Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Sikap dingin mu


__ADS_3

Perasaan Mila pun yang terobrak abrik itu tak mampu Mila menyusun rapi lagi, sekalipun ada semua terasa sulit.


Tak ada tempat bersandar dan pelarian hatinya yang saat ini benar-benar Mila rasakan, Mila menatap semuanya dengan tatapan kosong. Mila menghembuskan napas beratnya, berkali-kali Mila mencoba untuk tak menangis tapi rasanya tetap tak bisa.


Sekarang mana ada pengantin baru yang harus merasakan pil terpahit seperti ini. Tak ada satupun orang yang akan sanggup dalam hal ini.


Jika kebanyakan pengantin baru mampu merasakan cinta dan sedang mesra-mesranya bersama suami, lain halnya dengan Mila yang justru sedang rasakan pilu dengan semuanya.


Setelah itu Bi Sarmi mencoba menyuapi Mila agar Mila mau makan. Karena mila memang sangat terlihat lemah dan pucat, dengan perlahan Mila pun menerima suapan demi suapan dari BI Sarmi.


Bi Sarmi pun menghapus air mata Mila, sadar Mila sudah berusaha menahan tangisnya namun tetap saja tak mampu. Itu terlihat Mila yang berkali-kali mencoba menghapus air matanya, namun tetap saja terjatuh.


Seketika saat itu tak lama Mila melihat sang suami yang baru saja datang, Mila menatap Reza dengan tatapan sedih. Namun wajah Reza tetap saja masih sama, yaitu cuek dan sangat dingin.


Inikah suami ku, inikah orang yang kucintai, kenapa begini. Batin Mila.


Mila pun bernajak berdiri meski matanya masih berkunang-kunang dan mencoba menyambut suaminya yang baru saja pulang dengan mencium punggung tangan sang suami, Mila ingin sekali berbakti pada Reza karena bagaimana pun Mila adalah istri dari Reza.


Tapi bukan sebuah tangan lembut dari Reza yang Reza berikan. Reza pun malah menarik kembali tangan dari tangan Mila saat itu.


"A Reza" kata Mila menatap Reza pilu dan Reza pergi tak pedulikan Mila sama sekali.


Sakit....


Begitu sakit perasaan Mila.. saat Reza tak mau menerima ciuman tangan yang Mila berikan.


Mila memejamkan matanya menahan sakit didalam hatinya.


"A Reza kenapa begini, Mila ini istri dari a Reza. Mana janji a Reza pada Mila yang akan mencintai Mila. Mana a?" Ungkap Mila lirih.


Seketika langkah Reza terhenti saat beranjak meninggalkan Mila yang saat diruang tamu menuju tempat lain, saat Mila bicara begitu Reza pun langsung melihat ke arah Mila dengan tatapan sinisnya.


"Pertanyaan ku hanya satu Mila!!! Hanya satu!" Teriak Reza yang memenuhi seisi ruangan.

__ADS_1


" Apa bisa kamu kembalikan kesucian mu yang sudah hilang itu. Apakah bisa! Yang sudah pergi tak akan bisa kembali Mila! Takan bisa" ucap Reza sarkas.


Deg..


Perasaan Mila kembali hancur dengan penuturan sang suami.


Mila pun menyadari hal itu takan bisa kembali, waktu yang sudah berputar takan bisa pernah kembali. Waktu yang sudah berlalu tak akan bisa di kembalikan lagi.


Hiks hiks hiks.. tangisan Mila terdengar.


"Mila jawab pertanyaan ku!!! Apakah bisa kamu mengembalikan semuanya"tanya Reza dengan lantang


Mila pun tertunduk dan menggeleng.


"Itu sebab aku tak bisa, aku tidak bisa. Dari awal kita menikah, dari awal kita menjalani hubungan ini, Karena kamu mampu menjaga kehormatan mu, sekarang apa? Sekalipun kamu memaksa tapi tetap saja hatiku tak bisa, Mila!!!" Reza pun pergi meninggalkan Mila saat itu.


Mila pun tampak lemas dengan ucapan Reza saat itu yang begitu menusuk ke dalam relung hati Mila. Seketika ingatan buruk saat dirinya ternoda oleh pria itu terulang kembali, tubuh Mila gematar hebat Mila pun memukuli tubuhnya sambil tertunduk.


