Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Apa?


__ADS_3

Bagas menatap lekat sang istri saat itu. Menatap penuh rasa rindu dan cinta. ucapan sang istri tentang dirinya tak mau pulang membuat Bagas bertanya-tanya.


Mila pun seketika menangis bila mengingat dirinya tak diperlakukan baik oleh sang mama mertua, Mila bukannya manja tapi Mila tak sanggup bila terus menerus di siksa dalam rumah itu.


"Aku tak sanggup atas sikap mama mu pada ku,hikz " kata Mila yang menjatuhkan air matanya.


"Aku tidak pernah pergi tapi mama mu yang pergi meninggalkan ku. Aku tak sanggup bila harus kembali, aku takut mama memperlakukan hal yang sama lagi pada ku mas" kata Mila yang terlihat sedih.


"Baiklah kalau begitu kita tak usah pulang, tapi kita juga harus pergi dari rumah ini" ucap Bagas.


Bagas pun memutuskan untuk keluar kamar. Lalu Bagas pun memutuskan bertemu umi.


"Umi terimakasih sudah menolong istri saya" kata Bagas.


"Bukan saya yang menolong tapi Reza yang tak sengaja bertemu dengan istri mu"


Deg...


Perasaan Bagas pun kacau apalagi saat ia tahu bahwa Reza membawa Mila apakah dia melakukan hal yang tidak pada istrinya.


Namun Bagas berusaha untuk tidak memperpanjang masalah yang ada karena takut malah akan membuat semuanya menjadi rumit.


"Yasudah umi kalau begitu saya permisi saya akan mengajak Mila pulang" kata Bagas.


"Tidak apa-apa, kamu dan Mila boleh menginap dulu di sini malam ini. Kasihan istri mu saat ini sudah malam" Saran umi


"Tapi umi saya tidak bisa"


"Tidak apa, nak tidur lah bersama istri mu di dalam kasihan dia sangat merindukan mu, sekarang sudah malam besok barulah kalian pulang" kata Umi tersenyum.


Umi pun memperbolehkan Bagas dan Mila untuk menginap satu malam dirumahnya. Meski saat itu kamar yang Mila tiduri adalah kamar dimana Mila dan Reza pernah tiduri sebagai sepasang suami istri.


Dan ditambah lagi setelah bercerai dengan Mila Reza sudah pindah ke apartemen miliknya.


Lalu setelah itu Bagas pun keluar untuk mengambil handphone nya yang tertinggal di mobilnya.


Tanpa sengaja Bagas bertemu dengan Reza yang saat itu tengah di luar menatap bintang di langit.


Bagas yang memang terasa enggan sekali bertemu dengan Reza, di pertemukan lagi dengan suasana yang tampak menengang. Namun Bagas harus berterimakasih pada Reza karena umi mengatakan telah menolong istrinya.


"Terimakasih, karena kamu menolong istriku" kata bagas.


Reza pun tersenyum simpul mendengar ucapan Bagas.


"Sekali saja kamu menyakiti Mila jangan harap" kata Reza memandang Bagas sambil menunjukan jarinya ke wajah Bagas.


"Jangan harap apa?"


"Jangan harap kamu akan bisa bersamanya lagi, karena aku yang akan datang dan hadir dalam hidupnya untuk menolongnya dan menemani masa sulit Mila. Dan dia akan kembali padaku, tidak lagi dengan mu" kata Reza percaya diri.


"Tidak semudah itu, aku tidak akan membiarkan Mila kembali pada mu" kata Bagas lantang.


"Tapi kamu tahu dia tersiksa hidup bersama mu, dasar tidak becus menjaga istri, aku akan membawa istriku kembali pada pelukan ku tidak berada ditangan mu"


Lalu Bagas pun menarik baju Reza kasar.


"Apa-apaan kau!! Dia bukan lagi istri mu!!! Aku tidak akan membiarkan mu melakukan itu dasar pria sialan" ucap Bagas tak terima.


"Kau lebih sialan!"


"Kamu yang lebih sialan"


Keduanya pun tampak ingin adu kekuatan.


Hingga keduanya pun tampak saling ingin memukul dengan sorot mata tajam dan siap dengan tangan yang sama sama mengepal.


"Aku sudah menolongnya dan aku akan buktikan pada Mila bahwa aku lah yang terbaik bukan kamu" kata Reza sinis.


"Berngsk" ketika itu Bagas pun langsung ingin memukul.


Namun ..


Tiba-tiba dengan cepat Abi Husein datang dan menengah diantara keduanya.


"Reza... Bagas cukup...!!! kalian ini sudah dewasa tak sepatutnya seperti ini" titah Abi Husein tegas.


Keduanya pun menoleh saat Abi Husein datang.


"Aku tak peduli, karena aku mencintai Mila, Abi..." kata Reza.


