
Mila pun tak tahu untuk apa kedatangan Arini dan mamanya.
Mila pun hanya terdiam dalam hal ini, tak berani untuk keluar melihat Arini dan mamanya. Mila takut akan ada hujatan yang dilayangkan yang malah akan membuat Mila tak percaya akan dirinya sendiri dan semakin membuat Mila terpuruk.
Mila pun hanya didapur seolah bersembunyi di sana. Mila enggan untuk berada bersama mereka.
Namun tiba-tiba Arini tak sengaja datang menemui Mila yang saat ini di dapur. Tadinya Arini hanya ijin pergi ke toilet namun ia malah menemui Mila.
Arini pun melihat Mila yang sedang membantu masak bersama Bi Sarmi dan terlihat Mila yang sudah memakai apron memasak di badannya. Mila tampak cantik saat itu tetap terlihat anggun walau apron mengikat pinggangnya.
Seketika mata Arini pun menatap Mila yang selalu tampil anggun dan cantik.
Dalam batin Arini, Arini hanya berfikir jika Mila cantik dan pantas saja jika Reza mau hidup bersama Mila.
"Wah Mila masak ya" ucap Arini yang tiba-tiba menghampiri Mila saat itu.
Mila pun terkejut dengan suara Arini yang tiba-tiba hadir saat itu.
"Eh, iya" ucap Mila kaget.
"Ya jadi istri yang baik itu memang harus masak untuk suami" ucap Arini yang melihat lebih dekat ke arah Mila.
Mila pun tampak tersenyum, Mila tak menyangka jika Arini ternyata bisa mengakrabkan diri. Dan selama itu juga Mila memang tak pernah melihat tatapan sinis dari wanita yang dihadapannya kini. Meski Mila sudah merasa kecewa karena dibandingkan terus oleh Arini. Tapi Arini tampak baik pada Mila.
"Kalau pun aku bisa masak tapi tidak akan seenak masakan kak Arini" kata Mila lagi.
"Heh gak boleh gitu, kita harus percaya dengan masakan kita sendiri. Yang paling penting adalah memasak itu dengan cinta" kata Arini memegang kedua bahu Arini saat itu.
"Ya kak" jawab Mila tersenyum.
"Mila masak apa?" tanya Arini.
"Gak banyak kak, ini juga dibantu sama BI Sarmi. Cuma ayam goreng, sayur sop, tahu dan tempe bacem" kata Mila.
"Ya gak apa-apa. Yang penting sudah usaha itu enak loh aku suka" kata Arini.
Mila pun tersenyum.
Namun Arini melihat Mila yang memang terlihat dengan tatapan sedih saat itu.
"Mila" ucap Arini yang melihat Mila terlihat sembab matanya saat itu. "Kamu habis menangis ya"
Mila pun seketika terdiam tak menjawab. Mila bingung harus jawab ia atau tidak. Diam adalah jawaban yang paling bagus disaat dirinya tak bisa menjawab keduanya.
"Mila" ucap Arini lagi.
Mila pun masih saja terdiam saat itu.
__ADS_1
Lalu Arini pun memegang tangan Mila dan menarik Mila untuk duduk berdua saat itu.
"Apa yang menimpa mu kali ini aku turut prihatin ya Mila" ucap Arini yang memandang Mila lekat.
Mila tak menyangka jika diri Arini tahu semuanya.
"Apa yang kamu alami aku tahu, kemarin aku tahu dari tetangga sebelah di rumah ini itu tak sengaja. Tetangga rumah ini adalah sepupu ku, jadi aku tahu Mila" kata Arini lagi.
Mila pun seketika terdiam dan tak menyangka jika Arini terlihat peduli padanya.
"Mila, lalu Reza kemana" tanya Arini.
"Reza tidak ada. Dia masih sangat sibuk. Tadi malam saja tidak pulang" kata Mila sedih.
Arini pun memegang bahu Mila dan memegang tangan Mila yang saat itu terlihat sedih.
"Kamu masak itu buat Reza kan" kata Arini.
"Iya kak"
"Aku tahu alamat kantornya kamu bisa datang dan membawa makanan untuknya" kata Arini.
"Betulkah, kak" ucap Mila tersenyum senang.
"Iya aku akan memberikan alamatnya" kata Arini.
