
Albert terus saja berlari, hingga akhirnya dirinya sampai di tempat pesta yang mereka adakan malam ini. Dan terlihat saat ini, Tania bersama dengan Robert tampak membakar sesuatu dan aromanya itu sangatlah menggugah selera.
" Hei...! ternyata kalian berdua sudah berada di sini, apakah aku boleh bergabung?" tanya Albert sambil menghampiri Tania dan juga Robert.
" Tentu saja boleh, tidak ada satupun orang yang berani melarang kita berbuat apapun di sini, jadi nikmatilah pesta ini sesuka hati mu Kak, lagi pula kita berlibur ke mari hanya untuk bersenang-senang, bukankah begitu Tania?" tanya Robert pada Tania.
" I... iya," jawab Tania sambil terbata. kemudian gadis cantik itu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan Robert, Ia pun meninggalkan Tania. Lalu Ia berjalan menuju kearah kursi yang telah disediakan.
Tanpa Albert duga sebelumnya, tiba-tiba saja Nina datang memeluknya dari arah belakang.
" Aku sudah menangkap mu Tuan Albert, sekarang tepatilah janjimu, dan berikan hadiahnya," ucap Nina sambil menengadah kan kedua tangannya ke arah Albert. Lalu Ia tersenyum.
Albert kemudian tertawa, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Nanti ya, setelah kita sampai di ******* Dan apapun yang kamu inginkan, Aku ingin mengabulkannya," ucap Albert.
" Apapun," jawab Nina.
" Iya...! Apapun yang kau mau, selama aku masih mampu memenuhinya, aku akan penuhi."
" Baiklah, baiklah, tapi bagaimana kalau aku meminta sesuatu yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya?" tanya Nina.
" Boleh saja, asal kau jangan memintaku untuk menjadi kekasihmu," jawab Albert sambil menyunggingkan senyuman.
Nina yang mendengar ucapan Albert barusan membuat dirinya tersenyum masam, padahal di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Ia berharap agar Albert akan segera menjadi ke kasihnya, tapi sepertinya saat ini Albert sangat menutup diri untuk hubungan yang lebih jauh.
Namun, sepertinya gadis itu tidak gampang menyerah. Dan sejurus kemudian Ia langsung tertawa terbahak-bahak.
" Tuan Albert Bridam, mana mungkin aku meminta hal konyol seperti itu padamu, bukankah kau sudah mempunyai calon istri yang sangat cantik dan baik hati," ucap Nina pura pura tertawa, padahal sebenarnya, didalam hatinya Ia sangat menginginkan agar dirinya bisa menjadi kekasih Albert. tapi Ia berusaha menyembunyikan hal itu di depan Albert.
💦💦💦
Berbeda dengan Tania, gadis cantik itu sejak tadi hanya diam saja, mendengar obrolan Albert dan Nina.
Namun, tidak dapat di pungkiri bahwa dirinya juga sangat cemburu melihat kedekatan mereka. tapi apa boleh buat. saat ini Ia tidak ingin merusak suasana pesta yang mereka rencanakan sejak awal. Sehingga dirinya hanya diam saja melihat tingkah laku Nina yang sepertinya berusaha mendekati mantan kekasihnya tersebut.
Dengan memasang wajah seolah dirinya sedang baik-baik saja, kemudian Ia membawa makanan yang sudah matang itu kearah Robert, Dan meletakkannya di atas meja.
__ADS_1
" Silahkan dinikmati Tuan Robert, semoga anda suka dengan masakan ku," ucap Tania sambil tersenyum manis. Lalu Ia membalikkan badannya dan berniat melanjutkan kembali pekerjaannya.
Namun, baru juga Ia berjalan beberapa langkah, tiba-tiba Robert menghentikannya.
" Tunggu Tania, untuk apa kau bekerja, bukankah di sana sudah ada asisten yang diperintahkan oleh Pak Tono untuk mengatur semuanya, dan kau tidak perlu repot-repot membantu mereka, karena keluarga kami sudah menggaji asisten di sini dengan sangat tinggi. Jadi lebih baik kau duduk saja di sampingku untuk menikmati suara ombak yang sangat merdu ini," ucap Robert.
