Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Jadilah laki-laki


__ADS_3

Mila pun terjatuh pingsan disaat dirinya tahu bapak telah tiada, dan itu merupakan berita yang paling mengejutkan untuk Mila.


Andai saja Mila bisa memilih lebih baik Mila saja yang pergi untuk selamanya, dan kenapa harus bapak harus pergi.


Mila tak punya siapapun dalam hidup ini selain bapak kandung Mila, yang paling Mila cintai.


Dan..


Andai saja Mila punya uang yang cukup banyak untuk kebutuhan sehari-hari dan tak seharusnya bapak bekerja membanting tulang.


Sudah saat nya istrihat tapi bapak seolah tetap ingin bekerja.


Batin Mila saat itu.. setelah ia tahu bapaknya telah tiada untuk selamanya.


Saat itu..


Mila pun sudah terlihat siuman dengan kondisinya yang masih shock berat dengan meninggalnya bapak, hingga Mila rasanya tak siap untuk menjalani semua.


Mila pun membuka matanya perlahan dengan kondisinya yang memang baru saja pingsan.


Mila pun berusaha untuk bangkit yang saat itu ia dibaringkan diatas kursi tunggu. Mila berusaha bangun dan berjalan walau kakinya lemas.


Hingga saat itu pihak rumah sakit meminta Mila menyelesaikan administrasi.


Beruntung Mila masih ada sedikit uang untuk membayar administrasi itu, hingga Mila tampak termenung dengan tatapan kosong di ruang tunggu rumah sakit.


Seorang pria pun menghampiri Mila dan menatap Mila. Mila pun tersadar jika itu adalah ayah dari Bagas yaitu Adnan.


Mila pun tak menghiraukan Adnan yang duduk disampingnya, dengan wajah pucat Mila duduk dengan tatapan sedih dan kosong karena sang bapak yang telah tiada membuat Mila seolah kehilangan arah dan frustasi.


Adnan pun memperhatikan Mila saat itu yang tengah duduk disampingnya yakni sama-sama menunggu.


Mereka bertemu tanpa sengaja saat itu, saat Adnan sedang kontrol kesehatannya.


"Bagaimana kabar mu?" Tanya Adnan yang melihat Mila dengan tatapan kosong.

__ADS_1


Mila pun menoleh tidak menyangka jika dirinya diajak bicara pada pria yang pernah mengatakan Mila adalah pembunuh putrinya yang bernama Karin.


"Kabar saya sedang tak baik" jawab Mila singkat.


"Lalu bagaimana, apakah Bagas sudah bertanggung jawab soal kandungan mu" tanya Adnan kepada Mila.


Mila pun kaget dengan ucapan Adnan.


"Tanggung jawab apa?" Tanya Mila heran.


"Asal kamu tahu, Bagas sudah berjanji pada saya untuk bertanggung jawab atas semua yang sudah ia lakukan" ungkap Adnan.


Mila pun langsung tersenyum getir saat mendengar apa yang diucapkan oleh Adnan dan seolah jauh dari kata tanggung jawab.


"Tanggung jawab, tanggung jawab apa! Tidak ada istilah tanggung jawab dari anak bapak, yang ada justru anak bapak menyuruh saya untuk menggugurkan bayi yang ada didalam kandungan saya ini" kata Mila.


"Apa katamu" tanya Adnan seolah tak percaya.


"Itulah kenyataanya.. Dan saat ini.. saat ini hal yang paling pahit lagi adalah?" ucap Mila yang terlihat marah dan sedih namun ia redam.


"Yaitu bapak saya meninggal terkena serangan jantung setelah ia tahu bahwa anak perempuannya hamil dengan cara yang memilukan. Sudah cukup puaskah bapak dengan apa yang menimpa saya" ucap Mila terlihat memejamkan mata merasakan kesedihan dirinya.


"Saya turut berduka atas kepergian bapak mu, tapi saya tak menyangka jika putra saya mengatakan agar menyuruh mu menggugurkan kandungan kamu" kata Adnan.


"Itulah kenyataannya yang ada, sekarang saya tidak butuh kepedulian anda apalagi anak bapak. Saya bisa hidup sendiri tanpa siapapun!!! Dan satu hal jangan pernah ganggu hidup saya lagi, katakan itu pada anak kesayangan bapak " kata Mila lalu beranjak pergi meninggalkan Adnan.


Apa yang dikatakan Mila membuat hati Adnan bergetar kesal kepada putranya sendiri.


Adnan tak menyangka jika Bagas menyuruh Mila untuk menggugurkan kandungan nya itu.


Lalu Bagas pun pulang dengan langkah kaki cepat merasa kesal dan menemui Bagas di rumahnya.


"Dasar pria macam apa kamu!!!" Ucap Adnan kesal menarik kerah baju putranya dan mendorong ke tembok.


"Apa-apaan ini pah" tanya bagas yang tidak tahu menahu soal papanya yang marah dengan Bagas.

__ADS_1


"Jangan berlagak tidak tahu, kamu menyuruh Mila untuk menggugurkan kandungannya kan" tanya Adnan yang terlihat marah pada putranya itu, dengan wajah kesal dan hampir ingin memukul wajah Bagas namun tangannya ia tahan.


Bagas pun terlihat kesal.


"Dasar wanita tidak bisa menjaga rahasia" kata Bagas.


"Sekarang papa minta sama kamu, bertanggung jawab lah sebagai lelaki jika kamu masih ingin bapak anggap anak, atau?" Ucap Adnan.


"Atau apa?" Tanya Bagas dengan raut kesal.


"Atau kamu pergi dari rumah ini dan papa tidak akan menganggap kamu sebagai anak lagi!" Ucap Adnan lantang.


"Jadi ayah lebih membela wanita itu dari pada aku, anak papa sendiri"


"Ini lain soal jika wanita itu tidak hamil, lain soal Bagas!!! kalau saja wanita itu tidak hamil anak mu, papa tidak akan marah. Tapi dia hamil karena ulah mu yang tidak memikirkan sebab akibat semua dari awal" kata Adnan kepada sang putra.


"Dari awal apa yang kamu lakukan adalah hal salah bagas, dan semakin salah besar saat papa tahu kamu meminta Mila menggugurkan kandungannya. Ini cara mu menyelesaikan masalah. Ini cara mu, sungguh papa kecewa dengan anak laki-laki papa sendiri yang tidak bisa berpikir secara jernih dan bertindak bodoh!!!" Kata Adnan yang kesal menasehati Bagas.


Bagas pun tertunduk mendengar apa yang di ucapkan oleh papanya, Bagas tak banyak bicara lagi karena takut akan membuat papanya semakin marah.


"Dan sekarang kamu tahu, ayah dari Mila meninggal kena serangan jantung setelah tahu anaknya ternyata dinodai oleh pria yang tak bertanggung jawab" kata Adnan lagi dengan kesal pada Bagas.


"Meninggal?" Tanya Bagas.


"Iya!!!!"


Bagas pun terdiam sejenak dan memikirkan, jika dirinya tak mau jika papanya mengusir dirinya.


"Baiklah, Bagas ikutin apa maunya papa. Hari ini juga Bagas akan datangi Mila" kata Bagas saat itu.


"Bagus!! jadilah laki-laki"


"Namun satu hal, semua ini hanya karena bayi didalam kandungan itu. Cukup bayi yang Mila kandung saja pah, setelah bayi itu lahir biarkan Bagas hidup dengan jalan Bagas sendiri" kata Bagas saat itu.


Bagas pun langsung beranjak pergi meninggalkan rumah dan menuju ke kediaman rumah Mila.

__ADS_1


__ADS_2