"Hentikan Reza tak sepantasnya kamu mengatakan itu " kata Abi Husein yang sebelumnya mendengar percakapan antara Bagas dan Reza.


"Kamu tahu Reza... Mila sudah punya suami kamu tak bisa seperti itu" kata Abi Husein.


"Aku lebih pantas darinya!!!!"


Reza yang kesal dengan keadaannya saat itu pun pergi.


Hingga Reza pun pergi dan masuk ke dalam mobil meninggalkan suasan disana.


Bagas pun terdiam sejenak saat Abi Husein datang.


"Nak Bagas maafkan atas sikap Reza" kata Abi Husein.

__ADS_1


"Iya, tapi saya tidak akan membiarkan putra bapak untuk merebut istri saya" ucap Bagas dengan sorot mata tajam.


Lalu Bagas pun masuk ke dalam setelah ia mengambil handphone dan kembali untuk menemui istrinya di kamar.


Bagas sebenarnya ingin membawa pergi dari rumah keluarga Husein tapi umi mengatakan untuk menginap malam ini.


Di dalam kamar Bagas menatap sang istri lekat yang sedang memejamkan matanya. Bagas tak bisa tidur malam ini, ia membelai wajah sang istri yang tertidur dengan selimut. Demam di badannya sudah turun tapi wajahnya masih sangatlah pucat.


Hingga tangan Bagas membelai lembut perut sang istri yang kini tengah mengandung benihnya.


"Sayang papa pulang" ucapnya.


Bagas pun menghela napasnya.


Hingga malam itu panggilan telepon masuk yang ternyata dari orang suruhan Bagas.


"Malam pak"


"Ya malam, bagaimana?" Tanya Bagas.


"Saya sudah menemukan bukti siapa pembunuh dari adik anda"


"Apa??? Apakah istri saya Mila pembunuh nya?" Tanya Bagas.


"Bukan"


" Lantas siapa?" Kata Bagas merenung tajam.


"Dia seorang pria"


"Sialan!!!! Selama ini aku telah salah orang. Lakukan apapun untuk menjerat dia ke dalam penjara"


"Untuk saat ini saya meminta bantuan polisi untuk menangkapnya"


"Baiklah segera temukan dia. Kamu tahu siapa nama pria itu?"


"Namanya Aryo Adrian Wijaya"


"Siapa dia?"


"Dia adalah anak pengusaha kaya raya"


"Cepat buru pelaku!!!"


"Baik"


Bagas pun meraup wajah kasarnya dan memejamkan mata. Bagaimana bisa dirinya berbuat jahat pada Mila yang tak pernah bersalah. Bagaimana bisa dia menyimpan dendam pada orang yang salah. Ada rasa bersalah yang menggelayut di dalam hati Bagas.


Mila membuka mata dan memandang suami, hingga saat itu Bagas pun memeluk Mila sangat erat dan meminta maaf dengan semua.


"Mila maafkan semua, maafkan atas kesalahan ku yang menuduh mu membunuh adikku"


"Mas sudah percaya kalau bukan aku pembunuh nya" kata Mila.


"Iya, mas percaya. Dan pembunuhnya memang bukan kamu, pembunuh sebenernya sudah ditemukan" kata Bagas menatap Mila lekat.


"Ya Allah mas benar begitu" tanya Mila tak percaya.


"Benar sayang, bukan kamu pembunuhnya"


Lalu Mila pun menangis bahagia karena pada akhirnya pembunuh sebenernya telah di ketahui dan Mila akhirnya terlepas jerat fitnah yang selama ini ada dirinya.


Mila pun menangis bahagia saat itu dalam pelukan sang suami.


"Kita bisa pulang sayang, kamu bisa pulang kamu gak perlu takut pada mama"


"Tapi bagaimana kalau mama mu masih tidak percaya" kata Mila.


"Aku akan tetap bersama mu" kata Bagas.


Bagas pun tidur disamping Mila dan memeluk erat sang istri.


"Maaf kan aku Mila karena pernah memperkosa mu, karena menganggap telah membunuh adikku"


Mila pun menangis haru, dalam diri Mila tahu Bagas salah. Tapi saat ini Mila sudah memaafkan Bagas dan mencintai Bagas.


Hingga mereka pun berpelukan sangat erat.


Tak ada lagi keraguan dalam cinta, Bagas mencintai Mila tanpa celah. Tak adalagi dendam, tak adalagi rasa marah yang mungkin saat itu pernah Bagas rasakan karena menganggap salah mencintai wanita yang sudah membunuh adiknya. Kini tak adalagi..


Dalam peluk Bagas mencium wajah sang istri mulai dari kening, pipi dan bibir. Bagas sangatlah sayang pada wanita yang kini menjadi istrinya, tak ada istilah bagi Bagas untuk menyakiti Mila.


Hingga pagi menjelang..


