Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 95


__ADS_3

Setelah beberapa jam Albert dan anak buahnya beristirahat, kini mereka pun mulai kembali membahas mengenai cara untuk menyerang kelompok kalajengking. Dan kali ini Albert menegaskan kalau Dion harus mati ditangannya. Lalu dia juga mengingatkan bahwa anak buahnya yang lain tidak ada yang boleh menyentuh Dion kecuali dirinya.


" Baik Tuan muda, aku akan memberitahukan hal ini pada anak buah kita yang lain," timpal Will.


" Hm...!" jawab Albert singkat. Kemudian dia mengetuk-ngetukan jari telunjuknya di atas meja dengan santai.


Sedangkan Will dan Botak, mereka berdua tampak sibuk menghubungi seluruh bawahan mereka, dan meminta semuanya agar segera berkumpul di halaman gudang.


Waktu terus bergulir, semua bawahan Albert sudah berkumpul. Dan kini Albert pun mulai berdiri dari tempat duduknya, lalu dia menemui semua anak buahnya.


Dengan memasang wajah datar, Albert mulai menyapa seluruh anak buahnya dan mengatakan dengan sangat tegas bahwa hari ini mereka semua akan menyerang kelompok kalajengking yang dipimpin oleh Rifki.


Mendengar ucapan Albert, semua anak buahnya bersorak kegirangan dan nampak dari raut wajah mereka, semuanya begitu bersemangat.


" Baiklah, mari kita berangkat menuju tempat persembunyian mereka, dan kita akan meratakan tempat itu dengan tanah," ucap Albert dengan semangat yang membara.


" Baik Tuan muda, ayo kita berangkat," jawab anak buahnya serentak.

__ADS_1


💦💦💦


Setibanya di tempat persembunyian kelompok kalajengking, anak buah Albert langsung membombardir anak buah Rifki dengan membabi buta. Bahkan mereka tidak memberikan celah bagi anak buah Rifki untuk melarikan diri.


Sedangkan Rifki dan Dion yang sedang berada di dalam ruangan, mereka berdua tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan salah satu anak buahnya yang sudah dalam keadaan cukup mengenaskan.


" Apa yang terjadi, siapa yang berani melakukan hal ini pada anak buah ku," ujar Rifki dengan kemarahan yang meledak-ledak.


" Aku sendiri tidak tau apa yang terjadi sebenarnya Bos, tapi saat ini tempat kita telah diserang oleh Albert dan anak buahnya," jawab anak buah Rifki dan tidak lama kemudian anak buahnya itupun menghembuskan nafas terakhirnya.


Sedangkan Dion yang berada di samping Rifki, ia sudah mulai ketakutan dan berniat ingin melarikan diri. Tapi dia kembali mengingat kematian adiknya Gani yang sangat mengenaskan.


" Tidak, tidak. Kali ini aku tidak akan melarikan diri lagi, dan aku akan menghadapi Albert dengan tanganku sendiri," batin Dion. Lalu di menatap kearah Rifki yang tampak sangat begitu marah.


Kemudian dia berjalan ke arah Rifki dan menepuk pundak sahabatnya itu dengan perlahan.


" Kita akan bersatu melawan Albert sialan itu," ucap Dion pada sahabatnya.

__ADS_1


Rifki memutar kepalanya ke arah Dion, lalu dia memberikan senjata Laras panjang padanya.


" Gunakan senjata ini untuk membalaskan dendam mu pada Albert, dan kita akan menghadapinya bersama-sama," ujar Rifki.


" Baik," jawab Dion.


Kemudian mereka berdua keluar dari dalam ruangan itu.


Setelah sampai di luar, mereka berdua kembali terkejut, karena anak buah mereka yang begitu banyak hanya tinggal separuh.


" Bagaimana mungkin," ucap Rifki menatap tidak percaya kearah anak buahnya yang sudah terkapar tak berdaya di atas lantai.


Sedangkan Albert yang melihat Dion sudah keluar dari tempat persembunyiannya, kemudian dia langsung mendekat dan melayangkan bogem mentahnya tepat di pipi sebelah kanan Dion.


Tubuh Dion seketika tersungkur ke belakang, saat mendapat serangan Albert yang begitu tiba-tiba.


" Kurang ajar," ujar Dion yang hendak berdiri, dan berniat untuk melayangkan bogem mentahnya pada Albert.

__ADS_1


__ADS_2