Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 24


__ADS_3

Will terus saja berenang mengikuti tali yang menyangkut di pergelangan tangannya, hingga akhirnya iapun berhenti karena menemukan sebuah surat di ujung tali yang menyangkut di bawah karang.


Dengan begitu penasarannya iapun langsung menarik tali tersebut keatas permukaan. kemudian Ia kembali berenang ke tepian.


Setelah sampai di tepian, kemudian Ia duduk di atas pasir sambil membuka isi surat tersebut, lalu Ia membacanya.


Isi surat


Tuan Simon, beserta antek antek anda yang terhormat :


Cucu kesayangan mu sudah berada dalam genggaman kami. Dan anda tidak perlu repot-repot mencarinya, karena kami sudah menghabisi nyawanya.


Setelah selesai membaca surat tersebut, Will tampak sangat marah, karena sudah ada orang yang berani bermain-main dengannya.


" K********, Kelompok siapa yang cukup berani melakukan hal ini kepada Tuan muda Albert?" ucap Will. kemudian Ia membanting surat tersebut.


Setelah itu, barulah Ia menelpon Tuan Simon, untuk mengirimkan beberapa anak buah yang akan membantunya mencari keberadaan Albert.


Namun ternyata, keputusannya menghubungi Tuan Simon mendapat respon yang tidak baik. Bagaimana tidak, saat Tuan Simon mendengar kalau cucunya Albert sedang dalam bahaya, dirinya langsung memarahi Will.


" Bagaimana kalian bisa kecolongan begini? hah...! d**** tidak berguna, aku hanya menyuruh kalian untuk menjaga satu orang saja, itupun kalian tidak mampu, pokonya aku tidak mau tau, dalam tiga Jam, kalau kalian semua tidak mendapat informasi apapun, aku akan memecat kalian semua," bentak Tuan Simon. Setelah itu barulah Ia memutuskan sambungan teleponnya.


Sedangkan Will yang mendengar ucapan Tuan Simon barusan, Ia hanya diam membisu tanpa berani mengucapkan sepatah katapun, karena menurutnya ini adalah kesalahan yang cukup Fatal, yang pernah Ia lakukan, selama menjadi asisten pribadi Tuan Simon.


Dengan langkah yang tidak bersemangat, kemudian Will mengumpulkan seluruh anak buahnya dan mengintruksikan kepada mereka untuk menyebar ke seluruh penjuru.


Namun, apa yang mereka lakukan itu hanya sia-sia belaka. karena tidak menemukan jejak yang ditinggalkan oleh para penjahat itu sama sekali, sehingga membuat Will merasa sangat frustasi.


" Apa yang harus aku lakukan," batinnya kemudian.

__ADS_1


******


Sama seperti Will, Robert juga sudah melaporkan kejadian itu kepada pihak polisi setempat. Namun lagi-lagi tidak membuahkan hasil.


Sedangkan Tania dan Nina, kedua gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa, tapi Nina, Ia terus menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa Albert.


" Ini semua adalah salahku, bukankah sebelumnya aku sudah mengetahui kalau Albert tidak pandai berenang, tapi aku terus memaksanya, dan menyakinkan padanya kalau semua baik-baik saja, dan aku juga sudah berjanji padanya, bahwa diriku tidak akan pernah melepaskan tangannya, tapi apa yang aku lakukan, aku mengingkari janjiku sendiri," ucap Nina. kemudian Ia kembali menangis meratapi kepergian Albert.


Sedangkan Robert, dirinya tidak mampu mengatakan apapun, karena menurutnya ini adalah kelalaiannya, yang tidak mampu menjaga Kakaknya sendiri. Bahkan Ia juga sudah berjanji kepada kakeknya kalau Ia akan menjaga Albert. Namun kenyataannya dirinya juga mengingkari janjinya.


" Apa yang akan aku katakan kepada Kakek?" batinnya sambil menjambak rambutnya sendiri. kemudian Ia menghubungi kepala polisi untuk mengetahui perkembangan pencarian Kakaknya.


Namun, lagi-lagi Ia kembali merasa sangat kecewa, karena dirinya tidak mendapatkan informasi apapun.


" Ah....!" teriaknya menggelegar di seluruh Villa tersebut.


