih untuk bercerai daripada harus saling menyakiti dan tersakiti.


umi pun mengambil surat yang membuat Mila hancur dan membacanya. begitu perih saat umi membacanya. Umi tak menyangka jika putranya memilih jalan perceraian.


__ADS_2