
Lalu setelah mendapatkan sebuah jam sports berwarna hitam dengan harga 350.000 Mila membawa pulang sebuah hadiah yang akan ia berikan Reza disaat ulang tahunnya nanti.
Mila pun menunggu sebuah orderan ojek online dan menunggu didepan sebuah mall. Mila pun terdiam dan menatap langit yang sepertinya akan tampak hujan.
Mila berharap saat ia pulang tak akan turun hujan. Hingga saat ia menunggu ojek online seorang pria mendekati Mila yang sedang menunggu ojek online. Dan itu adalah Raka. Raka pun tersenyum saat melihat wanita itu lagi.
"Hay kamu mau pulang"
"Ah iya" kata Mila.
"Bagaimana kalau kita"
"Saya duluan maaf sudah dijemput" kata Mila langsung pergi. Mila merasa terburu-buru karena malam itu akan hujan.
Raka pun hanya menatap Mila, padahal kedatangan dirinya adalah untuk meminta nomer teleponnya. Mila tampak pergi begitu cepat.
Raka yang lantas ingin meminta mengejar dan meminta nomer teleponnya, tapi sayang Mila nya sudah pergi entah kemana bersama ojek online.
"Wanita itu pergi dengan cepat sekali, apakah dia Cinderella yang harus segera pergi sebelum jam 12.00 malam. Aku bahkan belum menanyakan dimana rumahnya, padahal bisa saja dia pulang bersama ku" kata Raka yang merasa kehilangan Mila.
Sementara itu Mila..
Tampak menyusuri jalan dengan ojek, Mila merasa saat itu angin memang terasa dingin kalau saja Fandi tak memberinya sebuah jas mungkin Mila pulang akan kedinginan.
Mila pun tampak berharap tak akan hujan, tapi tetap saja ternyata hujan turun membasahi bumi. Hujan yang lebat itu pun membuat Mila harus berteduh sejenak dipinggir jalan.
Mila menunggu hujan reda sambil menatap langit, sambil memikirkan Reza saat itu. Ada perasaan pilu tapi tetap ada rasa cinta yang Mila yang tengah rasakan. Semua rasa kini seolah menjadi satu.
Hujan pun tampak reda Mila pun kembali melanjutkan perjalan. Hingga Mila merasa lapar saat dijalan, ia pun teringat belum makan.
Sesampainya dirumah, Mila pun melihat umi Saidah yang menunggunya saat itu pukul 10.00 malam tepat Mila sampai rumah.
"Assalamualaikum, Umi menunggu Mila" ucap Mila yang melihat umi saat itu yang duduk diruang tamu belum tidur.
Umi pun menatap menantu nya dengan tatapan tak biasa karena baru tahu jika Mila saat bekerja terlihat begitu seksi dan agak terbuka.
"Umi, Mila gak kemana-mana Mila cuma kerja" kata Mila.
"Kamu kerja? Kamu kerja apa? Kamu gak kerja yang aneh-aneh kan" kata umi yang takut kalau Mila mengerjakan suatu hal yang negatif seperti open BO.
"Nyanyi umi"
"Yakin"
"Yakin umi, memang umi kira Mila kerja apa?"
"Jangan sampai ya kamu kerja yang gak bener Mila"
"Gak lah umi, senekat apapun Mila nekat tapi gak senekat itu. Jadi umi tenang aja" kata Mila.
"Meski mungkin kamu pernah jatuh dalam hidup mu, tapi jangan pernah menjatuhkan dirimu" ucap umi yang saat itu merangkul Mila.
"Iya umi" kata Mila.
__ADS_1
"Kamu sudah makan" tanya umi.
"Belum"
"Makan lah dulu, umi hari ini masak gulai kamu coba ya masakan umi"
"Iya umi terimakasih" jawab Mila tersenyum.
Mila yang tadi di awal kedatangan di keluarga Husein dan kini Mila tak pernah menyangka jika umi Saidah justru menerima baik diri Mila.
Lalu Mila pun bersih-bersih dulu ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, Mila pun menggantung jas milik Fandi. Setelah itu Mila pun lanjut solat isya.
Mila pun pergi ke dapur dan melanjutkan memakan hidangan yang umi sudah buat, yaitu gulai kambing. Mila pun mengambil nasi dimagic com dan memakainya sambil tersenyum tersirat.
Mila senang disaat seperti ini dalam hidupnya masih ada umi Saidah yang menganggap Mila seperti putrinya sendiri. Mila pun memakannya sendiri di meja makan karena yang lain sudah makan, Mila makan dan terhanyut dalam lamunan tentang cintanya yang tak utuh lagi. Hal paling membuat dirinya sedih adalah Mila sendiri sedih dengan bayang cinta tanpa kekasih namun sebenernya Reza begitu melekat di hati.
Mila tak pernah mengerti mengapa mengalami hal seperti ini, hubungan yang sudah ia jalani dua tahun nyatanya tak membuat dirinya bahagia setelah menikah, hanya karena satu satu kesalahan yaitu sebuah kesucian yang telah direnggut oleh pria lain. Mana yang dulu pernah dikatakan oleh Reza sebelumnya bahwa cinta itu tanpa syarat utuh. Tapi ternyata Mila menjadi sosok orang yang tak berharga Dimata Reza setelah tak suci lagi. Seketika Mila pun mengehela napas beratnya dan segera menyudahi makannya.
