Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Hadiah yang tak berarti


__ADS_3

Ya Raka memang berkerja di sebuah hotel di Jakarta dan memiliki cabang di luar kota. sebagai manager jadi dia terkadang mendapat sebuah hadiah penginapan dihotel jadi Raka memberikan itu kepada Reza dan Mila.


Dalam hidup Raka sebenernya sangatlah menyayangi keluarganya, dalam hidupnya keluarga nomer satu. Tapi ternyata hal paling menyakitkan adalah isteri dari Raka yang tak pernah cinta. Istri Raka hanya menjalani hubungan dengannya karena Raka memiliki karier yang bagus. Tapi untuk perasaannya Sebenernya tak untuk Raka seorang.


Akhirnya keduanya pun bertahan karena mereka sudah mempunyai anak bernama Angga. Mereka bertahan demi anak. Selama ini cinta yang Farah miliki hanya kepura-puraan saja.


Raka pun seolah terjebak dalam rasa yang tak seharusnya.


....


Sementara itu terlihat Mila yang sedang memegang sebuah hadiah yang sudah ia bungkus dengan pita berwarna pink, meski terkesan feminim tapi Mila akan memberikan ini pada Reza.


Sebenci apapun Reza benci pada Mila, Mila akan tetap memberikan hadiah ini pada Reza..pria yang ia sayang sebagai suaminya.


Lalu Mila pun turun ke bawah dan melihat umi saidah di dapur.


"Umi"


"Iya"


"Terimakasih umi sudah terima Mila dikeluarga ini" kata Mila.


"Sama-sama"


"Umi, besok Reza ulang tahun. Mila sudah punya hadiah, tapi belum beli kue ulang tahun"


"Masak aja"


"Masak apa?"


"Nasi kuning"

__ADS_1


"Mila mau deh umi bikinin a Reza nasi kuning yang agak munjung namanya apa lupa"


"Tumpeng"


"Ah iya tumpeng, Mila mau bikin itu untuk a Reza"


"Nah ide bagus tuh"


"Tapi Reza akan datang gak ya" kata Mila yang tak yakin jika Reza akan pulang.


"Hem... Ya liat aja besok kamu telepon makanya"


"Susah umi, tapi Mila akan tetap kabari"


"Tadi Raka kasih apa?"


"Tiket bulan madu, tapi gak yakin sih Reza mau. Hadiahnya buat umi saja" kata Mila.


"Eh gak boleh gitu itu punya kamu dan Reza" kata Umi menatap Mila dalam. "Siapa tahu dia berubah pikiran, apalagi ini dari kakaknya siapa tahu dia mau menerima"


Hingga esok hari ...


Hari ini adalah hari ulang tahun Reza Mila pun membuat nasi kuning di bantu bi Sarmi. Rencananya Mila ingin membuat nasi tumpeng ukuran yang tidak terlalu besar tapi tampak bagus dan lucu, sebagai pengganti kue ulang tahun yang Mila tak beli untuk Reza.


Mila pun membuat nya dengan penuh cinta dan suka hati berharap kali ini hati Reza terbuka untuk dirinya. Apalagi ini adalah uang tahunnnya.


Hingga sore hari itu Mila menyelesaikan semuanya, Mila menaruh di meja makan berharap jika Reza akan pulang.


Sebelumnya Mila sudah memberikan pesan pada Reza, bahwa Mila ingin Reza pulang saat ulang tahunnya bahwa ada hadiah untuk dirinya. Reza pun hanya menjawab singkat yaitu 'iya' Mila berharap jika Reza akan datang dengan sebuah jawaban iya itu.


Hingga saat sore hari itu Mila duduk menunggu Reza, namun Reza masih tak datang.

__ADS_1


Mila pun memberikan sebuah pesan singkat lagi agar Reza datang, namun tetap hanya iya yang ia jawab. Ditelepon pun tidak di angkat, Mila pun termenung hingga beberapa saat.


Hadiah yang berisi jam tangan dari Mila, tiket bulan madu dari kak Raka dan nasi tumpeng dengan lauk yang tersaji di pinggir tumpeng berupa ayam, tempe orek, kentang ati ampela dan urap itu sudah tersaji.


Tapi tetap langkah Reza tak sampai pada saat itu.


Mila pun sedih dan tampak termenung.


Hingga Mila pun menatap tumpeng yang ia buat dengan cinta seolah hanya hiasan saja tak pernah ada Reza saat itu


Mila pun menunggu Reza di meja makan sampai ia tertidur kala itu, mata Mila pun terpejam saat itu. Malam dingin diiringi hati yang seharusnya sebuah kebahagiaan namun berkahir percuma tak ada Reza hingga jam tiga pagi menjelang.


Mila yang setia menunggu nyatanya sirna, Reza semakin jauh dari hidup Mila.


Reza tak datang malam itu, padahal Mila sudah menulis sebuah pesan singkat untuk dirinya tak datang. Tak sama sekali Reza datang, atau memberikan kabar.


Hingga malam itu jam tiga pagi, ya jam tiga pagi..


Mila pun menaruh hadiah dan jam tangan itu di laci, Mila pun menatap itu penuh cabikan hati. Mengapa cinta sesakit ini.


Hingga Mila membuka akun sosial yang ada, terlihat Reza yang sedang merayakan ulang tahun bersama temannya disebuah Restaurant.


Hati Mila pun teriris perih, melihat semuanya.


Ini kah cara mu a, menghargai cinta ku yang sangat tulus pada mu. Inikah cara mu menghargai cinta yang begitu dalam. Sakit, semua begitu terasa sakit. Rasanya Mila ingin menghancurkan semuanya, rasanya ingin membanting semua.


Kekecewaan itu semakin terasa saat Mila mampu melihat senyum Reza bersama temannya sedangkan Mila saat ini sedang menangis sendiri menatap hidup yang begitu sulit.


Hingga umi melihat Mila yang sedang duduk dibawah dengan air mata yang berjatuhan membuat Umi Saidah kasihan karena Mila begitu terlihat terluka.


Tanpa terasa umi saidah mendekati Mila dan memeluknya erat. Mila pun menangis dalam pelukan umi merasakan kecewa terberat dalam hidupnya dengan perasaan yang berkeping-keping.

__ADS_1


"Umi a Reza tak datang, hiks hiks hiks. A Reza tak pernah mencintai Mila umi, tak akan pernah bisa cinta umi, hiks hiks hiks" kata Mila menangis.


Umi pun memeluk erat, ikut merasakan apa yang Mila rasakan. Mila pun menangis berderai air mata merasa kecewa.


__ADS_2