Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Ada sesuatu yang hilang


__ADS_3

Reza pun kini telah sah menceraikan Mila berikut dengan akta cerai yang ada. Reza mentalak Mila saat itu dengan alasan tidak sedia untuk bertanggung jawab dengan anak yang Mila kandung, Mila pun menerima apa yang menjadi keputusan Reza saat itu.


Hingga Mila menerima putusan semua yang ada, Mila menerima jika memang itu menjadi keinginan Reza. Mila pun mengerti dengan semua yang ada, Reza yang telah menikah lagi, membuat Mila membiarkan Reza untuk mencari kebahagiaan sendiri walau tanpa Mila.


Saat di persidangan pun Mila tak mau melihat Reza sama sekali Mila tampak tertunduk dan membiarkan semuanya.


Bahkan Mila saat itu melihat Andrea yang datang menemani Reza sambil menggandengnya.


Ditanya perih? Sudah pasti perih, ditambah lagi Mila pernah menaruh impian besar kepada sang mantan suami dengan harapan ada namun seolah sirna.


Mila hanya bisa berharap yang terbaik untuk dirinya walau diusia belum genap 22 tahun Mila harus merasakan menjadi seorang janda. Mila pun hanya memandang lurus ke depan tak peduli dengan bagaimana mesranya Andrea yang saat itu menemani Reza.


Meski saat itu Mila dan Bagas menjalani hubungan tapi Mila tak mau meminta Bagas untuk menemui dirinya dulu. Mila tak mau malah akan menjadi masalah dan menimbulkan fitnah yang ada.


Mila tak menuntut banyak, hingga proses selesai.


Saat pulang Mila pun melihat Andrea menggandeng Reza dengan erat. Ya Mila tahu jika mereka adalah pengantin baru, tapi setidaknya tidak ditempat ini juga tapi yaudahlah biarkan saja. Inilah kenyataan yang ada. Membiarkan mereka bahagia adalah cara Mila untuk mendapatkan kebahagiaan yang sendiri.


Saat itu..


Mila meminta pada Bagas untuk tidak menemui dirinya dulu hingga beberapa waktu yang memang akan pas untuk bertemu bersama.


Bagas pun menerima itu... Meski ada segenap kerinduan yang terasa di antara keduanya, tapi menahan rasa yang ada lebih baik..daripada harus memaksakan cinta.


Yang paling penting saat ini Mila harus percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.

__ADS_1


.


.


.


.


Hingga satu Minggu setelah keduanya bercerai secara sah di mata hukum yang ada. Reza pun merasa ada sesuatu yang mengganjal dan hilang dalam hidupnya.


Ada sesuatu yang ia rindukan tapi ia tak mengerti itu apa?


Terlihat pagi itu Reza baru saja terbangun dari tidurnya, tanpa disangka umi saidah menyiapkan bekal makan siang di sebuah rantang kecil. Reza mengira jika Mila datang kerumah umi memberikan sebuah bekal makan siang untuknya.


"Umi ini dari seseorang ya umi, kapan dia datang?" Tanya Reza memegang rantang ditangannya.


"Yang membawa rantang ini, Mila kan umi"


"Kamu bicara apa sih, ini masakan umi yang umi buat. Kamu bawa satu ya"


Seketika Reza merasakan sesak di hati dengan ungkapan umi saat itu. Reza terlalu percaya diri hingga saat itu mengira Mila yang sudah ia sakiti, akan terus tetap datang hadir menyapa dirinya. Nyatanya tidak sama sekali..


Reza harus sadar diri bahwa dirinya kini benar-benar telah bercerai dengan wanita yang sudah ia dua tahun pacari, namun berkahir hanya menikah satu bulan saja.


Reza pun tersenyum miring saat itu mengepal erat tangannya yang ada rasa sakit di dalam hatinya saat ini.

__ADS_1


Hingga Reza sejenak termenung dan terdiam..


Kehadiran Andrea adalah sebuah kebahagiaan untuk Reza, tapi kebahagiaan yang terlihat dari luar saja.


Selama menikah dengan Reza, Andrea tak pernah memperlakukan Reza secara istimewa. Andrea yang memiliki karier yang bagus sering pulang larut malam dan jika di tanya kemana alasannya adalah pekerjaan.


Jangankan sebuah bekal, untuk pulang ke kantor saja Reza pulang lebih dulu sedangkan Andrea sering pulang larut.


Hingga bekal yang ada di meja makan membuat Reza teringat pada Mila saat itu.


Sakit itulah yang kini tengah Reza rasakan.


Hingga bekal siang itu pun, rantang kecil yang tak pernah Reza hargai itu kini ia tampak membawanya ke kantornya.


Ada perasaan yang menggelayut di dalam diri untuk membawa bekal yang disediakan dari umi.


Hingga pada jam makan siang...


Reza termenung kembali dengan sebuah bekal yang ia taruh di meja makannya.


Semua tampak sama dengan apa yang Mila bawa tak ada yang berbeda, namun ternyata semua terasa berbeda rasanya disaat menyantap. Reza bukan tak menghargai pemberian umi, namun saat ini Reza merasa ada yang hilang dalam hidupnya.


Seorang wanita yang selalu hadir menyapa, seorang wanita yang menyambut Reza dengan senyum tulus, hingga kini dia tak tampak ada dan pergi bersama luka.


Kini Reza mengerti yang mahal itu bukan makanan yang dibeli dengan harga mahal. Tapi yang mahal itu adalah sesuatu yang sederhana namun di perlakukan secara manis dan istimewa.

__ADS_1


Saat itulah Mila selalu memperlakukan Reza dengan cara seperti itu, cara yang manis dan istimewa.


Hingga kini Mila telah pergi, dan Reza benar-benar merasakan kehilangan sosok Mila dalam hidupnya.


__ADS_2