Dengan perasaan yang sangat kecewa, kemudian Ia menghampiri Nina, karena sejak kemarin Ia perhatiakan kalau gadis cantik itu tidak berhenti menangis. sebab Ia merasa dirinya lah yang paling bersalah atas hilangnya Albert.


Robert yang melihat keadaan kedua gadis itu, Ia hanya bisa menggelengkan kepala. Dan baru menyadari satu hal. Bahwa dirinya telah menyakiti hati dua gadis sekaligus.


Satu orang yang sangat Ia cinta. Dan satunya lagi orang yang menaruh hati dan perasaannya terhadap Albert. Sungguh saat ini Ia sedang berada dalam posisi yang serba salah.


Namun, tidak dapat di pungkiri bahwa dirinya telah menyesal mengajak Albert untuk berlibur. kalau dirinya tau kejadiannya akan seperti ini, Ia juga tidak ingin berlibur sama sekali. Dan benar kata orang, penyesalan selalu datang di akhir.


💦💦💦


Sementara itu, di sebuah dermaga. Tampak seseorang tersenyum puas, setelah Ia berhasil melaksanakan tugasnya.


Dengan senyum mengembang, iapun langsung menyuruh anak buahnya untuk segera menelepon Nyonya Amarta. Dan memberitahukan kalau pekerjaan mereka sudah selesai.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, akhirnya sambungan Ponselnya langsung terhubung dengan Nyonya Amarta.


" Ini Bos," ucap anak buah Zen. Setelah sambungan Ponsel itu terhubung kepada Nyonya Amarta.


" Hallo...! Nyonya. Aku ingin kamu langsung mentransfer uang ke rekening ku, dengan jumlah sesuai dengan janji kita sebelumnya," ucapnya tanpa basa-basi.


Sedangkan Nyonya Amarta yang mendengar ucapan Zen barusan, membuat dirinya merasa ragu, karena Ia sendiri belum melihat buktinya sama sekali.


" Hum...! Apa kau yakin kalau saat ini Albert sudah benar-benar tidak bernyawa?" tanya Nyonya Amarta.


Zen yang mendengar ucapan Nyonya Amarta yang tidak mempercayainya, kemudian Ia terdiam sejenak.


" Apa kau meragukan kemampuan ku? Dan satu hal lagi, apakah kamu juga ingin melihat langsung buktinya," ucap Zen dengan sangat datar.


" Harusnya begitu, kalau aku tidak melihat buktinya, bagaimana aku langsung percaya dengan ucapan mu saja," ucap Nyonya Amarta tidak kalah datar.


" Baiklah, kalau memang itu adalah keinginan mu, aku akan menurutinya. Dan akan menyuruh anak buahku untuk mengirimkan videonya sekarang," ucap Zen. kemudian Ia langsung memberikan isyarat kepada anak buahnya, untuk segera mengirimkan Video saat mereka menenggelamkan Albert.


Tak lama berselang, terdengarlah bunyi Ponsel Nyonya Amarta yang ternyata itu dari nomor yang tidak dikenal. dengan secepat kilat Ia langsung membuka pesan Video tersebut.


Tangannya bergetar hebat. Saat menyaksikan Video Albert yang tidak sadarkan diri, langsung di buang oleh Zen kedalam laut. Dengan kondisi tangan dan kaki yang terikat.


Namun, Lima menit kemudian Ia langsung tertawa terbahak, setelah menyaksikan kalau Albert benar-benar sudah tidak bernyawa.


Tanpa menunggu lagi, kemudian Nyonya Amarta langsung mentransfer uang yang diminta oleh Zen sebelumnya. Karena dengan bukti Video tersebut, menurutnya itu sudah lebih dari cukup.


" Apa kau sudah puas," tanya Nyonya Amarta kepada Zen.


Zen yang mendengar ucapan Nyonya Amarta barusan, kemudian Ia tertawa puas.

__ADS_1


" Terima kasih Nyonya, selamat tinggal, kalau ada pekerjaan yang seperti ini lagi segeralah untuk menghubungi diriku, dan aku dengan sangat senang hati melakukannya, Dan tidak akan pernah mengecewakanmu," ucap Zen. Sambil tersenyum puas, setelah melihat notifikasi di layar ponselnya.


Tanpa berlama-lama kemudian Ia langsung memutuskan sambungan Ponselnya. karena Ia sudah mendapatkan apa yang Ia inginkan.


__ADS_2