
Mila pun menangis dalam keheningan malam, terasa sakit di dalam batin yang teramat dalam.
Ucapan Reza yang begitu menyayat hati, seperti seribu tusukan yang begitu dalam. Mila terasa perih batin, merasakan hal terberat dalam hidup yaitu dibenci oleh sang suami dengan satu kesalahan yang Mila sendiri tak pernah ingin terjadi.
Kini Mila merasakan bahwa Mila pun akhirnya mengutuk dirinya sendiri, membenci diri Mila sendiri. Mila pun memukul tubuhnya dengan tangannya, rasanya seperti ingin mati saja. Meninggalkan seluruh pahit yang kini dirasa. Bulir demi bulir air mata membasahi pipi. Tak ada obat yang mampu menyembuhkan luka ini.
Mila pun bersandar ditembok dengan tatapan putus asa, tapi berkali-kali Mila untuk tetap waras mengingat masih ada orang yang Mila sayang yaitu bapak, umi Saidah dan Abi Husein.
Hingga keesokan paginya.
Seorang anak kecil berumur empat tahun datang ke kamar Mila tiduri, dan tidur di samping Mila.
"Kok om Eza jadi cantik, kok om Eza rambutnya panjang" hingga saat itu seorang anak kecil itu tampak memeluk Mila dan mencium pipi Mila. "Om Eza jadi cantik"
Seketika Mila pun membuka mata melihat siapa datang, Mila tak kenal dengan anak kecil yang sedang memeluknya saat ini. Apakah Tuhan mengutuk Reza menjadi kecil. Wajahnya mirip Reza kecil.
"Hey kamu siapa?" Tanya Mila.
"Kamu bukan om Eza"
"Bukan, aku solat dulu ya" kata Mila yang terbangun dan merapihkan bantal serta selimut. "Kamu kalau mau tidur di kamar ini, tidur aja tapi Tante solat dulu ya"
"Tante belum solat"
"Belum Tante kesiangan sekarang udah jam setengah enam, Tante solat dulu ya tampan"
Saat solat subuh, anak kecil itu pun tampak loncat-loncat diatas kasur milik Reza. Hingga Mila selesai solat Mila pun mendapati anak kecil itu masih loncat-loncat diatas kasur. Mila pun merapihkan mukena dan kembali ke kasur untuk melihat anak kecil yang Mila tak tahu anak siapa.
"Tante cantik.. gak cepelti om Eza, yang nakal suka ambil mainan aku" kata Anak kecil itu.
"Hey kamu namanya siapa?" Tanya Mila.
"Aku Angga"
__ADS_1
"Angga. Oh hallo Angga. Nginep disini ya sama Tante, tidur ya disini ya"
"Oke aku tidul baleng Tante, ya aku mau tidul baleng Tante " kata nya sambil loncat.
"Sini Tante pangku ya. Jangan loncat-loncat nanti jatuh" kata Mila yang sadar habis ia rapihkan kasur itu kini tampak berantakan.
Hingga beberapa saat kemudian terdengar suara panggilan yang Mila sendiri tak tahu siapa itu.
"Angga... Angga.... Kamu jangan ganggu om ya" kata seorang pria itu masuk ke dalam kamar Reza.
Dan alangkah kagetnya karena bukan Reza yang berasa di kamar tersebut melainkan sekarang wanita.
raka pun tampak kaget melihat seorang wanita di kamar adiknya itu terlebih lagi wanita itu adalah wanita yang ia temui semalam dengan sejuta rasa penasaran dihati. Dan kini tampak didepan mata sambil memangku putranya.
"Kamu..???" Katanya melihat Mila di kamar Mila.
Matanya pun sekali lagi terkesima melihat wajah cantik Mila. Mila yang tampak bangun tidur itu pun terlihat cantik dan natural meski tanpa polesan Make up.
Seperti mimpi bagi Raka saat melihat seorang wanita yang ternyata bukan adiknya.
Mila pun juga kaget saat seorang pria yang ternyata itu adalah kakaknya Reza.
"Saya bisa jelaskan semua"kata Mila.
"Ya ampun Reza bisa-bisanya dia menyimpan perempuan disini"
Tiba-tiba umi Saidah pun datang dan melihat Reza yang masuk kamar.
"Ayo Raka nanti umi jelaskan" kata umi Saidah. Lalu Umi pun membawa Raka menuju meja makan.
Lalu Mila pun turun kebawah dengan menggandeng seorang anak kecil bernama Angga itu.
"Mila sarapan dulu yuk" kata umi Saidah.
__ADS_1
"Mila belum mandi"
"Udah duduk dulu aja disini, umi mau jelaskan kamu pada Raka" kata umi.
Lalu Mila pun duduk disamping umi Saidah. Di meja makan ada Abi Husein, umi dan Raka. Raka menatap Mila yang kini berada di satu meja makan dengannya.
Raka tak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Mila di rumah orangtuanya.
"Kenalkan Raka dia ini adalah Mila, Mila ini istri dari Reza adik mu" kata Umi Saidah.
Seketika Raka yang sedang menatap Mila lekat pun kaget bukan kepalang disaat wanita yang ia pernah sebut cantik dan masih ingin bertemu sekali lagi.
Ternyata adalah adik iparnya sendiri...
"Jadi kamu istrinya Reza" kata Raka membulat mata.
"Iya" jawab Mila singkat.
"Kenapa kamu tidak bilang dari awal bertemu" protes Raka.
Mila pun terdiam melihat tatapan mata Raka yang seolah marah pada Mila.
"Dan umi, ini kenapa bisa sih. Kenapa bisa Reza menikah dengan seorang wanita tanpa memberitahu ku, padahal aku ini adalah kakaknya umi. Apa karena wanita ini sudah hamil hingga di buat mendadak dan tiba-tiba" kata Raka kesal menaruh perasaan curiga.
Mila pun menggelengkan kepala refleks saat Raka bilang bahwa Mila hamil duluan.
"Jadi begini Raka, biar umi jelaskan. Bahwa karena dari awal umi tidak setuju dengan hubungan Reza dan Mila. Jadi pernikahan mereka umi tutupi, ya umi akui ini kesalahan umi. Tapi Raka, sekarang umi sadar umi salah. Dan untuk Mila, sekarang umi sudah merestui" kata umi memegang tangan Raka yang marah.
"Lihat kan Raka kelakuan Umi kamu ini sungguh keterlaluan" kata Abi Husein. "Bahkan saat itu umi mau murka membatalkan pernikahan Reza dan tak mau datang saat Abi ingin menelpon mu" jelas Abi Husein.
raka pun seolah tak percaya mengapa hal ini bisa terjadi, mengapa orang yang ia suka justru menjadi adik iparnya sendiri.
Mila pun menunduk merasa tak enak hati saat itu.
__ADS_1
Sementara Raka masih tak bisa percaya karena tak menyangka wanita yang ia temui semalam dengan perasaannya malah sudah menikah bahkan itu dengan adiknya sendiri. raka pun mengepalkan tangannya kesal dan terlihat marah pada keadaan itu.
Raka masih menatap Mila tajam dengan tatapan tak percaya.