
Hingga saat hari dimana makan pernikahan Mila dan Bagas.
Memang saat itu Mila mengundang umi saidah tapi itu hanya melalui telepon pribadi.
Untuk mengundang reza secara langsung Mila tidak mengundangnya dengan alasan saling menghargai perasaan masing-masing, dan cukup doa yang paling penting.
Bagas pun juga meminta Mila untuk jangan mengundang reza saat itu, Mila pun juga setuju untuk tidak mengundang Reza. Kecuali umi Saidah yang memang Mila sudah anggap seperti ibunya sendiri.
Masih di hari pernikahan Bagas dan Mila...
Bagas pun tersenyum bahagia saat itu. Dirinya yang enggan untuk membina rumah tampaknya tak bisa merubah takdir yang ada, tidak bisa merubah jalan hidupnya sendiri.
Saat seorang wanita muda yang hanya perlu menjadi dirinya sendiri namun dapat merubah Bagas untuk merubah jalan hidupnya.
Hati Bagas terlihat bahagia merasa bahagia karena dapat memiliki seorang wanita untuk hidup bersama dan akan menjaga dengan segenap rasa.
Mila Safira wanita cantik yang menginjak usia 21 tahun lebih itu tampak cantik dengan kebaya warna putih yang ia kenakan. Mila terlihat anggun dengan tatanan rambut yang tersanggu indah.
Mila adalah sesosok wanita muda yang sebenernya memiliki tingkat kedewasaan dan kematangan yang cukup dalam hidup.
Bahkan pertama kali Bagas bertemu dengan Mila dia punya cita-cita ingin segera menikah dan membangun rumah tangga. Dari situ Bagas tahu bahwa dia ingin semuanya termainset dengan baik dalam hidup dan sesuai harapan walau terkadang jalan memang tak selalu indah.
Hingga saat itu, Bagas terus saja menatap Mila dengan kebaya putih yang ia kenakan, wajah putih mulus dan terlihat cantik serta anggun di hari pernikahannya membuat Bagas enggan berpaling dari sang pujaan hati.
Bagas pun berusaha menghibur Mila, mata Mila terlihat memerah yang saat itu.
"Sayang" kata Bagas pada Mila. "Udah dong jangan sedih ya" pinta Bagas.
Mila pun menoleh..
"Sini aku pegang tangannya" kata Bagas berusaha untuk membuat Mila lebih rileks dan jangan sedih
"Iya mas pegang tangan ku jangan lepasin aku" kata Mila."Janji"
""Ya gak lah Mila, masa kamu aku tinggalin. Malah bukan aku tinggalin aku deketin terus sampe mepet" kata Bagas tersenyum.
"Oh ya mau makan gak" tanya Bagas.
"Eemm mau?" Kata Mila.
"Makan apa?"
"Siomay ada gak" jawab Mila.
"Ada, Pakai pare gak?" Tanya Bagas.
"Jangan, gak suka itu terlalu manis" kata Mila.
"Oh iya, aku lupa kamu kan udah manis tapi pare emang manis ya" jawab Bagas sambil tersenyum.
"Iya kalau makannya deket kamu" kata Mila. "Iya mas jangan lama-lama ambilnya"
"Emang kenapa gak lama kok" kata Bagas.
__ADS_1
"Takut kangen" ucap Mila manja.
"Ya ampun Mila aku ambil cuma beberapa langkah doang masa kangen"
"jangankan cuma beberapa langkah, gak melangkah aja aku udah kangen"
"Heemm nikah sama anak kecil gini nih, suka manja" kata Bagas saat itu mengeluh tapi senang dengan kelakuan Mila yang pada akhirnya malah membuat Bagas tersenyum.
Lalu Bagas pun mengambil siomay yang ada saat itu. Dan kembali ke pelaminan bersama Mila.
"Mas?" Kata Mila terdengar manja.
"Apa?" Tanya Bagas.
"Suapin" pinta Mila.
"Ya ampun Mila kamu gak salah, kamu gak malu banyak orang" kata Bagas saat itu lembut.
"Gak apa-apa mas bawaan bayi ini, mau ngerasain rasanya di suapin sama mas Bagas" kata Mila lagi.
