Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 43


__ADS_3

Pagi Hari Di Mension Mewah Keluarga Bridam


Seperti biasa. Albert dan Robert melakukan rutinitas pagi, sebelum mereka berdua berangkat ke kantor.


Namun, saat ini Robert memasang wajah tak bersemangat mengingat semalam Mommynya pamit padanya. Bahwa pagi ini akan berangkat berlibur ke luar negeri, itulah kabar yang dia tau, padahal kenyataannya bukan seperti itu. Kakeknya sendirilah yang menginginkan hal tersebut. Sebab Tuan Simon tak ingin melihat kedua cucunya saling membenci.


Itulah alasannya mengapa dia mengirim menantunya Amarta jauh ke benua Amerika. Agar kedua cucunya saling menyayangi satu sama lain.


Begitu sampai di meja makan. Tampak tuan Simon dan Albert sedang bercanda gurau. Namun, berbeda dengan Robert. Dengan wajah kusut dia langsung menarik kursi, kemudian dia duduk di atasnya, sambil menopang dagu dengan kedua tangan.


Sedangkan Albert yang melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh adiknya tersebut, dia yakin kalau saat ini Robert sedang bersedih.


" Kau kenapa? apa terjadi sesuatu dengan mu?" tanya Albert.


" Aku tidak apa-apa kak, aku hanya sedikit sedih dengan kepergian Mommy yang berlibur ke luar negeri tanpa ku. Dan ini adalah kali pertamanya Mom pergi sendiri, biasanya aku selalu ikut bersamanya. Tapi, untuk saat ini aku benar-benar tidak bisa menemani dirinya. Sebab, pekerjaanku di kantor sangatlah menumpuk," ucap Robert tampak sedih.


Sedangkan tuan Simon yang mendengar hal itu, dia hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun.


" Syukurlah. Robert sudah mengetahui kepergian Mommynya, dan aku tidak perlu menjelaskan sedikitpun mengenai menantu yang meninggalkan Mension ini," ucapnya dalam hati. Kemudian dia kembali memperbaiki posisi duduknya.


Namun, tidak lama berselang, datanglah Will bersama dengan Botak. Karena Botak selalu berhasil melakukan tugasnya dengan baik, tuan Simon kini mengangkatnya sebagai pengawal pribadi Albert.


Dengan demikian, dia tidak perlu lagi menjaga Albert, karena sudah ada Will dan Botak di sampingnya.


" Tuan muda Albert, Mobilnya sudah siap," ujar Will sambil menunduk hormat.


" Baiklah," jawab Albert. Sambil berdiri dari tempat duduknya, kemudian dia melirik sekilas kearah Robert yang masih memasang wajah kusutnya.


" Apa kau mau ikut bersama denganku?" tanya Albert kemudian.


" Kau duluan saja Kak, nanti aku akan menyusul," jawab Robert.

__ADS_1


" Baiklah," ucap Albert. kemudian dia mendekat ke arah Robert. Lalu dia menepuk pundak Robert dengan perlahan.


" Kau tidak perlu merasa khawatir adikku, Mommy mu akan baik-baik saja. Sebab, ini bukanlah kali pertamanya keluar negeri 'kan," tanya Albert.


" Iya kak, memang ini bukanlah kali pertama Mommy berlibur ke luar negeri, tapi hatiku mengatakan kalau dia tidak akan pernah kembali lagi kesini. Sebab, tadi pagi aku sempat bermimpi dan dia mengatakan padaku kalau dirinya tidak akan pernah pulang ke Mension Keluarga Bridam," ucapnya. Tanpa sadar bulir bening menetes dari kelompok matanya.


Albert terdiam sejenak mendengar ucapan Robert barusan. Namun, sejurus kemudian dia langsung memberikan sapu tangannya kepada Robert.


" Hapuslah air mata mu itu, karena laki-laki tampan dan terkenal banyak memikat hati wanita tidak pantas menangis seperti ini, bukankah masih ada aku dan kakek yang akan menyayangi dirimu," ucap Albert.


Robert terdiam, kemudian dia berdiri dari tempat duduknya, lalu Ia langsung memeluk Albert dengan sangat erat.


" Terima kasih kak, sebelumnya aku tidak pernah merasakan arti dari keluarga. Tapi semenjak kau datang ke Mension ini, banyak hal yang aku pelajari dari dirimu," ucap Robert. Kemudian dia melepaskan pelukannya dari Albert.


