
Air hujan membasahi bumi, berikut hati Mila yang dilanda duka dengan kepergian sang Ayahanda untuk selamanya.
Mila pun tak menyangka disaat seperti ini Bagas datang tiba-tiba, dan kini berada di belakang Mila.
Namun kedatang Bagas sesuatu hal yang Mila tak pernah inginkan, kedatangan Bagas yang seolah malapetaka untuk Mila jelas tak disambut baik, karena Mila merasa dijahati oleh Bagas.
"Untuk apa dirimu datang, aku tak meminta mu hadir saat ini" kata Mila yang terlihat menunduk tak mau melihat Bagas saat itu.
"Aku turut berduka atas kepergian Ayah mu" kata Bagas yang sedang memayungi Mila.
"Tak usah sok empati pada ku Bagas, lebih baik dirimu pergi daripada malah membuat hati ku semakin hancur" ucap Mila yang tak mau Bagas datang.
Bagas pun terdiam.
"Sudah puas kah kamu, dengan semua yang terjadi pada ku. Bapak aku meninggal dan dia sedih hingga saat terakhir, setelah ia tahu bahwa aku hamil dari seorang pria kejam seperti mu! Hukuman apa lagi yang akan kamu berikan kepadaku, hukuman apalagi. Lebih baik kamu pergi, aku tidak ingin melihat mu" ucap Mila.
"Mila aku akan bertanggung jawab untuk anak mu" ucap Bagas sambil menarik napas dalam.
"Tanggung jawab apa, tanggung jawab apa! Kepergian mu lebih baik daripada aku harus meminta pertanggungjawaban dari mu, apa yang kamu katakan itu hanya kebohongan semata. Rencana apalagi yang akan kamu lakukan untuk menghancurkan hidup ku"
"Mila, aku tak bohong aku akan bertanggung jawab demi bayi yang kamu kandung saat ini. Jangan gugurkan anak itu"
Mila pun masih tak percaya saat itu.
"Mila, kamu dengar baik-baik di depan kuburan bapak mu aku berjanji, aku akan mempertanggung jawabkan semua. Aku akan menikahi mu, sebagai bentuk pertanggungjawaban ku" kata Bagas dengan suara yang tegas dan lantang.
Seketika Mila pun terdiam dan kaget dengan ucapan dari Bagas .
__ADS_1
"Aku akan nikahi mu" jelas bagas sekali lagi.
Menikahi mu...
Kata itu begitu mengangetkan Mila pasalnya Bagas yang meminta untuk menggugurkan kandungan Mila tiba-tiba berkata begitu membuat Mila tak percaya.
"Mila, aku akan menikahi mu aku berjanji" jelas Bagas.
"Kamu tak perlu melakukan itu, karena aku tidak mencintaimu dan mengharap kehadiran mu" kata Mila.
"Jangan egois Mila, apakah kamu tidak perlu sosok ayah untuk bayi mu. Apakah kamu mau anak mu sendiri tanpa kehadiran ayahnya. Disaat aku tidak mau bertanggung jawab dan meminta mu menggugurkan kandungan mu kamu marah. Dan disaat aku mau bertanggung jawab kamu juga tidak mau. Kamu maunya apa? Dasar kepala" Ucap Bagas meyakinkan Mila.
Mila pun sejenak terdiam dan berfikir bahwa apa yang dikatakan Bagas memang ada benarnya, Mila pun juga tak mau jika bayi yang ada didalam perut Mila tak memiliki ayah. Namun saat sisi Mila sangat membenci Bagas.
"Mila? Aku bertanya kamu dengar?" Kata Bagas sekali lagi.
"Baiklah aku terima tapi satu hal yang harus kamu ingat" ucap Mila.
"Mudah, sangat mudah untuk ku Mila. Jangan kan tiga bulan, lebih dari tiga bulan pun aku sanggup" tantang Bagas saat itu
"Baiklah aku pegang ucapan mu soal semua ini, aku pegang yang kamu bilang akan tanggung jawab" kata Mila.
Bagas pun memberikan payungnya pada Mila.
Mila pun masih tak percaya dengan ucapan Bagas saat itu. Apalagi yang Mila tahu Bagas tak pernah mau tanggung jawab. Lalu apa yang membuat dirinya begitu yakin dengan apa yang ia katakan.
Mila pun terima meski dalam bentuk keraguan yang dalam.
__ADS_1
Bagas pun menatap Mila dan meminta Mila untuk berdiri.
"Berdirilah" kata Bagas saat itu meminta Mila berdiri. Namun saat tangan Bagas mencoba memegang bahu Mila. Mila lantas tak ingin Bagas menyentuh bahunya.
"Aku bisa berdiri sendiri tanpa bantuan mu" kata Mila.
Mila pun berdiri dan berhadapan dengan Bagas saat ini.
Suatu hal yang tak Mila duga adalah, Bagas tampak mengambil sesuatu di saku celananya dan dan itu adalah kotak cincin.
Lalu Bagas membuka sebuah kotak cincin dan itu merupakan sebuah cincin yang sangat indah yang pertama kali Mila lihat.
"sini tangan mu" kata Bagas pada Mila.
"Untuk apa?"
"Jangan banyak bertanya ini adalah bukti aku serius pada mu, kuburan ayah mu menjadi saksi di mana aku melamar mu" kata Bagas saat itu.
Deg ..
Mila pun kaget dengan ucapan Bagas saat itu.
Lalu benar saja Bagas memakaikan cincin itu pada jari manis Mila.
waktu pun seolah berhenti berputar saat Bagas melingkarkan cincin itu kepada jari manis Mila seolah itu mimpi.
"Ini tanda dirimu yang sudah aku lamar Mila, aku akan ikuti keinginan mu untuk menikahi mu tiga bulan lagi. ku harap kamu bisa menjaga cincin ini baik-baik" kata Bagas pergi.
__ADS_1
Bukan cincin Bagas, bukan cincin yang harusnya kau katakan. tapi perasaan, yang seharusnya kamu dan aku jaga. Itu lah yang terpenting.. Tapi, untuk dirimu yang tidak mengerti artinya sebuah cinta, aku terima.. cincin ini mungkin lebih berharga daripada cinta,dan itu tak jadi masalah. Namun paling tidak aku hargai apa yang menjadi ucapan mu saat ini, tentang dirimu yang ingin tanggung jawab padaku, aku hargai itu dan aku pegang ucapkan mu Bagas, ku pegang.. batin Mila melihat punggung Bagas menatap kepergian Bagas setelah ia melingkarkan cincin di jari manis Mila.
Bahkan payung yang ia bawa tampak ia tinggalkan begitu saja, ia berikan pada Mila saat itu.