
Lalu Mila pun senang dengan keadaannya saat ini, karena hal yang paling mungkin karena suaminya sudah mulai memberi kode yaitu mencintai. Meski terlalu cepat mengatakan itu, tapi dari bunga yang ada. Dari bunga yang Reza beli seperti sebuah isyarat bahwa semua yang Mila harap dan inginkan adalah cintanya bersemi akan kembali.
Ya apa yang dikatakan orang benar...
Mempertahankan ternyata lebih sulit daripada menggapai, itu terbukti dari Mila yaitu saat ini dapat menikah dengan Reza tapi nyatanya pernikahannya tak mulus dan badai besar diawal pernikahan datang.
Tapi Mila tetap bersabar mengahadapi semuanya.
Hingga ..
Kesabaran Mila seolah terjawab seiring berjalannyy waktu. Yaitu sifat Reza yang sedikit demi sedikit berubah. Dan Mila berharap hingga akhir hayat pernikahannya akan tetap bersama dengan sang suami tercinta. Meski ujian rumah tangga tampak terasa dan begitu menguji rasa sabar.
.
.
.
.
Mila pun mulai menjalani hari bagaimana mestinya setalah kepergian Reza dalam tugasnya, selama keperigian Reza Mila masih dapat balasan pesan dari sang suami walau terkadang lama untuk dirinya untuk membalas. Bisa 10 jam lebih kemudian baru dibalas, meski begitu tapi Mila masih senang karena Reza masih mau membalas dan sesekali dengan sebuah emot senyum yang membuat Mila terbayang.
Ya walau saat itu Mila hanya memberikan sebuah pesan berupa mengungatkan Reza, agar Reza jangan lupa makan dan solat. Meski itu saja, tapi buat Mila itu sesuatu yang berharga dan penting untuk Reza karena itu bentuk perhatian dari Mila.
Dan hingga...
Hari berlalu begitu cepat tanpa terasa dan ini adalah hari ke 6 Reza keluar kota.
Mila sangat merindukan sang suami bahkan tidur saja Mila seperti seolah sulit untuk terpejam, memikirkan pria yang selalu didalam hatinya.
Seorang imam...
yang paling Mila sayang seluruh jiwa dan raga. Dengan harapan pernikahannya pun bahagia.
Hingga saat itu Mila pun tampak menelpon Reza dan benar saja Reza mengangkat, Mila bersyukur karena Reza masih mengangkat telepon dari Mila.
Kembali lagi, Mila hanya mengatakan untuk selalu menjaga kesehatan, menjaga diri, menahan solat dan makan tepat waktu. Dan yang pasti tetap semangat. Meski terkesan bawel pada dasarnya istri selalu support sang suami dalam mencari rezeki.
__ADS_1
Hingga kata dari mulut dari Reza membuat Mila berbunga. Yang biasanya Reza hanya menjawab iya, tidak, belum atau diam kini tampak berbeda.
Yaitu ..
"Besok aku pulang kamu tunggu"
"Iya A"
Tut.. Tut.. tut.. Tut...
Teleponnya pun tampak mati.
Mila pun tersenyum walau cuma sebuah kata yang terlontar untuk menunggu dirinya pulang. Dan Menyiapkan segala sesuatunya yaitu ranjang malam pertama bagi Reza dan pastinya baju tidur super seksi yang akan Mila tampilkan saat bersama dengan Reza.
Hingga malam itu Mila tampak merapihkan tempat tidur sembari tersenyum dan membayangkan wajah Reza walau masih tampak jauh di mata namun dekat di hati.
Hingga umi pun menemui Mila di dalam kamar yang sedang merapihkan tempat tidur dengan senyum yang merekah diwajah Mila yang tampak cantik dan ayu itu.
"Eh senyum-senyum aja nih" kata ibu mertua Mila yang melihat Mila yang sedang merapihkan tempat tidur saat itu.
"Iya umi, harus bahagia karena kan a Reza besok akan pulang umi"
"Semoga rumah tangga kalian selalu bahagia dan langgeng ya Mila" ucap Umi saidah yang memegang punggung Mila.
"Amin umi, terimakasih untuk doa umi dan terimakasih untuk umi yang sudah baik pada Mila" kata Mila saat itu.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya..
__ADS_1
Mila pun tampak bahagia karena Reza akan pulang saat ini. Mila saay itu sangat bahagia dan sulit untuk di luapkan dengan kata-kata dan cukup perasannya yang berdebar dan hati yang berbunga untuk dapat mewakili perasannya saat ini.
'Sayang aku tunggu kamu pulang' sebuah pesan singkat yang Mila kirim untuk sang suami.
'iya' jawab Reza.
Hingga Mila tersenyum saat Mila menerima sebuah jawaban dari Reza.
Dan akhirnya Mila pun menunggu Reza didepan rumah, Reza yang akan pulang jam 17.00 sore itu tampak tak datang. Entah telat atau bagaimana Mila tak tampak tahu.
Mila pun menelpon namun tak ada jawaban, Mila tampak khawatir sekali takut Reza kenapa-kenapa.
Hingga..
Mata Mila seolah panjang membayangkan suatu hal buruk terjadi pada pangerannya itu. Mila berulang kali berdoa dalam hati, semoga tak terjadi hal buruk apapun itu Mila tak sanggup bila Reza kenapa-napa.
Mila sudah mempersiapkan semuanya. Mulai dari hati, batin dan semuanya tanpa terkecuali. Mila tampak mengepalkan tangan kahwatir menunggu Reza.
Ya Allah a, semoga aa selalu sehat dan pulang dengan selamat, batin Mila.
Hingga Mila tampak mondar-mandir seperti setrikaan dengan perasaan yang menggelut menunggu sang suami yang sudah jam 20.00.
Mila hanya Mila beranjak untuk solat saja. Mila tampak tetap stay didepan rumah saat itu menunggu Reza. Tidak peduli nyamuk, jangkirik, atau apapun itu. Yang paling penting Mila dapat menyambut Reza pulang saat itu.
Hingga pukul 21.30 Reza baru tampak pulang. Mobil Reza tampak terparkir dan Mila tampak tersenyum melihat mobil yang ada di depan mata Mila.
Mila pun melihat Reza yang turun dari mobil dengan senyum Mila menyambut.
Namun tiba-tiba saja kepala Mila terasa pusing dan kepala berkunang pandangan Mila gelap kepala Mila berat. Padahal seharusnya dalam hal ini Mila tak boleh tumbang, karena Reza sudah berada didepan mata..
Tak boleh..
Namun semua tak bisa Mila hindari...
Mila pun pingsan dan jatuh...
Brruuughhh
__ADS_1
Mila pingsan saat itu..
Reza yang melihat Mila pun sontak saja kaget dan segera mengampiri Mila dengan cepat.