Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Debaran


__ADS_3

Hingga saat itu Mila pun melihat bagas dengan tatapan yang tak biasa, bagaimana bisa Bagas datang kesini secara tiba-tiba. Ucapan itu yang terus menggelayut dalam hati Mila saat itu.


Flashback on


Terlihat Bagas di dalam mobil nya yang sebenernya masih penasaran dengan Mila apakah benar dirinya sudah bercerai dengan Reza, ataukah masih ada ikatan diantara mereka berdua.


Selain di samping itu Bagas entah mengapa memikirkan Mila terus menerus padahal di awal tak pernah sekalipun Bagas memikirkan Mila sama sekali.


Namun saat sebuah cincin ia lingkarkan dijari manis nya ada perasaan yang datang secara tiba-tiba namun ia ragu untuk menunjukkan diri di depan Mila mengingat dirinya yang dilarang bertemu dulu, dan itu adalah permintaan Mila.


Hingga Bagas hanya mampu mengikuti setiap pergerakan Mila dari belakang, paling tidak untuk tahu apa saja yang Mila lakukan diluar sana.


Hingga Bagas mengikuti Mila malam itu, malam dimana Mila bertemu dengan pria yang bernama Raka.


Sial kenapa pria itu lagi. Kenapa pria itu yang terus ia temui. Ada hubungan apa Mila dengan pria itu. Mengapa dia selalu ada batin Bagas.


Saat tangan Mila yang dicium dan Raka bertekuk lutut di depan Mila. Mata Bagas membulat tajam dan seolah tak terima saat seorang wanita yang sudah ia lamar diperlakukan istimewa oleh pria lain.


Hingga saat itu juga Bagas pun turun dari mobil dan menemui keduanya dengan emosi yang besar.


Beruntung saat itu Bagas masih menahan emosinya dan tidak memukul habis-habisan pria itu.


flashback off.


.


.


.


.


Saat Bagas tahu Mila berdua saja dengan Raka, ditambah tangan mila dipegang erat oleh seorang pria. Dalam hati, Bagas merasakan panas di dalam hatinya hingga wajah tampak emosi dan kesal sambil mengepal erat tangannya.


Sesekali Bagas melihat ke arah Mila sambil terlihat emosi dan tegang sambil menarik napas yang terasa menggebu karena kesal pada wanita yang berada di sampingnya.


Mila pun hanya tertunduk saat itu, Bagas membawa Mila masuk ke dalam mobilnya menyalakan mesin namun ia terlihat tidak menjalankan mobilnya. Hatinya begitu panas saat Mila bersama pria lain.


Hingga akhirnya setelah 15 menit Bagas terlihat emosi ia pun berbicara pada Mila.


"Jadi kelakuan mu begini diluar, iya!"kata Bagas yang memegang stir sambil emosi tapi ia memang sengaja tak menjalankan mobilnya.


"Kelakuan apa? Kelakukan aku yang Bagaimana?"

__ADS_1


"Yang mana katamu!" Ucap Bagas.


"Iya aku kerja berangkat lalu pulang, apa ada yang salah?" Tanya Mila dengan polosnya.


"Jelas salah Mila, jelas salah. Kamu pulang dengan pria lain, dengan pria itu. Padahal kamu sadar kamu sudah menjadi milik ku. Kamu bahkan dipegang tangannya, kamu tidak menghargai aku Mila itu namanya" kata Bagas saat itu.


"Apa?" Kata Mila kaget. "Jadi kamu anggap hubungan kita ini ada"


"Kamu pikir aku main-main sama kamu, kamu pikir aku tidak serius. Apa yang aku ucapkan di depan kuburan bapak mu, aku serius Mila" jelas Bagas.


"Baiklah aku minta maaf aku hanya tak sengaja saja, bertemu dengan dirinya. Dia adalah pria yang baik, pria yang lembut dan tulus juga" kata Mila yang malah membuat Bagas semakin kesal saat Mila mengatakan kebaikan dari Raka.


"Terus saja kamu menyebutnya baik" kata Bagas yang malah membuat dirinya semakin kesal. "Jadi dia siapa?"


"Oh namanya mas Raka dia kakak ipar ku. Dia kakaknya Reza"


"Hanya sebatas kakak ipar kamu bisa sedekat itu" kata Bagas.


"Aku tidak memandang dirinya kakak ipar atau bukan, aku tidak memandangnya dia siapa. Sekalipun dia bukan siapa-siapa untukku, tapi jika dia baik dan mampu menghargai perasaan ku. Aku bahagia bersamanya, buat apa aku memiliki pasangan kalau nyatanya aku tak pernah dihargai" kata Mila.