Mila pun seketika masuk ke kamar dan menatap foto Reza yang ada dimeja, dan mencium foto itu da kerinduan setiap kali melihat wajahnya. Lalu Mila pun mencium Poto Reza, ya hanya sebuah foto yang bisa menyampaikan perasaannya.
Seharusnya Reza berasa dikasur empuk ini untuk tidur bersama Mila, cuma foto yang mampu menemani.
Mila tak tahu, jika Reza akan sekeras ini pada diri Mila, jika ingat semua yang terjadi Mila sungguh meraksan sakit yang begitu teramat dalam.
Lalu Mila pun memejamkan matanya dan tanpa terasa memejamkan mata dan terlelap dalam tidurnya.
Hingga akhirnya dia tertidur, didalam mimpi Mila bertemu dengan Reza.
Sementara itu, terlihat Reza yang pulang pada malam itu. Waktu menunjukkan pukul 01.00 malam, Reza pulang bukan untuk pulang. Tapi mengambil flashdisk yang ia akan pakai untuk meeting besok karena ada hal penting didalamnya.
Saat Reza masuk ke kamar Mila pun masih tampak tertidur lelap saat itu.
Dalam tidur Mila, Reza pun menatap Mila yang sedang tertidur. Mila tampak cantik...
Tapi saat itu juga ingatan buruk itu kembali datang.
Ingatan buruk di mana Reza melihat bagaimana seorang pria tanpa pakai celana lengkap dan Mila hanya ditutupi selimut. Itu membuat hati Reza sakit dan kembali pada ingatan buruk. Sakit, sangat lah sakit. Hingga Reza mengutuk Mila dan membenci Mila karena kenangan buruk itu.
Reza tak sanggup mengingat hal paling buruk itu apalagi yang Reza lihat adalah darah keperawanan Mila yang telah terenggut. Rasanya Reza ingin teriak dan marah bila ingat itu semua.
Reza pun langsung menendang lemari.
Brraaaaggggghhhhhh...
Hingga dalam tidur, Mila pun terbangun.
Mila pun membuka mata secara perlahan dan melihat ternyata ada Reza.
Mila pun seketika itu tersenyum saat diri Reza yang baru saja datang di dalam mimpinya kini di depan matanya.
"A Reza" kata Mila berdiri didepan Reza.
Reza tampak tertunduk sambil mencari sesuatu dilaci.
__ADS_1
"Aa cari apa?" Tanya Mila yang melihat Reza sedang mencari sesuatu.
"Aku kesini cari flashdisk buat meeting besok!!! Bukan buat kamu Mila" kata Reza ketus.
Lalu setelah itu Reza pun tampak bergegas pergi.
"Aa mau kemana?" Tanya Mila.
"Pergi"
"Kemana a?"
"Bukan urusan kamu!!!"
"A ini udah malam, menginaplah dulu disini"
"Aku tidak mau!!!"
"Tapi ini rumah Aa"
"Aku tidak mau, kamu dengar aku bilang kan"
"A, jika aa gak Sudi untuk tidur disini dengan ku, AA boleh tidur disofa"
"Aku tidak mau Mila!!!"
"A aku mohon tidur lah dulu dirumah ini. Aku sangat merindukan mu" ucap Mila memeluk Reza sangat erat dan penuh cinta.
"Lepaskan aku Mila!!!! diriku haram di sentuh oleh mu. Aku haram disentuh oleh wanita seperti mu sekalipun kamu istriku!!!!" Kata Reza kasar.
Deg...
Perasaan Mila pun hancur mendengar ucapan Reza yang begitu menyayat hati.
"Mana ada A, mana ada seorang istri yang haram menyentuh tubuh suaminya a" kata Mila.
"Tak usah ku jelaskan Mila, lebih baik kamu mikir mana ada seorang istri yang memberikan kesuciannya untuk orang lain,!!"
"A mana ada juga wanita yang memberikan kesuciannya pada pria yang ia tak cinta terlebih itu bukan suaminya"
"Tapi kamu mengenal pria itu, takan dia mengejar mu sejauh ini sampai ia rela meniduri mu jika bukan karena dari awal kalian saling kenal. Perkenalan mu dengan dia itu yang aku sesalkan Mila, aku sesalkan. Andai!!!! Andai saja kalian tak saling kenal tidak akan hal ini terjadi"
"Jadi aa menyalahkan Mila!!!"
"Iya!!! Kamu adalah orang yang aa cinta sekaligus AA benci dalam hidup aa karena memberi luka yang teramat dalam!!! Paham!!!!" Ucap Reza yang pergi dan membanting pintu.
Braagghh..
Kepergian Reza yang bukan untuk mencari Mila membuat Mila hancur berkeping-keping apalagi dengan ucapan Reza yang begitu menyayat hati.
Haram disentuh tak sepantasnya Reza mnegtakan itu pada Mila yang sudah sah menjadi istrinya.
Air mata Mila pun terjatuh saat itu.
__ADS_1