
Mata Mila terpejam tanpa terasa di dalam pelukan Bagas saat itu hingga tampak ia tertidur.
Seharusnya Mila tak tidur namun Mila merasakan kantuk yang begitu teramat terasa. Hingga pada akhirnya Mila dibawa ke sebuah tempat oleh Bagas. Mila masih dalam posisi tidur saat itu. Memejamkan mata, masih dalam mengenakan baju pengantinnya.
Hingga dirinya dibawa kesebuah tempat yang ternyata itu adalah sebuah hotel mewah.
Hingga Bagas membangunkan Mila dengan cara yang tak biasa yaitu mencium bibirnya dengan lembut.
Cup..
Mata Mila pun membuka saat seseorang mencium bibir Mila saat itu.
"Mas kita sudah sampai ya" kata Mila menengok ke arah kiri dan kanan.
"Iya" Mila pun bangun dari tidurnya.
Hotel ya.. batin Mila menatap ke arah kiri dan kanan.
"Wah ini mewah sekali mas" kata Mila tersenyum lembutm
"Sengaja" jawab Bagas.
Mila dan Bagas pun turun bersama.
Lalu tangan mila pun di gandeng erat untuk menuju ke dalam sebuah hotel mewah itu, Mila pun jalan sambil menggandeng tangan pria yang berada disampingnya saat ini yaitu Bagas.
Hingga akhirnya sesampainya di sebuah kamar hotel, Mila langsung melihat sebuah kamar tidur super romantis dengan lilin lilin dan kelopak mawar yang bertebaran di mana-mana.
Mata Mila pun tertuju pada sebuah tempat tidur dan lansung duduk disana.
"Empuk banget mas kasurnya" kata Mila.
"Iya empuk kan" kata Bagas tertawa melihat Mila yang begitu polos.
"Eh tapi aku belum ganti baju ya" ucap Mila yang lansung ke kamar mandi.
saat itu Mila pun ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Hingga Bagas datang ke kamar mandi melihat Mila yang masih membersihkan sisa make up yang ada.
"Kamu pakai ini ya" pinta Bagas memberikan sesuatu. Bagas memberikan sekotak hadiah dan ada sesuatu di dalamnya lm
"Harus ya aku pakai ini" kata Mila yang melihat apa yang Bagas berikan, lalu Mila pun membukanya.
Mila pun membuka dan ternyata lingeri berwana hitam, Mila pun menatap Bagas lekat.
"Haruskah aku pakai ini mas" kata Mila penuh keraguan.
Bagas pun tersenyum.
"Pakailah untuk malam ini saja untuk ku" kata Bagas saat itu.
Lalu Bagas pun keluar kamar mandi dan menunggu di kamarm
__ADS_1
Mila pun menatap sebuah lingire berwarna hitam, dengan perasaan berdebaran dalam hati.
Meski Mila sudah tak gadis lagi namun tetap saja serasa sulit untuk Mila lakukan lagi.
Dada Mila berdebar hebat bahkan ia seperti tak sanggup untuk memakainya.
Hingga Mila saat memaksakan diri untuk memakai itu, walaupun ia tutupi dulu dengan handuk kimono yang ia pakai.
Hingga Mila yang keluar dari kamar mandi, Bagas terlihat menunggu kedatangan Mila saat itu.
"Lepaskan itu, aku ingin melihat mu" kata Bagas saat itu.
Mila pun membuka secara perlahan.
Dada Bagas berdebar saat mampu melihat Mila tubuh indah Mila memakai apa yang Bagas mau.
Dengan cepat barang milik Bagas menyembul dengan apa yang ia lihat saat itu.
Mila bahkan sangat mulus saat itu, Bagas tahu Mila cantik tapi ia baru melihat semua secara jelas di depan mata.
Saat Bagas melakukan semua Bagas tak terlalu detail melihat semuanya.
"Aku malu mas" kata Mila saat itu.
Saat itu seperti sinyal pada Mila Bagas pun langsung menggendong Mila dan memberikan kecupan pada sebuah pipi lalu menjurus kepada leher dan lalu bibir.
Dengan cepat Bagas pun membawa Mila ke kasur, dan menatap lekat pada sang istri.
Mila pun tak pernah menyangka jika dirinya akan melakukan sesuatu itu dengan pria yang pernah menidurinya secara paksa.
Walau perih namun Mila mencoba untuk tetap melayani sang suami yang pernah melukai dirinya hingga relung hati terdalam.
Mata Mila pun terpejam saat Bagas mulai.