"Siapa yang kamu sebut tak pernah di hargai"


"Reza. Selama aku berumah tangga dengannya mana pernah aku bahagia. Mana pernah, mana pernah aku merasakan indahnya rumah tangga. Tak pernah sekalipun. Bahkan hanya hinaan dan cacian yang selalu aku dapatkan" kata Mila.


Seketika Bagas terdiam dengan ucapan Mila yang membahas masa lalunya dengan Bagas.


"Dia adalah kakak dari mantan suami ku, aku rasa tidak sopan jika aku hanya memanggil nya nama saja"


"Lalu kenapa kamu memanggil ku hanya dengan sebutan Bagas saja, padahal saat awal kita bertemu kamu memanggil ku dengan sebutan mas" kata Bagas yang masih menahan kesal karena cemburu. Dan kali ini membahas panggilan yang sebelumnya tak jadi masalah untuk dirinya.


"Karena aku kecewa pada mu, aku kecewa dengan semua yang sudah kamu lakukan pada ku. Semuanya jadi aku rasa aku tak perlu sesopan itu pada orang yang sudah mengecewakan ku" kata Mila.


Bagas pun meraup wajahnya dan terlihat menarik napasnya.


"Baiklah mulai sekarang, kamu panggil aku dengan sebutan mas lagi. Bagaimana pun aku lebih tua dari mu, kecewa atau pun tidak diri mu pada ku. Aku ingin panggilan itu tetap ada sebagai penghargaan untuk diriku" kata Bagas.


Bagas sebenarnya ingin memeluk Mila saat itu, namun ia tahan karena menurutnya itu hanya akan membuat Mila besar kepala dan merasa diatas angin.


Hingga Bagas menatap tangan Mila saat itu.


"Coba bilang aku mas Bagas, seperti biasanya" pinta Bagas.


"Mas?"

__ADS_1


"Yang lengkap" kata Bagas lagi.


"Mas ... Beaba geagas. Mas ba-gas" kata Mila menaikan alisnya dan tersenyum.


Seketika Bagas malah berdebar saat melihat senyuman Mila yang terlihat manis itu.


Bagas pun menarik napas nya untuk menetralkan perasaannya yang berbunga saat melihat senyum Mila.


Kenapa wanita ini manis, oh syit!! Aku tak bisa mengendalikan perasaan ku sendiri, batin Bagas.


Lalu Bagas pun menunduk dan memandang tangan Mila.


"Tangan mana yang dipegang pria tadi, kiri atau kanan" tanya Bagas.


"Kanan apa kiri ya, lupa. Kayanya dua duanya" kata Mila santai.


"Apa? Dua-dunya sialan"


Lalu Bagas pun mengambil kedua tangan Mila dan mengelapnya ke baju nya.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Mila heran.


"Memastikan tidak ada bekas tangan dirinya ditangan mu" lalu Bagas pun menyadari jika cincin Mila tak ada.


"Kemana cincin yang aku berikan kepadamu?" Tanya Bagas.


"Aku menyimpannya?"


"Sengaja banget ya, biar seluruh orang tahu kamu sendiri dan bisa tebar pesona, iya!!!" Ucap Bagas yang kembali marah.


"Eh gak gitu, justru aku menyimpannya. Karena aku teringat pesan mu untuk menjaga apa yang seharusnya aku jaga. Kamu ingat kan pesan mu untuk menjaga cincin itu, apakah kamu lupa. Jadi aku takut kotor dan hilang kalau aku pakai. Jadi aku simpan dan itu harganya mahal kan" kata Mila.


"Mulai besok kamu pakai, jangan pernah kamu lepaskan dari tangan mu. Agar kamu selalu ingat bahwa saat ini kamu sudah menjadi milik ku Mila" ucap Bagas yang sontak saja membuat dada Mila berdebar.


Mila pun tertunduk tersenyum.


"Kamu kenapa?" Tanya Bagas.


"Gak apa-apa, aku hanya ingin senyum saja rasanya malu senyum didepan mu" kata Mila yang terlihat memerah wajahnya.


Bagas pun seketika tersenyum saat itu dia pun tampak malu dan membuang wajahnya ke jendela.


"Baiklah pakai sabuk pengaman mu" kata Bagas uang menarik sabuk pengaman untuk Mila. Saat wajah Bagas bertemu dengan Mila Bagas pun tersenyum tertahan Bagas terasa menahan rasa debaran yang ada dihati.

__ADS_1


Lalu mereka pun pulang bersama saat itu dengan perasaan yang sama-sama menyimpan rasa senyum malu karena sebuah rasa yang ternyata sama-sama tertahan di dalam hati.


Dalam perjalanan pulang keduanya hanya tampak terdiam tak berani bicara dan hanya senyum yang ada meraksan debaran cinta yang ada.


__ADS_2