
Hingga saat itu Amin yaitu bapak dari Mila tak tahu jika Mila sudah di gugat cerai oleh sang suami.
Mila menutupi semuanya...
Hingga Amin tanpa sengaja bertemu di jalan dengan pria yang masih ia anggap sebagai menantunya, yaitu Reza.
Reza dan istri saat itu baru turun dari mobilnya membeli sesuatu di mini market, dan saat ia kembali ke mobil tanpa sengaja bertemu dengan Amin.
"Nak Reza" kata Amin menghampiri Reza.
Saat bertemu dengan Reza Amin ingin ke rumah pak Dimas teman dekat Amin.
Hingga mata Amin tertuju pada seorang wanita yang sedang menggandeng tangan Reza.
Amin juga memperhatikan Reza yang terlihat merangkul seorang wanita yang berada disampingnya.
Ada segudang pertanyaan besar dalam hati amin. Kenapa bisa bersama dengan wanita lain? karena bagaimana pun Reza ?masih suami dari putrinya yaitu Mila.
Dada amin berdebar kesal saat ia melihat pemandangan itu.
"Kamu, kenapa disini dan beraninya kamu menghianati putri saya" kata Amin yang marah.
"Siapa yang menghianati" kata Reza tersenyum miring sambil menatap mertuanya itu.
"Lalu ini apa? Pantas Mila di rumah saya. Begini kelakuan kamu diluar" ungkap Amin kesal.
"Asal bapak tahu, dengarkan saya!! Asal bapak tahu, tidak ada satupun pria yang mau menjalani hubungan dengan wanita yang tengah hamil anak pria lain" kata Reza mengatakan semuanya dengan tatapan tajam menatap Amin.
Deg...
Amin kaget dengan yang dikatakan Reza.
"Apa maksud mu!!!!" Kata Amin terlihat kesal.
__ADS_1
"Oh jadi bapak belum tahu soal Mila saat ini.. sebelum bapak bertanya soal saya, sebaiknya bapak tanyakan dulu pada anak bapak sendiri yang saat ini sedang hamil anak pria lain. Dan saat ini Mila bukan hamil anak saya" ucap Reza lantang sangat dalam mengucap kata itu hingga masuk ke dalam relung hati Amin.
"Apa maksud mu" kata amin tak percaya.
"Saya tidak bisa berlama disini, saya banyak pekerjaan bapak tanya langsung padanya, permisi . Ayo sayang kita pergi" kata Reza menggandeng sang istri langsung pergi meninggalkan mantan Ayah mertuanya itu.
Mobil Reza pun melaju dan meninggalkan suasana yang tampak tegang saat itu.
Bagi Reza, dirinya tak salah jika menceraikan Mila, dan ia pun tidak menyesal menceraikan Mila.
Satu alasan yaitu soal bayi yang Mila kandung. Sampai kapan pun Reza tak bisa terima itu.
Hingga Reza saat itu yang terlihat kesal pun melanjutkan perjalanannya.
Reza tak pernah menyesali semua keputusan yang ambil. Dan lebih parahnya lagi, Reza tak pernah menyesali dirinya yang pernah meniduri Mila, padahal dirinya sudah mentalak Mila.
Aku tak bisa, sungguh aku tak bisa. orang lain yang menabur benih, namun aku yang bertanggung jawab dan menerima wanita itu, untuk apa!!! Wanita banyak bukan hanya dirinya. Bayi dalam perut Mila itu bukan bayi ku, tak seharusnya aku bertanggung jawab atas dirinya.
Mungkin aku pernah meniduri Mila, namun itu hanya bentuk pelampiasan hasrat ku semata, tidak kurang dan lebih... Bukan karena aku menerima dirinya, tapi aku hanya ingin tahu rasanya bercinta dengan wanita bodoh itu.
Dan kini aku mencari kebahagiaan ku, bersama Andrea dan aku sudah bahagia bersama Andrea, ia akan memberikan ku anak darah daging ku sendiri. Bukan seperti kamu yang mengandung anak orang lain, batin Reza.
.
.
.
.
Sementara itu, Mila mengucunci rapat pintu rumahnya, bahkan Mila menutup gorden rumahnya dengan rapat juga. Mila sudah tak mau melihat Bagas lagi, Mila tidak ingin bertemu dirinya lagi.
Bagas seperti ancaman untuk hidup Mila. Dan bags sosok yang menakutkan dan membuat hidup Mila berantakan.
__ADS_1
Mila pun tak berani membuka pintu rumah sebelum Mila merasa bahwa Bagas telah pergi.
Hingga hampir satu jam Mila menutup rapat pintu dan jendela.
Hingga
Sebuah ketukan pintu terdengar nyaring dan kasar..
Bruk..
Bruk...
Bruk..
Mila pun kaget dengan suara ketukan pintu itu.
Sebelum Mila membuka, Mila mengintip dari jendela siapa yang mengetuk itu.
Ternyata bapak batin Mila sambil mengintip dari jendela.
Sebelum membuka pintu, Mila memastikan jika tak ada Bagas yang menggangu hidupnya.
Bagas sudah tampak pergi saat itu..
Setelah Mila merasa tidak ada Bagas, Mila membuka pintu dan disana bapak sudah menunggu.
"Mila???" Ucap bapak terlihat kesal menatap Mila.
"Maaf pak tadi Mila membukanya lama, bapak marah ya"
"Bukan soal itu, ada yang ingin bapak tanyakan soal kehamilan kamu. Siapa pria yang sudah menghamili kamu?" Tanya bapak dengan sorot mata tajam kepada Mila.
Mila pun kaget saat bapak tahu, Soal Mila yang sedang hamil namun bukan anak Reza.
__ADS_1
Dari mana bapak tahu? Batin Mila.