Beda dengan Mila yang memang memakai lingire yang tanpa di buka pun Bagas sudah bisa mengakses bebas semua apa yang menjadi milik Mila.
Saat Bagas mulai permainan dada Mila semakin beredar hebat saat itu. Hingga Mila merasakan sesuatu itu masuk ke dalam menelusup dan dibarengi memeberikan ciuman yang disertai cinta.
Hmppp....
Hmmpp...
Mila pun cukup kuat merasakan benda yang dirasa cukup besar keluar masuk dengan cepat.
Mila tak sanggup melihat wajah Bagas saat itu, ada bayangan rasa sakit yang menghantui Mila. Sangat menyisakan luka yang ternyata dalam, Mila lebih memilih untuk menutup mata.
Saat barang itu keluar masuk Mila pun di minta untuk membuka mata.
"Mila bukalah matamu" kata Bagas.
Mila pun menggeleng kan kepala.
"Kamu kenapa?"
__ADS_1
Tiba-tiba saja bukan sebuah erang kenikmatan yang Mila keluarkan namun air mata. Air mata yang mengalir Mila keluarkan.
Bagas pun meraksan perih apa yang Mila tengah rasa.
Tapi Bagas sudah terlanjur masuk itu tak bisa memeberhentikan laju permainannya Bagas pun memeluk Mila dan menatap lekat pada wajah Mila, dan memberhentikan laju permainannya meski benda masih didalam milik Mila.
"Kamu kenapa?" Tanya Bagas.
"aku tak sanggup melihat mu saat melakukan ini. Aku teringat"
"Maafkan aku Mila, aku harus melakukan ini aku tak tahan melihat mu" kata Bagas.
Bagas pun mencium bibir Mila dengan panas. Lidahnya keluar masuk.
Napas Mila pun terengah saat Bagas mulai melakukan hal itu.
Bagas pun tetap melakukan permainannya sampai tedengar suara kenikmatan yang Bagas keluar kan, Bagas tak tahan melihat betapa seksi nya Mila saat itu.
Badan Mila yang seperti gitar spanyol, tak bisa Bagas memungkiri dan menolak dari kenikmatan seorang wanita muda dihadapannya kini.
Hingga Bagas tetap saja melakukan semua dengan ritme yang cukup kuat ditambah Bagas ternyata cukup kuat melakukan yang ia mau pada wanita yang ia cintai.
Seperti naluri untuk Bagas, Bagas pun mampu memberikan kenikmatan pada Mila saat itu hingga mata Mila yang tadinya terpejam lalu mulai sedikit terbuka. Apalagi disaat Bagas melakukan hal yang membuat Mila merasa sensasi yang luar biasa.
Hingga suara Mila mulai terdengar menikmati permainan yang ada.
"Uuhh mas kamu... ih issshhh" ucap Mila merasakan semuanya.
"Mila nikmati saja"
Hingga saat selesai Mil, Mila pun terasa lelah dan lemas. Keduanya mengeluarkan secara bersama.
Mila pun duduk di tepi ranjang saat itu dengan menutup badannya dengan selimut.
Lalu Bagas pun duduk disamping Mila dengan memakai baju dan celananya.
"Mila... Aku minta maaf karena aku pernah melukai hati mu sebelumnnya"
"Gak mas, kamu tak perlu minta maaf justru aku yang minta maaf karena aku tak bisa memberikan semua yang mas inginkan"
"Tidak Mila justru aku yang paling salah" kata Bagas saat itu. "Mila meski kamu bilang kamu mencintai ku, tapi aku tahu dalam hati mu aku ini tidak lebih dari seorang penjahat"
"Gak mas Bagas. Aku cinta sama mas Bagas mungkin aku memang tidak terbiasa saja" kata Mila bersandar di pundak Bagas.
"Mila, aku suami mu. Aku sudah menjadi suami mu kamu tak usah takut padaku, Terimakasih kamu sudah memberikan malam ini untuk ku ya"
Lalu dengan cepat Bagas pun memeluk Mila sangat dalam.
"Iya mas terimakasih, juga untuk malam ini" kata Mila.
"Tapi kalau kita main lagi gak apa-apa kan, gak malam ini sih besok malam" kata Bagas.
"Ya mas gak apa-apa, di malam kedua aku akan lebih bisa melakukannya" kata Mila.
__ADS_1
"Wah begini saja aku udah senang, Apalagi kalau kamu benar-benar siap" kata Bagas tersenyum.
Mila pun tersenyum, hingga saat malam itu Mila pun tertidur dalam pelukan Bagas. Dalam dekapan Bagas yang nyaman.