
Mila pun terdiam dalam keheningan setelah ia menyelesaikan pekerjaan rumah yang Mila anggap itu luar biasa melelahkan karena baginya, sulit untuk ia resapi mengapa ia di perlakukan seperti babu di rumah suaminya sendiri.
Mila pun terdiam dan merenung sejenak.
Hingga Mila merasa sakit di perutnya karena lapar namun hanya dapat memegang perutnya yang terasa kosong itu.
Dan Mila pun teringat akan dirinya yang kini tengah hamil namun ia belum makan apapun.
"Sayangnya mama sabar ya, mungkin saat ini mama belum bisa kasih kamu makan. Tapi mama sayang sama kamu sabar nak, yang kuat ya" kata Mila memegang perutnya yang kosong karena belum makan dari tadi pagi.
Mila pun akhirnya duduk diatas anak tangga sambil bersandar dengan keringat yang bercucur dan wajah yang pucat.
Dirinya pun sudah tak sanggup lagi mengerjakan pekerjaan rumah selain karena lelah ia pun lemas karena belum makan.
Hingga dirinya pun yang sudah terasa lelah di paksa tetap harus menyelesaikan cucian piring setelah Alina makan.
"Wah baru sehari sudah berasa menjadi nyonya di rumah ini" kata Alina ketus. "Buruan cuci piring, jangan leha-leha dasar mantu sialan. Gak tahu di untung, gak punya muka"
Kata-kata Alina yang masuk relung hati terdalam sebenarnya membuat Mila marah, tapi Mila mencoba menahan rasa kesal yang ada di dalam hatinya sambil menatap Alina tajam.
"Apa kamu lihat-lihat!!!! Nantangin kamu!!!" Kata Alina
"Gak ma" kata Mila singkat.
"Yaudah buruan kerjain semuanya, jangan sampai gak selesai" kata Alina emosi.
Mila pun mengehela napasnya mencoba sabar kali ini.
Mila pun mengangkat piring kotor yang berserakan di meja makan. Mila bisa saja melawan tapi dirinya teringat bahwa dia tak mau adu mulut dengan mertuanya yang kejam dan keras itu.
Hingga Mila pun memakan sisa makanan yang ada di meja bekas Alina makan. Karena Mila sudah tak sanggup lagi menahan lapar yang ada. Sisa nasi dan sisa makanan Mila makan dengan rasa sedih, berharap suaminya kelak cepat pulang karena sejujurnya hanya Bagas yang saat ini Mila harapakan kehadirannya.
Mila pun berharap semua yang menjadi fitnah pada diri Mila kelak akan selesai semua penderitaan ini. Karena Mila tak sanggup bila hidup dalam keadaan penuh derita karena sebuah fitnah yang belum tentu benar adanya.
Mila pun memejamkan matanya dengan rasa teramat perih.
Hingga..
__ADS_1
Malam hari...
Mila berharap jika dirinya yang di dera rasa lelah karena seharian membersihkan rumah bak istana, dapat istirahat nyaman tapi.. nyatanya tidak.
Bahkan saat itu Mila di paksa oleh Alina untuk tidur di sebuah gudang dan tidur tanpa alas.
Hingga Mila pun menatap sayu keadaannya saat ini. Mila pun mengambil kardus sebagai alas ia tidur agar dinginnya lantai tak mampu menembus tubuhnya.
Namun nyatanya seolah semua sama saja, kini Mila merasa menggigil dalam tubuhnya. Tak ada yang mampu Mila lakukan selain meringkuk kedinginan, dan mirisnya pintu terkunci dari luar. Mila pun termenung dalam diam memejamkan mata penuh rasa sakit pada tubuhnya.
Mila berharap empat hari yang ada saat ini bukan lah hari dimana ia menemukan ajal karena penyiksaan batin dan psikis yang Mila dapatkan. Namun menunju sebuah bahagia yang entah kapan.
Sejujurnya saja Mila sudah merasa nyaman untuk hidup bersama pria yang bernama Bagas. Walau ujian yang tengah di rasakan sangat lah pahit, Bahkan teramat sulit
Hingga pagi menjelang, Mila pun merasa tak enak badan. Badan Mila menggigil kedinginan, badan Mila terasa rapuh bahkan sakit semua.
Namun Alina datang dengan mata yang menyala seolah ada kemarahan di dalam hati yang membara.
Disiram lah seember air pada tubuh Mila untuk membangunkan Mila.
Byuuurrr
Diri Mila gelagapan saat air itu mampu membangunkan Mila
"Banggunnnn dasar pemalas!!! Kerja!! Bersihin rumah jangan cuma tidur" kata Alina menarik Mila kasar dan menarik nya langsung menuju tempat pencucian baju.
"Cuci semua baju yang ada jangan sampai ada yang kotor!!!"
"Ma, Mila sakit pala Mila pusing" kata Mila yang merasa kedinginan itu.
"Alasan!!! Tidak ada istilah penjahat seperti mu sakit"
"Ma Mila jujur apa adanya, tolong kasihani Mila ma"
Alina tak peduli ia pun langsung melempar semua baju kotor ke wajah Mila.
"Mama"
__ADS_1
"Cepat!!!''
Hingga saat itu Mila pun tetap melanjutkan pekerjaan rumah yang dirasa sangat melelahkan itu.
Selain itu...
Mila pun yang sedang sakit di paksa melakukan hal lain yaitu menggosok pakaian namun tanpa sengaja ia membolongkan pakaian Alina yang ia gosok.
Alina pun tahu karena saat ia lewat ia mencium bau gosong.
"Bodoh!!!! Orang gila kamu ya, baju saya sobek begini" kata Alina kesal.
Secara garis besar itu adalah kesalahan Mila yang kurang hati-hati dalam menggosok karena dirinya merasa lelah sekali.
"Kamu tahu hukuman untuk kamu apa?"
"Maafin Mila ma, Mila gak sengaja"
"Oke gak apa-apa kali ini tapi ada syaratnya"
"Apa ma?"
"Temani mama belanja ya"
"Baik ma"
Mila pun senang karena dirinya di ajak belanja.
Namun di balik itu semua sebenernya Alina tak benar-benar tulus mengajak Mila belanja.
.
.*******
maaf banget blm bisa up karena banyak kerjaan di tempat kerja..
huhuhu..
__ADS_1
tapi tenang mgkn dua atau tiga episode lagi niatnya aku mau tamatin... maaf ya girlzz aku gantung.
dan maaf kalau ceritanya jelek ...