
Setelah keadaan Albert sudah tenang. Kemudian mereka berdua berbincang santai, sambil bertukar pikiran tentang dunia Mafia yang terlihat tenang, tapi begitu menakutkan, saat mereka mulai beraksi.
" Apa kau tertarik masuk ke dalam dunia yang kelam ini anak muda?" tanya Tuan Hans akhirnya. Setelah mereka berdua cukup lama membicarakan Selak beluk tentang dunia Mafia.
Albert menggeleng dengan sangat cepat, kemudian dia tersenyum tipis.
" Kakekku tidak akan mengijinkannya," tolak Albert dengan sangat halus.
Tuan Hans, Seketika tersenyum dengan jawaban Albert. Sebab, dia merasa cukup puas. Karena dia memang tidak ingin menjerumuskan cucu dari sahabat karibnya itu.
" Bagus anak muda, itu memang jawaban yang aku inginkan darimu," ucapnya. Sambil menepuk pundak Albert dengan sangat pelan.
Namun, ketika Albert dan Tuan Hans berbincang santai, tiba-tiba dari arah luar terdengar suara tembakan. Dan hal itu membuat Albert dan Tuan Hans terperanjat seketika dari tempat duduknya.
__ADS_1
" Apa yang terjadi?" tanya Tuan Hans terhadap anak buahnya.
Semua pengawal yang ada didalam ruangan itu terdiam, karena mereka memang tidak mengetahuinya. Namun, tidak lama kemudian datanglah salah satu penjaga berlari dengan tergopoh-gopoh menghampiri Albert dan Tuan Hans.
" Tuan Hans, kita telah di serang oleh anak buah Zen. Dan sekarang mereka sudah mengepung markas kita," ujar penjaga itu dengan sedikit berteriak.
Sedangkan Tuan Hans yang mendengar laporan dari penjaga itu, dia tidak merasa panik sama sekali, malahan sekarang dia tersenyum. Lalu dia mengintruksikan kepada pengawalnya yang berada di dalam ruangan itu untuk segera membawa Albert ke tempat yang aman.
Albert merasa sangat heran dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Tuan Hans, kemudian dia menyempatkan untuk bertanya sebentar.
Hans terdiam sejenak. Lalu dia membalikkan badan kearah Albert.
" Bukan seperti itu anak muda, aku hanya tidak ingin panik, dan mengacaukan pikiranku. Sebab, kalau pikiran kita panik, itu akan memperkeruh keadaan, Dan sekarang lebih baik kamu pergi meninggalkan tempat ini, dan sembunyi di tempat yang aman," titah Tuan Hans. Lalu dia kembali menepuk pundak Albert.
__ADS_1
Albert terdiam sesaat. Sembari berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang, apa dia akan menuruti apa yang dikatakan oleh Tuan Hans atau tidak. Namun sepersekian detik kemudian Albert berubah pikiran, dia tidak akan membiarkan Tuan Hans untuk menghadapi kelompok Zen. Sebab, dia berpikir kalau perseteruan ini terjadi karena dirinya.
Sedangkan Tuan Hans yang melihat Albert masih berdiri di tempat, kemudian dia menyuruhnya untuk segera bergegas. Sebab, keadaan di luar sudah mulai tak terkendali.
" Albert. Cepat kau tinggalkan tempat ini, dan aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu," sarkas Tuan Hans akhirnya.
Albert menatap Tuan Hans dengan sangat lekat, lalu mengambil salah satu senjata Laras Panjang yang berada di atas meja.
" Aku tidak akan pergi Tuan Hans, dan aku tidak ingin terlihat seperti pecundang. Kalau mengenai kakekku, kau tidak perlu merasa khawatir, aku tidak akan pernah menceritakan tentang kejadian ini," ucap Albert. Sambil memompa senjata Laras Panjang yang berada di tangannya.
" Baiklah, kalau memang itu mau mu, aku tidak bisa melarangnya anak muda," ucap Tuan Hans. Sambil mengangkat sedikit bahunya ke atas.
Kemudian dia juga langsung mengambil senjata Laras Panjang yang berada di atas meja.
__ADS_1
" Tuan muda Albert," panggil Will. Yang hendak menghentikan kemauan Tuan mudanya.
" Jangan sekarang Will," jawab Albert dengan sangat cepat. Kemudian dia mulai mempersiapkan diri.