Bagas pun tertidur sambil memeluk sang istri, dan terbangun saat pagi itu.


Bagas pun menumpang mandi dan setelah itu solat berjamaah sang istri saat itu.


Hingga pagi itu, selang infus Mila sudah di lepaskan dan dokter sudah mengatakan jika Mila sudah lebih baik.


Lalu Bagas pun membawa Mila pulang saat itu.


Namun sebelum pulang umi terlihat membelai pipi Mila dan meyuapi Mila makan bubur.

__ADS_1


Bagas pun tersenyum saat Mila sangat di perlakukan baik oleh keluarga Husein. Dan Bagas pun tersenyum saat melihat itu.


"Nak Bagas, Mila sudah umi anggap seperti anak umi sendiri. Sekalipun Mila sudah bercerai dengan Reza. Tapi Mila tetap lah anak umi yang umi sayang"


Mata Mila pun berbinar saat mendengar kata dari umi, begitu terharu dengan ucapan umi.


"Terimakasih umi" kata Mila.


"Datang lah sesekali kesini temani umi bersama suami mu, pintu ini terbuka lebar untuk kalian"


"Terimakasih umi" jawab Mila.


.


.


.


Saat itu Bagas pun menelpon Adnan untuk memberi tahu siapa yang membunuh Karin saat itu.


Adnan pun menelpon orang kepercayaanya untuk menggunakap kasus yang ada. Dalam hal ini memang, pelaku sulit ditemukan karena di bantu oleh papanya untuk menutup kasus yang ada demi menjaga nama baik keluarga.


.


.


.


Hingga Bagas pun membawa Mila pulang untuk bertemu Alina. Ada perasaan ragu untuk kembali. Tapi Bagas memberi keyakinan pada Mila. Bahwa semua akan baik-baik saja.


Saat Bagas datang Mila pun kaget saat Bagas membawa istrinya kembali.


"Bagas kamu sudah pulang" tanya mama. Dan langsung memandang sinis melihat Bagas yang datang membawa Mila.


"Sudah ma"


"Masih kamu membawa wanita ini" kata Alina sinis.


"Tentu ma, karena ada hal yang harus mama tahu"


"Apa? Tidak ada yang lebih penting daripada menyingkirkan wanita ini"


"Mila bukan pembunuhnyaa" kata Bagas.


"Tidak usah kamu bela"


"Benar begitu adanya. Pembunuh sebenernya adalah Aryo Adrian Wijaya" kata Bagas.


"Apa? Tidak mungkin"


"Jelas itu adanya"


Lalu tiba-tiba Adnan datang.. dengan kehadirannya tiba-tiba dan mengatakan jika Mila memang bukan pembunuhnya.


"Polisi sudah menangkap Aryo, dan kini dia di tangkap polisi" jelas Adnan.


"Bagaimana bisa dia membunuh anak saya"


Akhirnya Adnan mengajak Alina ke kantor polisi untuk lebih tahu semua yang terjadi.


Dari keterangan yang ada...


Aryo adalah mantan pacar Karin dan tidak terima putus dari Karin, ditambah Karin punya pacar lain yaitu Faldy.


Saat itu Karin dan Aryo bertemu di lantai paling atas, untuk membicarakan soal hubungannya. Namun di balik itu ada rencana jahat Aryo.


Sebelum Karin di dorong dari lantai atas...


Aryo mengirim pesan salah satu temannya Karin. Dan Aryo mengirimi pesan pada Mila untuk datang ke lantai atas dengan handphone Mila.


Hingga Mila tak ada rasa curiga.


Hingga saat Aryo berhasil mendorong Karin dari lantai atas....


Brugghhh...


Aryo kabur melalui tangga darurat yang terkunci dan Aryo yang memegang kunci itu. Ia mendapatkan dari penjaga sekolah. Kunci itu memang hanya di pegang oleh penjaga sekolah karena sudah lama tak digunakan tangga darurat itu.


Atas kejadian itu Mila dianggap pembunuh karena hanya Mila yang berada di atas kejadian setelah Karin terjatuh.


Penjaga sekolah tahu siapa pelaku sebenernya tapi ia menutup mulut rapat.


Sedangkan saat itu cctv sedang tak berjalan disekitar kejadian.


Aryo yang banyak uang itu pun lantas meminta penjaga sekolah untuk menutup mulut.


Hingga begulir kasus yang ada Mila dianggap membunuh.


dan kasus itu perlahan hilang karena banyak berasumsi bahwa Karin dianggap mati bunuh diri.


Tapi tidak untuk keluarga Bagas yang masih menggap Mila pembunuhnya. Karena yang mereka tahu, Karin dan Mila berkelahi sebelum kejadian.


Hingga waktu bergulir kasus itu masih ditutupi oleh Aryo. Hingga akhirnya saat ini terbongkar.

__ADS_1


__ADS_2