
Robert yang mengerti dengan isyarat dari Albert, kemudian Ia segera mendekat kearah Tania sambil tersenyum manis. Namun, berbeda dengan Tania, tampaknya gadis cantik itu tak menyukai kalau Robert mendekati dirinya. tapi Ia berusaha tersenyum agar Robert tidak tersinggung.
Berbeda dengan Nina, gadis cantik itu sangat begitu bahagia, kala Albert memegang kedua tangannya. Dan senyum kebahagiaan pun tak pernah pudar dari bibir indahnya.
Sedangkan Tania yang melihat kedekatan antara Albert dan Nina, hatinya mulai merasa sedikit panas. Namun, karena dirinya berada di samping Robert, Ia berusaha tersenyum, walaupun di dalam hatinya Ia merasakan kecemburuan yang sangat luar biasa, saat melihat kebersamaan Albert dan Nina.
" Ayolah Tuan Albert, kau tidak perlu merasa takut begitu, Dan aku akan selalu menjagamu dan tidak akan pernah melepaskan tanganmu, walaupun hanya sedetik," ucap Nina sambil tersenyum manis.
" Bukan begitu Nina, apa kau tau saat ini aku sedang merasakan apa?" Albert malah bertanya kepada Nina, sehingga membuat gadis cantik itu tersipu malu.
" Apa mungkin Ia sedang merasakan apa yang aku rasakan," batin Nina, lalu Ia memandang manik mata Albert dengan sangat dalam. kemudian Ia menggelengkan kepalanya.
Melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh gadis yang berada di hadapannya, membuat Albert menggenggam tangan Nina dengan sangat lembut, Kemudian Ia mengarahkan telapak tangan Nina, keatas dadanya.
" Menurutmu apa yang sedang aku rasakan?" tanya Albert, begitu lembut di telinga Nina, sehingga membuat sang empunya lagi-lagi dibuat mabuk kepayang.
Sedangkan Nina yang meletakkan tangannya di dada Albert, saat ini Ia merasakan kalau Jantung itu berdetak dengan sangat kencang, hingga Ia meyakini kalau Albert mungkin sudah jatuh cinta kepada dirinya, dan ingin mengungkapkan perasaannya saat ini juga.
Dengan tersipu malu, kemudian gadis cantik itu membalikkan badannya sambil melepaskan genggaman tanganAlbert.
💦💦💦
Namun, orang suruhan Nyonya Amarta, yang sejak kemarin mengintai pergerakan Albert, begitu ada kesempatan mereka langsung menyelam kedalam laut, dan rencana mereka kali ini akan menenggelamkan Albert saat ini juga. Dan benar saja disaat Nina mulai melepaskan genggaman tangannya dari Albert, tiba-tiba saja Albert terjatuh, lalu tersungkur kedalam air.
Disaat yang bersamaan, ombak pun mulai menyambar dengan sangat kencang, sehingga Albert yang tidak pandai berenang, dirinya langsung terbawa arus semakin jauh. Dan kesempatan itu pula yang digunakan oleh orang suruhan Nyonya Amarta.
__ADS_1
Mereka langsung menghampiri Albert dan mengikat kakinya dengan tali. kemudian mereka menarik tubuh itu dengan sangat kencang kedasar lautan.
" Tolong.... tolong... tolong!" Teriak Albert hingga beberapa kali, Namun, sepertinya suaranya tercekat di tenggorokan, sehingga membuat yang lainnya tidak mendengar teriakannya sama sekali.
Sementara Nina yang masih berada di dalam mode malu-malu, kemudian Ia menyadari satu hal. Dan sejurus kemudian Iapun langsung membalikkan badannya.
" Albert," panggilnya. Tapi tidak ada sahutan sama sekali, sehingga membuat dirinya merasakan kepanikan yang sangat luar biasa, disaat Ia melihat kalau Albert sudah tidak berada di sampingnya.
" Albert...!" panggilnya dengan sangat kencang, dan lagi-lagi tidak ada sahutan sama sekali. sehingga membuat gadis cantik itupun menangis. kemudian Ia berlari ke sana kemari untuk mencari keberadaan Albert, namun Ia tidak menemukannya sama sekali.
Sedangkan Robert dan Tania, begitu mendengar teriakan Nina, kemudian mereka berdua dengan secepat kilat menghampiri Nina yang terlihat sangat panik.
