Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 63


__ADS_3

Di Markas Besar Tuan Hans


Tampak Pria paruh baya itu sedang berpesta ria, dengan beberapa gadis cantik dihadapannya sedang melenggak-lenggokan tubuhnya bak cacing kepanasan, dengan diiringi musik yang terdengar begitu asyik bagi mereka.


Namun, saat Tuan Hans ingin menghampiri gadis yang paling seksi dan goyangan pinggulnya paling hot. Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi, dan mau tidak mau diapun harus melihat siapa gerangan yang datang.


Tuan Hans pun keluar dari dalam ruangan itu, sambil berdecak kesal, dan sesekali terdengar sumpah serapah keluar dari bibirnya. Namun sejurus kemudian, dia tampak tersenyum mengembang, saat melihat siapa gerangan yang datang.


" Tuan muda Albert Bridam. Selamat datang di markas besar Hans Diaglo," ucapnya sambil merentangkan kedua tangan.


Lalu dia memeluk Albert, sambil menepuk punggungnya dengan perlahan.


Sedangkan Albert, pemuda tampan itu tampak canggung, dengan situasi saat ini. Dan dia hanya menyunggingkan senyuman tipis terhadap Tuan Hans.


" Mari silahkan duduk," ujar Tuan Hans. Lalu dia mengedipkan sebelah matanya, sambil mengibaskan tangan terhadap anak buahnya.


Sedangkan salah satu anak buahnya yang mengerti dengan kode yang dimaksud oleh Bosnya, lalu dia bergerak dengan secepat kilat.

__ADS_1


Kemudian Albert pun duduk di atas Sofa, dan tidak lama kemudian keluarlah gadis-gadis cantik nan seksi dari dalam ruangan Tuan Hans.


Gadis-gadis cantik itupun langsung menghampiri Albert yang saat ini sedang duduk di atas Sofa.


Ada yang menuangkan minuman kedalam gelas Albert, ada yang memeluknya dengan sangat manja, dan pula yang hendak menautkan bibirnya terhadap Albert.


Namun, saat gadis yang paling cantik diantara beberapa gadis lainnya hendak menautkan bibir terhadap Albert, dia langsung menahan dengan ke lima jari-jemarinya dengan sangat lembut.


" Stop...! Aku tidak ingin melakukan adegan seperti ini, kecuali dengan istri sahku," ucap Albert. Sambil menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman manis.


" Kau yakin Tuan...!" ucap gadis cantik itu tersenyum manja.


Sedangkan Tuan Hans yang melihat penolakan dari Albert, kemudian dia menyuruh gadis-gadis itu untuk segera menjauh dari Albert.


" Kalian semua pergilah...! dan masuk ke dalam ruanganku. karena sepertinya Tuan muda Albert, bukan seperti tamu-tamu ku yang lainnya," sarkas Tuan Hans.


Gadis-gadis cantik nan seksi itupun langsung meninggalkan Albert, setelah mendengar ucapan Tuan Hans barusan.

__ADS_1


Namun, saat gadis yang hendak menautkan bibirnya terhadap Albert pergi, dia tiba-tiba kembali menghampiri Albert. Sambil membisikkan sesuatu yang membuat adik kecil Albert menegang seketika.


Skip


-


-


Bola mata Albert tiba-tiba membulat sempurna, ketika mendengar bisikan gadis cantik itu di telinganya. Namun, dengan sekuat tenaga pula Albert menahan gejolak yang bergemuruh di dalam dadanya.


" Selamat tinggal, Tuan muda Albert Bridam, semoga kita bisa bertemu kembali," ucap gadis cantik itu sambil mengedipkan sebelah matanya.


Setelah gadis cantik itu benar-benar pergi meninggalkan Albert, kemudian dia mengusap dadanya hingga beberapa kali. Lalu dia menghembuskan nafas dengan sangat kasar, berharap gejolak yang bergemuruh di dalam dadanya agar segera sirna.


Hingga beberapa menit kemudian, Albert pun mulai tenang. setelah dia meneguk minuman dingin sampai lima botol.


Sedangkan Tuan Hans, dia hanya terdiam melihat ekspresi wajah Albert. Dan Ia juga dengan setianya menunggu keadaan Albert sampai tenang kembali.

__ADS_1


" Kau tidak apa-apa Tuan Albert?" tanya Hans memberanikan diri. Sebab, dia tau dirinyalah penyebab Albert seperti ini.


" Aku tidak apa-apa Tuan Hans, kau tidak perlu merasa khawatir," jawab Albert.


__ADS_2