Mila berharap jika Reza akan peduli pada Mila jika Mila memberikan kejutan makan siang untuknya.
Ya...
Selama ini Mila tahu Reza bekerja, tapi Mila tidak tahu alamat kantor Reza yang baru.
Jadi Mila sangat berterimakasih dengan Arini.
"Terimakasih kak Arini, Ka Arini sangat baik" kata Mila.
"Sama-sama aku permisi ya"
"Iya kak"
Lalu Mila pun senang sekali mendapatkan alamat yang kini ada ditangan yaitu alamat kantor Reza.
Mila pun bergegas ke kamar mengganti pakaian yang lebih bagus dan cantik serta wangi. Apalagi yang ingin Mila lakukan adalah demi untuk suaminya agar suaminya segera pulang siapa tahu setelah melihat Mila tampil berbeda Reza mau kembali pulang.
Mila pun tampil cantik dengan make up yang tak terlalu tebal namun terlihat begitu tampak anggun dan begitu mempesona.
Berbeda saat Mila berada diatas panggung yang biasa Mila pakai dengan make up tebal.
__ADS_1
Mila yang memang dasar memiliki wajah yang cantik nan ayu itu semakin terlihat cantik.
Dengan memakai long dress dan tampilan rambut yang rapi Mila datang menemui Reza.
Mila pun ijin pada umi Saidah pada saat itu ingin menemui Reza.
Umi pun hanya iya iya saja dan tak memandang Mila sama sekali, Mila pun tak jadi masalah soal umi yang peduli atau tidak padanya, yang penting Mila sudah ijin pada sang ibu mertua.
Mila pun berangkat dengan naik angkot. Mila yang sudah beberapa hari tak bekerja itu jelas tak memiliki uang, Mila pun pergi dengan naik angkot menuju kantor Reza. Berbekal uang sisa yang kemarin hasil kerja melalui panggung ke panggung itu.
Tak lupa juga Mila membawa makanan yang sudah disiapkan di rantang yang ia bawa.
Dengan perasaan yang penuh bahagia Mila membawa makanan ditangannya.
Sesampainya di depan kantor Reza, Mila pun tercengang dengan kantor dimana tempat kerja Reza begitu tinggi dan bagus. Mila pun sangat terkesan dengan apa yang ia lihat.
Namun saat itu Mila tak bisa masuk sembarangan akhirnya Mila menunggu didepan kantor saat itu.
Mila pun berbicara pada reseptionis disana agar Mila dapat bertemu dengan Reza Husein. Dan benar saja saat itu ada karyawan yang memang bernama Reza Husein seorang manager keuangan dikantor besar itu.
Mila pun tersenyum saat itu.
"Tolong bilang kepada pak Reza Husein kalau saya istrinya ingin bertemu dan menunggu di depan kantornya" ucap Mila saat itu.
"Baik" kata resepsionis itu lalu
"Mba.. tadi sudah saya infokan kalau ada istrinya yang menunggu didepan. Tapi pak Reza bilang dia sedang tidak bisa diganggu saat ini" ucap Seorang resepsionis.
"Sibuk ya, sampai kapan?"
"Sebentar saya tanya lagi ya" ucap reseptionis itu menelpon Reza di ruangnya.
"Mba kata pak Reza kalau mau tunggu, silahkan tunggu tapi untuk saat ini belum bisa" kata resepsionis itu lagi.
"Wah itu artinya kapan ya saya bisa temui, pasti lama ya"
"Pak Reza tak bilang jelas kapan sih mba"
"Yaudah saya tunggu didepan. Bilang sama pak Reza saya tunggu"
"Ya saya akan katakan itu mba"
Mila pun duduk didepan kantor Reza, Mila pun duduk didekat pot bunga karena ditempat itu terasa adem dan sejuk sehingga Mila memutuskan untuk menunggu ditempat itu.
Mila pun menunggu Reza didepan sana sambil merenung, Mila dengan setia menunggu Reza saat itu dengan rantang ditangannya. Dan mila menunggu sampai Reza menemui Mila hingga saat itu juga. Tak peduli mau sampai kapan pun Mila setia menunggu.
Mila pun menunggu terlalu lama hingga saat itu tanpa terasa Mila tertidur bersandar ditembok dan memejamkan matanya.
__ADS_1