" Sudah, sudah. kau tidak perlu bersedih lagi, bukankah bila kamu merasa rindu terhadap Mom mu kau masih bisa bicara dengannya di telpon," ucap Albert.


Kemudian dia langsung pamit kepada Robert dan kakeknya untuk berangkat ke kantor.


Di Kantor


Robert pun langsung masuk ke dalam ruangannya. Dan tanpa dia sadari ternyata Tania juga sudah berada di dalam ruangan itu. Untuk menunggu kedatangannya sejak tadi pagi.


" T... Tania," ucap Albert dengan terbata. Ketika melihat Tania tersenyum manis kearahnya. Seolah gadis cantik itu sedang menggoda dirinya.


Sedangkan Tania yang menyadari kedatangan Albert, kemudian dia lagi-lagi menampakkan senyum indahnya, lalu dia mendekat ke arah Albert.


" Ya. aku sudah kembali bekerja, apa kau senang melihatku," tanya Tania sambil mengedipkan sebelah matanya.


Untuk sesaat Albert terkesima melihat senyum indah yang di suguhkan oleh Tania terhadap dirinya. Namun, sejurus kemudian dia kembali tersadar dan menatap tajam kearah Tania.


" Kau!! gadis aneh.... Silahkan kau lanjutkan pekerjaanmu dan jangan coba-coba mendekati diriku, apa lagi menampakkan senyum jelek mu itu padaku, aku tidak suka...!" ucap Albert dengan sedikit kesal. Sebab, pagi-pagi sudah melihat senyum manis Tania.

__ADS_1


Tania tersenyum di dalam hatinya, saat mendengar ucapan Albert barusan.


" Aku tau, kalau sebenarnya masih ada cinta di dalam hatimu untukku, walaupun itu sangatlah kecil melebihi sebutir pasir di lautan," Batin Tania. kemudian dia masuk ke dalam ruangan yang bersebelahan dengan Albert. Sambil bersenandung dengan hati yang sangat gembira melihat sang pujaan hati yang sudah kembali mengingat dirinya.


Flashback


Saat Tania dulu berada di taman dan Robert sudah meninggalkan dirinya. Tiba-tiba tuan Simon datang menemuinya dan mengatakan kalau Albert masuk rumah sakit.


Tania pun saat itu semakin sedih, mendengar kalau Albert masuk rumah sakit. Namun, hingga beberapa Minggu kemudian tuan Simon kembali menelponnya dan mengatakan kalau Albert sudah sembuh total. Dan kembali mengingat masa lalunya.


Waktu itu, Tania sangat merasa bahagia. Hingga dia meminta kepada Tuan Simon untuk menerimanya kembali bekerja di perusahaan Albert dan menjadi sekretaris pribadi Albert kembali.


Tuan Simon pun menyetujui permintaan Tania tersebut. Dan sekarang disinilah Tania berada, tepat di ruangan yang bersebelahan dengan Albert, yang hanya di batasi dengan kaca tembus pandang, hingga dia bisa memandang wajah Albert di balik kaca itu dengan sepuasnya.


Flashback off


Albert yang baru datang, kemudian Ia duduk di atas kursi kebesarannya. Lalu dia memeriksa satu persatu laporan keuangan perusahaan.


Namun, saat dirinya hendak memeriksa map untuk kesekian kalinya, kemudian dia tiba-tiba mengerutkan keningnya saat melihat ada satu laporan keuangan yang tidak masuk akal.


" Apakah pengeluaran sebesar ini tidak ada laporannya langsung padaku," ucapnya sambil mengamati dengan seksama laporan keuangan tersebut.


Namun, tidak lama kemudian terdengarlah suara seseorang mengetuk pintu, yang ternyata itu adalah Will.


Albert pun langsung memanggil Will, untuk mendekat kearahnya, kemudian dia menyerahkan laporan keuangan perusahaan itu kepada Will, dan meminta Will untuk segera memeriksanya.


Will pun memeriksa laporan keuangan tersebut. Namun, sejurus kemudian dia langsung terkejut saat melihat pengeluaran sebesar Empat Milyar rupiah.


" P... pengeluaran sebesar ini untuk apa?" batin Will. Lalu dia kembali menatap kearah Albert.


" Tuan muda, sepertinya ada yang tidak beres," ucap Will.

__ADS_1


__ADS_2