Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Masih kah bisa rujuk


__ADS_3

Kedatangan umi pada saat itu adalah sebuah bentuk kasih sayang yang diberikan dari umi pada Mila, ternyata membenci itu mudah, namun melupakan orang yang dibenci itu sungguh sulit disaat umi saidah sudah suka.


Umi Saidah yang tak memiliki anak perempuan, kehadiran Mila di tengah keluarga membuat umi sulit untuk melupakan Mila, meski diawal umi pernah tak suka.


Dan...


Jujur saja... untuk Mila..


kedatangan umi pada saat itu sebenernya Mila merasa tak enak hati, bagaimana tidak, rumah umi yang begitu bagus harus ke rumah Mila yang tak bagus dan kecil dan itu juga bukan rumah sendiri tapi mengontrak.


Membuat Mila merasa tak enak hati, takut umi saidah merasa tak nyaman.


Pada saat itu umi Saidah menatap rumah Mila yang memang tampak miris, Mila hanya tersenyum.


"Umi, maaf.. rumahnya gak mewah, gak bagus, ala kadarnya seperti ini umi" kata Mila.


"Ya Mila gak apa-apa, masih mending kamu ada tempat tinggal" jawab umi Saidah.


"Sebenernya kedatangan Umi juga ingin memberi sesuatu pada mu" ucap Umi Saidah.


"Apa umi?" Tanya Mila.


"Ini" Umi memberikan sebuah tas belanja kepada Mila.


Mila pun tampak menerima.


"Oia masuk umi, Mila hampir lupa menyuruh umi masuk"


"Iya Mila" jawab Umi.


Lalu Mila pun membuka dan melihat isi dari apa yang Umi bawa, dan ternyata isinya adalah susu hamil. Umi Saidah membawakan susu hamil, vitamin, dan buah-buahan.

__ADS_1


"Ini untuk menjaga kandungan kamu agar tetap sehat" kata umi Saidah.


Bukan sebuah rasa suka cita, saat Mila terima semua. Mila malah lebih merasa kegetiran dalam hati.


Andai saja...


Andai saja Mila sedang hamil anak Reza dan umi Saidah membawakan ini rasanya pasti akan bahagia.


Tapi keadaan ini tampak lain, dikala yang Mila rasakan adalah kegetiran dan kepahitan batin karena anak yang Mila kandung bukan anak Reza. Melainkan anak pria yang Mila sendiri belum mengenal dia jauh.


"Terimakasih umi, atas perhatian umi kepada Mila" ucap Mila tersenyum haru.


"Mila, meski saat ini Reza sudah menceraikan mu tapi umi berharap jika kamu bisa rujuk kembali" kata umi Saidah.


"Rujuk? Apakah iya aku bisa kembali"


"Di dunia ini tak ada yang tak mungkin, hati manusia bisa berubah Mila" ucap umi.


"Amin umi"


"Baiklah Mila umi pulang jaga dirimu baik-baik ya"


"Terimakasih umi" jawab Mila mencium punggung tangan umi.


Seketika Mila pun termenung dan mengingat ucapan umi Saidah yang mengatakan siapa tahu Mila bisa kembali rujuk.


Apa iya aku bisa kembali rujuk, dalam hati Mila.


Apa yang dikatakan umi seolah membuka harapan baru untuk Mila. Mungkinkah dirinya untuk bisa kembali rujuk.


Mila pun seketika tampak tersenyum, ucapan umi seolah membuka harapan baru untuk Mila. Hanya dengan sebuah kata rujuk Mila merasa ada sesuatu yang mungkin saja terjadi. Dan Mila berharap begitu, semua tak ada yang tak mungkin.

__ADS_1


Lantas Mila pun langsung dengan semangat membuat semur daging dan sayur sop.


Mila tak terlalu pandai memasak tapi Mila berusaha dengan resep sederhana yang ia cari di kolom pencarian di handphone.


Dalam senyum tulus nya Mila tampak membayangkan wajah Reza yang selalu ia cintai di dalam hati.


hingga masakan yang Mila buat selesai, Mila pun mengambil setengah untuk Reza dan memasukkan ke dalam rantang.


Tak lama....


Bapak pulang, untuk istrihat kerja dan mencium aroma sedap masakan yang Mila buat.


"waaahh wangi sekali, sepertinya bapak mencium aroma aroma" kata bapak tersenyum.


"Aroma apa bapak?" tanya Mila menyambut bapak sambil tersenyum.


"Aroma-aroma perempuan yang sedang masak atau habis masak" kata bapak.


"semoga enak ya pak, kalau gak enak ya anggap aja enak, hehhe" kata Mila.


"Ya Mila sayang" jawab Ayah tersenyum.


"Pak" ucap Mila.


"Ya" sahut bapak.


"kalau Mila ambil menunya sebagian untuk Reza, Mila niatnya mau membawakan masakan yang ini untuk Reza gak apa-apa kan ayah" ungkap Mila.


bapak pun tersenyum.


"Ambil lah, apa yang kamu inginkan apalagi ini untuk menantu kesayangan bapak ambilah sayang" kata bapak tersenyum.

__ADS_1


Mila pun senang dengan ucapan bapak yang membolehkan Mila untuk mengambil beberapa bagian untuk Reza.


__ADS_2