Bukan pernikahan ini yang aku impikan bukan pernikahan seperti ini yang aku mau... Batin Mila sambil menangis.


Bi Sarmi pun memeluk Mila saat itu, menenangkan Mila yang sedang hancur.


Hiks hiks hiks..


Setelah itu malam hari itu pun tiba, Mila masih tinggal dirumah Reza. Mila kembali menatap kasur yang pernah menjadi saksi bisu kejadian penuh luka dan pilu itu terjadi. Sprei malam pertamanya pun masih terpasang. Mila menatap semuanya penuh luka. Mila tahu mungkin Bi Sarmi sengaja tidak mengganti sprei itu agar menjadi bukti jika Mila melaporkan semua kepada polisi, tapi hati Mila hancur saat melihat itu kembali. Kesuciannya telah terenggut untuk pria yang bukan pasangan halalnya, seperti hal terburuk dalam hidupnya.


Kejam..


Semua terasa kejam...


Hanya karena balas dendam sampai orang itu melupakan harga diri dari diri Mila perempuan bahkan harga diri dari seorang istri, yang harusnya malam itu menjadi malam berharga untuk Mila dan suami. Namun semua sirna...


Mila pun menggelengkan kepala dan lalu menutup wajah dan seluruh badannya dengan selimut.

__ADS_1


Tak terasa Mila pun tertidur..


Dalam tidur Mila pun tak hentinya mimpi buruk. Dalam tidur Mila merasakan membatin, deru napas Mila seperti memburu secara bergantian dengan cepat.


Mana kala mimpi itu menyelimuti, dan itu adalah mimpi buruk bagi Mila. Mila mengalami mimpi buruk, dalam mimpi ada wajah Bagas dalam tidur Mila. Wajah Bagas saat melakukan hubungan malam pertama itu terus terngiang, Mila teringat sekali wajah Bagas yang saat itu memejamkan mata menikmati tubuh Mila saat memasukkan benda pusakanya. Wajah Bagas yang penuh tega melakukan itu tanpa ampun.


Seketika Mila sadar dari mimpinya dan terbangun.


Mila pun mengepalkan tangan penuh kesakitan saat mengingat mimpi itu kembali, kenapa Mila memimpikan malam kelam itu. Kenapa?


Trauma berat yang Mila rasakan harusnya mendapat perhatian khusus dari orang terdekat dan mendapatkan dukungan dari orang terdekat.


Dan mungkin harusnya saat ini Mila menjalani perawatan diri pada dokter pskiolog namun justru itu sebaliknya Mila malah mendapat sebuah pukulan berat dari sikap sang suami yang justru membuat diri Mila semakin terpuruk.


Mila pun kembali membatin.


Malam itu Mila tak lagi bisa tidur, Mila pun melanjutkan solat malam. Demi menenangkan hatinya dan untuk mendapatkan sumber kekuatan hatinya dari sang maha kuasa.


Hanya itu yang Mila bisa lakukan selain berdoa kepada sang maha kuasa.


Sesaat setelah itu Mila pun keluar kamarnya ingin melihat Reza sang suami.


Lalu Mila pun melihat Reza tidur disofa di ruang tamu. Mila menatap lekat menatap wajahnya yang tertidur.


Mengapa dirinya lebih memilih tidur diluar dibanding dikamar bersama istrinya, sebegitu tak Sudi dirinya kah pada ku hingga lebih memilih tidur sendiri dibanding bersama ku batin Mila melihat Reza.


Lalu hati Mila pun masih sangat masih mencintai pria yang memang baru dua hari menikah, dengan perlahan Mila pun memberikan selimut untuk Reza yang tertidur disofa.


Mila pun memeluk Reza yang sedang tertidur, Mila sangat merindukan moment indah dan kebersamaan itu meski semua hampir terasa sulit.


Hingga Reza melihat Mila yang memeluknya Reza pun melihat Mila yang sedang memeluk dalam tidurnya, tapi bukan sambutan pelukan dari Reza tapi Reza malah terbangun dan pindah untuk tidur ditempat lain


Mila pun seketika terdiam dan tak bergeming memejamkan mata menahan rasa sakit itu sambil mengehela napasnya.

__ADS_1


__ADS_2