
Pagi Hari
Sinar matahari pagi mulai masuk dari celah jendela kamar Albert. Pemuda tampan itu tampak mengerjapkan mata hingga beberapa kali. Lalu dia mulai merentangkan kedua tangan. Sebab, Ia merasa kalau saat ini kondisi badannya tidak terlalu baik.
Bagaimana tidak, semalaman suntuk Ia tidak bisa tidur. karena memikirkan permintaan Kakeknya yang akan menikah dengan Tania.
Meskipun bibirnya sudah mengiyakannya, tapi didalam hati masih ada keraguan yang mengganjal.
Namun sekarang, hatinya sudah mantap untuk menikah dengan Tania. Setelah semalaman berpikir cukup keras. Dan akhirnya dia memutuskan akan menjadikan Tania sebagai pendamping hidupnya.
Bukan karena Albert merasa kasihan dengan keadaan Tania yang sekarang, tapi karena dia kembali mengingat kenangan manis bersama Tania selama dua tahun mereka menjalin hubungan asmara.
Dengan langkah yang tidak terlalu bersemangat, Albert kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Namun, begitu dia keluar dari dalam kamar mandi, Ia cukup kaget melihat pakaiannya sudah disiapkan di atas ranjang.
" Siapa yang menyiapkan pakaianku. Ah...! sudahlah tidak usah aku pikirkan, mungkin pelayan Eric yang menyiapkannya," batin Albert kemudian.
Lalu diapun mulai memakai bajunya dan turun ke bawah, untuk sarapan pagi.
__ADS_1
" Selamat pagi kakek," ucap Albert.
" Pagi cucuku."
Kemudian Albert menarik kursi dan duduk di samping kakeknya.
" Kau mau ke kantor?" tanya Tuan Simon.
" Ya, kakek. Aku mau ke kantor," jawab Albert singkat.
Tuan Simon menarik nafas dalam, kemudian Ia menghembuskannya dengan sangat kasar. Lalu dia mendekat ke arah Albert dan mengusap punggungnya. Dan meminta agar Albert tidak masuk kantor untuk sementara waktu. Sebab, satu Minggu lagi pernikahannya dengan Tania akan di langsungkan.
Kemudian dia merogoh kantong celananya, dan mengeluarkan sebuah benda pipih, lalu dia menelpon Will, untuk memberitahukan kalau satu Minggu ke depan dia tidak akan masuk kantor. karena dia sibuk untuk mempersiapkan pernikahannya. Dan Albert juga meminta Will untuk segera menghubungi Botak, agar Botak segera membooking hotel bintang lima sebagai tempat acara dilangsungkannya pernikahan Albert dan Tania.
Sedangkan Tuan Simon yang mendengar hal tersebut, kemudian Ia langsung meraih ponsel itu dari tangan Albert.
" Kakek, apa yang kau lakukan."
Tuan Simon tidak menjawab pertanyaan Albert, melainkan Ia hanya meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya. Lalu dia berbicara dengan Will. Bahwa pernikahan Albert tidak diadakan di Hotel ataupun Gedung.
__ADS_1
Sedangkan Will yang mendengar penjelasan Yang dia tau itu adalah Tuan Simon, iapun mengerutkan kening. hingga dia memutuskan untuk bertanya langsung.
" Jadi, kita merayakannya di mana Tuan besar," tanya Will kemudian.
Tuan Simon terdiam beberapa saat, lalu dia melirik kearah Albert, sambil menggenggam tangan Albert dengan sangat erat.
" Aku dulu menyambut kedatangan cucu kesayanganku di keluarga Bridam di atas kapal pesiar. Dan sekarang aku meminta, kalau pernikahannya dengan Tania juga akan dilangsungkan di atas kapal pesiar," ucap Tuan Simon.
" Baik Tuan besar," jawab Will dengan sangat cepat.
Setelah itu, Tuan Simon mematikan sambungan Ponselnya, lalu dia menyerahkannya kembali ke pada Albert.
Sedangkan Albert, dia hanya terdiam mendengar ucapan kakeknya, karena memang tidak dapat di pungkiri bahwa dia juga dulu diperkenalkan oleh kakeknya kepada publik di atas kapal pesiar.
Albert kemudian melepaskan genggaman tangan kakeknya, lalu dia pamit untuk masuk ke dalam kamar.
" Beristirahatlah cucuku, karena besok pagi kalian akan melakukan fitting Gaun pengantin," ujar Tuan Simon.
" Baik kakek," jawab Albert. Kemudian dia kembali masuk ke dalam kamar, karena memang Ia merasa kalau kondisi badannya kurang Fit.
__ADS_1