
Hingga malam itu, masih ada rasa terbesit hal yang tak Mila duga saat siang tadi di mobil, yaitu ciuman Reza untuk pertama kalinya. Mila tak pernah sekalipun berciuman dengan Reza namun saat itu Reza dengan berani mencium Reza. Entah tulus atau tidak yang pasti itu adalah suatu awalan yang membuat Mila bahagia.
Hingga malam itu terdengar sebuah ketukan pintu yang Mila tanpa sadar entah dari siapa, saat Mila membuka pintu ternyata dari seorang driver ojek online membawa makanan untuk Mila, saat Mila lihat itu sebuah martabak manis rasa coklat keju. Mila pun heran dari mana martabak itu berasal dan ternyata itu dari Reza. Driver itu mengatakan jika pengirimnya adalah Reza. Mila pun tersenyum bahagia saat nama Reza yang disebut.
Dengan hati penuh rasa bahagia Mila pun menerima martabak manis itu, Mila sangat senang dan bahagia karena akhirnya Reza memberikan pada Mila.
Mila merasa seperti berbunga bunga mendapatkan kiriman.
Mila pun tersenyum bahagia karena kemungkinan besar harapan dirinya untuk kembali bersama Reza terbuka lebar. Merajut kisah kasih dan asa untuk memperbaiki rumah tangganya yang nyaris kandas itu.
Dan saat Mila membuka handphonenya ada sebuah pesan yang membuat Mila tersenyum karena Reza untuk pertama kalinya setelah menikah memberikan sebuah pesan lebih dulu, dengan sebuah tulisan 'selamat menikmati' selama ini Mila yang selalu bucin tapi Reza yang kirim pesan lebih dulu seperti sebuah mimpi.
Mila pun kembali tersenyum dengan sebuah pesan singkat yang begitu terasa didalam hati, pria yang selalu cuek dan tak pernah memberikan kesan istimewa di kehidupan pernikahannya, kini hatinya sedikit mulai terbuka.
Mila pun menjawab dengan senyuman dan tanda hati, lalu menjawab terimakasih banyak untuk semua, jelas Mila dalam pesan singkatnya.
.
.
.
.
Hingga keesokan harinya Mila pun tampak siap-siap ada jadwal latihan vocal digrup musiknya, karena kali ini Mila mengisi pada acara dipanggung lumayan besar jadi paling tidak ada latihan agar punya persiapan.
Hari ini adalah hari Minggu jadi Mila santai saja karena tidak kuliah.
Namun disaat Mila bersiap ingin berangkat tiba-tiba Reza hadir dihadapan Mila saat ini tanpa Mila duga.
" A Reza" kata Mila dengan rasa tidak percaya.
Reza pun menyambut Mila dengan senyum.
"Mau kemana rapi banget" tanya Reza.
"Mau latihan a, latihan vokal"
"Jam berapa latihannya?" Tanya Reza lagi.
"Jam 11an sih" jawab Mila.
"Sekarang masih jam jam 9, gampang latihan..nanti aa anter, AA kesini jauh-jauh mau main kerumah Mila loh, masa harus diusir" kata Reza saat itu.
"Aa, bagaimana kalau kita mengobrol di mobil bareng sama Aa. Sambil AA anter Mila"
"Didalam aja, kita ngbrolnya. Udah lama AA gak main kerumah Mila" pinta Reza.
"Oh yaudah" jawab Mila pasrah dan akhirnya Reza pun masuk ke dalam.
Mila pun tampak grogi melihat Reza dihadapannya kini apalagi bila ingat ciuman Reza pada dirinya kemarin seperti mimpi bagi Mila.
Lalu Mila pun berjalan ke dapur saat itu dan membuatkan teh manis hangat untuk Reza yang pada saat itu sedang duduk di ruang tamu.
__ADS_1
Mila pun memberikan dengan senyum kaku meski Reza adalah mantan suaminya saat itu. Tapi Mila tetap saja grogi.
Tak pernah sekalipun Mila merasa canggung padahal baru kemarin bertemu.
Mila pun heran mengapa Reza berbuat baik pada dirinya, padahal sebelumnya dia adalah pribadi yang cuek. Tapi Mila tak mau banyak berfikir buruk bagaimanpun Reza adalah pria satu-satunya yang Mila cinta setelah ayahnya.
Hingga Reza pun tampak menengok kiri dan kanan menanyakan kemana Bapak.
"Kamu sendiri Mil, bapak mana?" Tanya Reza.
"Bapak baru aja berangkat ke pasar" jawab Mila.
"Berati hanya kita berdua disini"
"Iya A" jawab Mila dengan rasa malu.
