Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 82


__ADS_3

Dion terdiam dan terpaku, saat mengetahui bahwa orang yang berada di hadapannya tau tentang identitasnya. Dan dia juga sangat heran sekaligus terkejut, kenapa orang tersebut mengetahui rencananya.


Apa mungkin orang yang berada di hadapannya itu adalah orang kepercayaan Albert? dan hal itu mungkin bisa saja terjadi. Sehingga Dion berpikir dia harus cepat-cepat melarikan diri.


Dion mundur beberapa langkah kebelakang, dan dia tidak menyangka kalau ia akan berhadapan langsung dengan orang kepercayaan Albert dengan secepat ini.


Sedangkan anak buah Zen yang melihat kepanikan yang terpancar di wajah Dion dia malah tertawa terbahak-bahak. Lalu diapun mengikuti langkah kaki Dion.


" Kemana Dion yang sebelumnya berwajah garang, kenapa nyalimu tiba-tiba menciut begini hah..!" ucap anak buah Zen.


Kemudian dia menepuk pundak Dion hingga beberapa kali.


" Kau jangan takut anak muda, aku ini bukanlah orang kepercayaan Albert ataupun anak buahnya, dan aku juga tidak memiliki hubungan khusus dengannya, dan aku sama seperti dirimu yang hanya ingin membalaskan dendam atas kematian seseorang yang sangat aku hormati," ujar anak buah Zen.


Dion seketika mengusap dada hingga beberapa kali, karena Ia sangat merasa lega. Sebab, apa yang dia pikirkan sebelumnya ternyata salah.


Dengan memberanikan diri, kemudian Dion mendekat kembali ke arah orang yang tidak dia kenal sama sekali itu.

__ADS_1


" Lalu apa maksudmu tiba-tiba menyalip Mobilku, apa kau ingin bekerja sama dengan ku untuk membunuh Albert," tebak Dion yang ternyata itu memang benar.


Anak buah Zen tersenyum tipis saat mendengar tebakan Dion barusan.


" Ya, itulah yang aku inginkan darimu dan aku harap kau mau bekerja sama dengan kami," ucapnya kemudian.


Dion yang mendengar ucapan orang yang tidak dia kenal itu membuatnya tersenyum seketika, dan dia merasa inilah jalan satu-satunya untuk membalaskan dendam kematian adiknya Gani. Sebab Dion berpikir kalau dia tidak mungkin menjalankan misinya sendiri, karena Ia tau Albert yang sekarang tidaklah mudah di taklukkan.


Maka dari itu Dion membutuhkan bantuan beberapa orang yang sejalan dengan tujuannya.


" Baiklah, namaku Rifki. Senang bekerja sama dengan mu Dion," ucapnya. Kemudian mereka berdua saling berjabat tangan, dibarengi dengan ekspresi bahagia dari keduanya.


Setelah keduanya saling kenal, Rifki pun mengajak Dion ke tempat persembunyiannya. Dan akan menyusun rencana di sana.


Dion pun setuju dengan usulan Rifki, kemudian iapun mengikuti Mobil Rifki dari arah belakang.


💦💦💦

__ADS_1


Sedangkan Tania dan Albert, keduanya sudah sampai di halaman Mension. Lalu mereka berdua turun dari dalam mobil, Dengan memasang senyum bahagia Albert terus saja merangkul pinggang istrinya dengan sangat mesra. Kemudian pasangan suami istri itu berjalan perlahan menuju kamar mereka.


Di dalam kamar


Tania masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Albert, tiba-tiba saja dia mendapat telpon dari Will.


" Hallo Will, ada apa kau meneleponku. Bukankah ini sudah waktunya pulang kerja, jika tidak ada sesuatu yang penting, aku minta padamu jangan menggangguku, karena inilah saatnya aku bersama dengan istri tercintaku," ucap Albert. Dan sepertinya dia sedang memanas-manasi Will.


Will yang mendengar ucapan Albert barusan, membuatnya salah tingkah. Lalu dia menarik nafas dalam sebelum dia mengutarakan maksudnya untuk menelpon Albert.


" B... bukan seperti itu Tuan muda, a...aku hanya mengingatkan kepada anda bahwa besok pagi kita akan mengadakan pertemuan penting dengan klien di kafe B," ucap Will terbata.


" Oh...itu! kau jangan khawatir Will, aku tidak akan melupakannya," jawab Albert singkat.


Albert pun menanyakan kepada Will kalau sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan. Maka Ia akan mematikan sambungan Ponselnya


" Tidak ada lagi Tuan," jawab Will.

__ADS_1


__ADS_2