" Ada apa? kenapa kau memanggil nama Kak Albert dengan begitu kencang, emangnya dia kemana?" tanya Robert sambil menggoyang kan tubuh Nina yang tampak tak bertulang itu hingga beberapa kali.
Namun, Nina yang mendengar pertanyaan Robert barusan, Ia bahkan tak mampu menjawab walaupun itu hanya satu kata. Dirinya hanya bisa menangis sambil menundukkan kepalanya.
" Nina...! Albert kemana?" tanya Robert untuk kedua kalinya. Namun, lagi-lagi gadis cantik itu hanya diam membisu, pasalnya dia sendiri tidak tau apa yang terjadi sebenarnya. tapi sejurus kemudian, Ia langsung mengucapkan suatu kalimat yang membuat Robert dan Tania merasa lemas seketika.
" Apakah Albert terbawa arus ombak?" ujar Nina. kemudian Ia kembali menangis, meratapi ke cerobohnya.
Robert dan Tania yang mendengar ucapan Nina barusan, membuat keduanya saling menatap satu sama lain. Dan tanpa menghiraukan keadaan Nina, keduanya langsung menceburkan diri ke dalam laut, dan berenang ke sana kemari untuk mencari keberadaan Albert.
" Albert...!" panggil Tania. tapi tidak ada sahutan sama sekali. begitu juga dengan Robert iapun memanggil nama Kakaknya hingga beberapa kali, bahkan suaranya hampir serak, namun tidak ada jawaban yang Ia dapat.
💦💦💦
__ADS_1
Sementara Will dan juga anak buahnya yang ditugaskan oleh Tuan Simon untuk menjaga Albert, saat ini mereka juga sedang kelabakan mencari keberadaan Albert yang tiba-tiba hilang dari pantauan. Pasalnya, mereka tidak menemukan sama sekali jejak yang ditinggalkan oleh orang tersebut.
" Bagaimana kalian bisa kecolongan begini, hah...?" bentak Will kepada seluruh anak buahnya. Sambil marah-marah tidak karuan, dan dirinya begitu frustasi begitu mendengar kalau Albert hilang dari pantauan.
" Apa yang harus aku katakan pada Tuan besar," teriaknya sambil menendang salah satu kursi yang berada di dalam hotel tersebut. sehingga membuat anak buahnya merasa sangat ketakutan melihat kemarahan Will.
Dengan memberanikan diri, kemudian si Botak maju ke depan untuk menceritakan sekuel tentang Albert yang tiba-tiba hilang dari pantauan mereka.
" Bos, sepertinya ada yang aneh disaat ombak yang tidak begitu besar datang menghantam tubuh Tuan Albert, dan disaat itu pula kami kehilangan kontak dengannya. Namun anehnya, saat anak buahku menghampirinya, tiba-tiba dia sudah menghilang. lalu mereka mencari keberadaannya, tapi sampai sekarang mereka belum menemukan apa-apa, masih nihil," jelas si Botak.
" Apa...!" ucap Will dengan sangat terkejut. kemudian Ia melanjutkan kembali perkataannya.
" Apa jangan-jangan, mereka menggunakan kesempatan saat ombak itu menghantam tubuh Tuan Albert," ucap Will. sambil berpikir dengan sangat keras.
Sementara si Botak hanya bisa menggelengkan kepala, saat Will mengatakan hal tersebut.
Namun, beberapa detik kemudian, Will baru menyadari satu hal, kalau nyawa Albert sedang dalam bahaya.
Dengan secepat kilat, iapun langsung berlari ke luar dari dalam hotel, tanpa menghiraukan tatapan orang terhadapnya.
Begitu juga dengan anak buahnya, mereka semua kemudian mengikuti jejak langkah Tuannya.
Will terus saja berlari, hingga dirinya sampai ke tempat terakhir Albert berdiri. Dan Ia melihat kalau saat ini Nina masih mematung ditempatnya.
Tanpa menghiraukan keadaan Nina, kemudian Will langsung menceburkan dirinya kedalam laut. Dan tanpa Ia duga sebelumnya, tiba-tiba sebuah tali menyangkut di tangannya.
__ADS_1
" Apa mungkin mereka mengikat tubuh Tuan Albert, Dan sekarang mereka membawanya ke mana, apa jangan-jangan mereka menenggelamkannya," batin Will.