"Apa kamu masih ada perasaan sama aku"
"Ya jelas a itu sih jangan ditanya"
"Mau kamu kembali"
"Iya A" jawab Mila dengan senyuman.
"Kalau begitu?" Ucap Reza yang langsung berdiri dan menutup pintu rumah lalu menguncinya. Mila pun seketika bingung dengan Reza yang saat itu menutup pintu serta menguncinya.
"A kenapa di kunci?" Tanya Mila bingung.
Lalu bukannya menjawab Reza pun mendekati Mila lalu memegang tangan Mila dan menciumnya.
"Iya A" jawab Mila lirih.
"Kalau begitu layani AA Mila"
Seketika Mila pun kaget bukan kepalang dengan ucapan Reza yang tampak berani meminta hal lebih pada Mila.
"Tapi A, AA sendiri yang bilang kalau Mila ini" kata Mila yang tak melanjutkan kata-katanya.
"Sssttt sudah jangan teruskan AA janji kita rujuk setelah ini kalau kamu mau melayani AA saat ini" jelas Reza yang tampak lebih dekat dengan Mila dan wajah mereka tampak bertemu.
"A, tapi Aa sudah gugat Mila"
"Sayang, AA akan batalkan itu dan kita kembali bersama" kata Reza. "Asal satu, syaratnya layani AA" ucap Reza membelai wajah dan kepala Mila.
"Aa kenapa gak nanti aja, pas kita udah benar rujuk"
"Aa pengen nya sekarang" kaat Reza semakin dekat dan mencium bibir Mila lembut.
Dada Mila pun berdebar saat Reza mencium bibir Mila saat itu.
"Janji kita rujuk" kata Mila.
"Janji, tidak ada surat perceraian itu"
__ADS_1
"Aa terima Mila dengan semua kekurangan Mila"
"Iya sayang asal Mila mau melayani AA ya"
Lalu Mila pun terdiam tertunduk sebuah isyarat buat Reza bahwa Mila menerima asal dirinya tak di cerai oleh Reza.
Dalam talak satu sebenernya perceraian bisa kembali rujuk, hanya dengan berhubungan suami istri. Tapi lebih dan kurangnya Mila tak tahu pasti..
Yang berada didalam pikiran Mila saat ini hanya satu, Mila tak mau rumah tangganya berantakan dan yang pastinya Mila sangatlah mencintai Reza dan tak mau kehilangan Reza.
Suasana yang cerah itu dihiasi dengan suasana panas yang membara di antara keduanya.
"Mila suka sama Aa?" Tanya Reza.
"Iya aa" jawab Mila.
"Aa juga" kata Reza.
Dengan cepat Reza pun menggendong Mila dan membawanya ke kamar lalu menidurkan Mila saat itu.
Perasaan Mila pun deg degan mana kala untuk pertama kalinya Reza akan meniduri Mila saat itu.
Apalagi disaat kedua mata itu bertemu saling menatap satu sama lain, tanpa basa basi Reza melahap bibir Mila dengan ganasnya. Reza pun menindih Mila hingga Mila merasa ada sebuah benda keras saat itu.
Dengan cepat Reza melepas baju Mila tanpa tersisa. Mila kini dalam keadaan tanpa busana dan malu pada Reza.
"Aa aku malu" ucap Mila.
Reza pun malah tersenyum lansung mengigit dua buah gunung kembar secara bergantian pada bagian tengahnya.
"Aa pelan aja ya" pinta Mila.
"Iya" kata Reza singkat.
Reza pun membuka celana dan menghantam milik Mila sangat dalam.
"Lepaskan saja Mila"
Mila pun meremas rambut Reza saat hantaman senjata Reza menusuk sangat dalam.
Wajah Reza pun memburu nikmat saat meraksan semua. Apalagi lubang itu terasa sempit dan dalam hingga Reza memasukan semua.
Mila pun menggigit bibir Mila sendiri saat ada sensasi luar biasa yang begitu terasa.
Sangat berbeda saat pertama kali yang ia lakukan bersama Bagas. Untuk pertama kali saat bersama Bagas Mila lebih banyak sakit dan pilu karena untuk pertama kalinya dan dengan kekerasan dan paksaan yang begitu menyayat hati.
Kali ini Mila sampai pada puncaknya saat Reza memompa Mila dengan ritme yang perlahan untuk di awal dan sangat cepat saat diakhir.
Hingga.
Argghhh...
Erangan kedua insan pun terdengar dan keluar secara bersama.
__ADS_1
Mila pun tanpa terasa menangis dan memeluk sang suami karena merasa tak menyangka dapat melakukan itu dengan suaminya sendiri.