Tania pun hanya terdiam mendengar ucapan Robert barusan, tanpa mengucapkan sepatah katapun, kemudian Ia langsung duduk di samping Robert.
Begitu juga dengan Albert dan Nina, mereka berdua ikut bergabung satu Meja dengan Robert dan Tania.
Sehingga membuat suasana di tempat itu sempat menjadi hening, hingga beberapa menit. tapi Albert yang menyadari hal tersebut membuat dirinya berinisiatif untuk mencairkan suasana dengan menyanyi sambil main Gitar.
Tanpa mereka sadari, Albert pun berdiri. lalu Ia mengambil sebuah Gitar yang berada di atas Meja yang berada di sebelah tempat duduk mereka. Dan sejurus kemudian Iapun kembali duduk pada kursinya.
Setelah Ia duduk, barulah Ia mengatur nada Gitar tersebut, kemudian Ia menyanyikan sebuah lagu.
Yang di populerkan oleh Gaby.
Lirik
Pernah ada rasa cinta
Ingin ku lupakan
Semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan
Seperti dirimu oh bintangku
Reff :
Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Kini ku coba mencari pengganti mu
Namun tak lagi kan
__ADS_1
Seperti dirimu oh kekasih.
💦💦💦
Tania yang mendengar lirik lagu yang dinyanyikan oleh Albert, membuat dirinya hampir menjatuhkan air mata, tapi dengan sekuat tenaga gadis itu berusaha untuk menahannya.
Sedangkan Nina yang berada di samping Albert, membuat gadis itu bertepuk tangan, sambil berteriak dengan sangat kencang, setelah Albert selesai menyanyikan lagu tersebut, karena menurutnya Albert sangatlah pandai bernyanyi.
" Yey....! Kau hebat Albert. Aku tidak menyangka kalau kau ternyata sangat pandai bernyanyi," puji Nina sambil tersenyum manis kearah Albert. kemudian Ia hendak memeluk Albert, tapi Albert segera menghentikannya.
" Eits...! No..No...No..!" ucap Albert sambil menggerak-gerakkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan.
Kemudian Nina pun salah tingkah, lalu Ia tersenyum manis.
" Maaf aku lupa," ucapnya kemudian.
Namun, berbeda dengan Robert. tampaknya Ia tidak menghiraukan semua orang yang berada di sampingnya, karena Ia sedang menikmati minumannya. Namun, sejurus kemudian Iapun melihat ke arah Albert. Dan langsung menyodorkan sebotol minuman.
" Apa kau mau minum," tanya Robert.
Albert tersenyum mendengarkan pertanyaan Robert. Lalu Ia kembali mendorong botol minuman itu kehadapan Robert.
" Maaf adikku, aku tidak pernah minum- minuman seperti itu, karena mendiang Ibuku tidak pernah memperbolehkan aku untuk mencobanya walaupun itu hanya setetes," ucap Albert.
" Ah...! Kakak ku ini ternyata sok suci," ucap Robert, kemudian Ia mengambil botol minuman itu dan langsung meneguknya hingga tinggal separuh.
Tanpa menunggu lama, akhirnya kesadaran Robert pun mulai tak terkendali, sehingga membuatnya meracau tidak jelas.
Sedangkan Albert yang melihat hal itu, membuat dirinya, mau tidak mau membopong tubuh adiknya itu masuk kedalam kamarnya.
Di Dalam Kamar Robert
Robert, meracau tidak karuan, sehingga membuat Albert yang mendengar ocehan adiknya itu sampai tercengang mendengarnya. Dan tanpa sadar, pegangan tangan Albert terlepas sehingga membuat Robert jatuh ke lantai.
Robert yang jatuh ke atas lantai, bukannya Ia merasa kesakitan, tapi dirinya malah tertawa kegirangan.
Ha...ha..ha
" Tania, aku sangatlah mencintai dirimu melebihi apapun di dunia ini, tapi kenapa kau tak pernah menyadari hal itu, Tania...!" Teriak Robert. Dan lama kelamaan akhirnya Iapun kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
Sedangkan Albert yang mendengar ocehan adiknya, membuat dirinya menyadari satu hal, kalau ternyata selama ini, adik tirinya itu diam-diam mencintai Tania.