"Kemarin kan udah" kata Bagas.
"Lupa rasanya"
Bagas pun langsung tersenyum menggelengkan kepalanya kepada wanita yang ia cintai kali ini.
Bagas tak menyangka jika Mila dapat juga mengerjai dirinya saat ini. Namun Bagas senang dengan sifat manja sang istri yang sungguh baginya menggemaskan.
"Oke mas suapin tapi pakai mulut ya" kata Bagas dengan senyumannya.
Bagas pun tertawa.
"Mas"kata Mila.
"Apa?"
"Ini enak mas"
"Lebih enak punya mas" goda Bagas melirik ke arah Mila sambil tersenyum.
"Apaan sih mas?" Kata Mila mengerucutkan bibirnya.
"Sosis pakai mayonise"
"Ampun mas ih.. ngeselin banget" kata Mila cemberut.
Bagas pun tertawa lagi karena telah berhasil membuat Mila sedikit melupakan rasa kesedihan yang ada. Bagas tahu saat ini Mila sedih. Banyak hal pastinya membuat dirinya sedih.
Dan saat itu...
Saat pernikahan Mila yang biasa bernyanyi diatas panggung itu nyatanya Mila menolak saat dirinya di minta untuk bernyanyi. Mila merasa malu saja saat itu, karena banyak tamu yang hadir terutama orang penting yaitu para rekan bisnis Bagas dan tamu undangan penting dari Ayah mertuanya.
Hingga sampai saat itu, akhirnya mereka pun melakukan sesi foto bersama di pelaminan dengan melakukan sesi mesra.
__ADS_1
Mila yang sudah menjalani hubungan dengan Bagas tapi tak pernah sekalipun foto berdua dan kali pertama mereka melakukan sesi foto berdua ada kecanggungan yang mereka rasakan saat ini. Ada perasaan yang dalam dan menggebu yang saat ini tengah mereka rasakan.
Gugup..
namun...
ada lucu-lucunya. Ya seperti hidup ini, terkadang manis kadang pahit.
Dan menariknya lagi pengarah foto saat itu meminta Mila dan Bagas harus mesra layaknya pasangan yang tengah berbahagia.
"Mba, jangan kaku ya kaya kanebo kering. Saling cinta kan bukan nikah paksa, heheh" ledek sang fotografer saat itu.
"Coba pegang dada suaminya pakai tangan ya yang mesra dan lembut anggap ini hari pernikahan kalian" pinta juru kamera.
"Ya emang hari pernikahan mas" kata Bagas saat itu.
"Hehehe, mulai ya pegang suaminya"
Mila pun tersenyum bahagia namun agak kaku saat ia mampu melakukan foto bersama.
"Lagi ya" kata juru foto
Hingga saat mereka saling foto bersama saat. Mila yang ganti posisi dipangku oleh Bagas. Karena di minta oleh sang fotografer. Merasakan sekali bahwa punya Bagas yang di dalam itu menegang. Mila mampu merasakan bagaimana pusaka dari milik suaminya sangat keras dan terasa saat Mila dipangku oleh Bagas.
Mila pun tersenyum kecut saat tahu barang milik suaminya tegang padahal saat itu masih dalam suasana ramai dan foto bersama.
"Mas ini emang begini ya" bisik Mila.
"Iya emang kenapa, kamu ngerasain juga" kata Bagas.
"Cuma mau bilang" kata Mila.
"Bilang apa?"
"Awas terbang"
Bagas pun langsung tertawa cekikikan mendengar Mila berbicara seperti itu.
"Cuma mau bilang" ucap Bagas.
"Apa?"
"Jangan kabur ya tar malam"
"Heeemmm jadi ngilu dengarnya" kata Mila.
"Dih kamu sendiri yang mulai" kata Mila.
"Heemmm" Mila pun hanya mendengus kesal dengan obrolan singkat yang di rasa cukup mesum itu.
Ah Mila Mila tunggu nanti ya kamu batin Bagas tersenyum.
Hingga keduanya tampak malu malu saat mereka saling bertatap satu sama lain.
__ADS_1
Bagas pun merasakan kebahagiaan saat wanita yang ia cintai sudah sah saat ini.