
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Dokter itupun keluar dari dalam ruangan Albert.
Sehingga membuat semua orang yang berada di luar ruangan Albert, ketika melihat Dokter itu keluar, mereka semua mendekat dan langsung menanyakan keadaan Albert.
" Dokter, bagaimana dengan keadaan cucuku saat ini, apa dia baik-baik saja?" tanya Tuan Simon.
Begitu juga dengan Bu Rianti, diapun menanyakan hal yang sama dengan Tuan Simon, sehingga membuat Dokter itu menarik napasnya dalam.
" Tuan, Nyonya, kalian semua tenanglah dulu dan jangan terlalu panik, karena keadaan Adrian saat ini baik-baik saja," jawab Dokter itu dengan mimik wajah yang tidak bisa diartikan.
Kemudian dia melirik ke arah Tania dengan sangat tajam dan berjalan perlahan untuk menghampiri gadis cantik itu.
" Nona, boleh aku tau apa hubunganmu dengan Adrian di masa lalu?" tanya dokter itu.
Sedangkan Tania yang mendengar pertanyaan Dokter itu, kemudian dia menundukkan wajahnya menghadap ke arah lantai. Pasalnya, dia tidak mungkin menceritakan tentang hubungannya di masa lalu dengan Albert di hadapan semua orang.
Dokter itupun menarik napasnya dalam, ketika menyadari apa yang di pikirkan oleh Tania saat ini.
" Baiklah, kalau kamu tidak ingin menceritakan tentang hubunganmu dengan Adrian disini, mari ikut aku ke dalam ruangan ku sekarang," ucap sang Dokter, sambil berjalan menuju ke arah ruangannya.
Sedangkan Tania yang mendengar ucapan dokter itu barusan, kemudian dia mengikutinya dari arah belakang.
Setelah sampai di depan pintu ruangan sang dokter.
Diapun langsung membuka pintu ruangannya dan mempersilahkan Tania untuk segera masuk.
" Silahkan masuk Nona," ujar sang dokter.
__ADS_1
Tania yang mendengar ucapan dokter itu barusan, kemudian dia langsung masuk dan duduk di atas kursi yang berhadapan dengan sang dokter.
Tanpa basa-basi lagi, Dokter itupun mulai menanyakan langsung tentang hubungan Tania dengan Adrian di masa lalu.
💦💦💦
Sedangkan Nyonya Rianti yang melihat kepergian Tania bersama dengan dokter itu, kemudian dia menghampiri Tuan Simon.
" Tuan, maafkan aku, sebenarnya apa hubungan gadis itu dengan Adrian? apa mereka berdua sebelumnya menjalin hubungan asmara atau tidak?" tanya Nyonya Rianti kepada Tuan Simon.
Tuan Simon menarik napas dalam dan mendudukkan bokongnya di atas kursi. Kemudian dia tersenyum. Pasalnya, dia juga tidak tau harus menjawab apa tentang pertanyaan yang diajukan oleh Nyonya Rianti.
" Tuan," panggil Nyonya Rianti kembali.
Sehingga membuat Tuan Simon, mau tidak mau harus menceritakan tentang sekuel hubungan antara Albert dan Tania di masa lalu.
" Adrian, seandainya dahulu aku langsung bertemu denganmu, pasti diriku adalah seorang Ibu yang sangat beruntung di dunia ini," batinnya. tanpa terasa bulir bening mengalir dari sudut kelopak matanya.
Sedangkan Tuan Hadi yang melihat kalau istrinya sangat merasa sedih, kemudian dia langsung menghampiri dan mendekap tubuh Nyonya Rianti ke dalam pelukannya.
" Pah, aku tidak menyangka kalau kehidupan anak kita Adrian di masa lalu sangatlah menyedihkan," ucapnya. sambil menghapus air mata yang sejak tadi mengalir deras dari sudut kelopak matanya.
" Sudahlah Mah, kau tidak perlu menangisi kejadian yang sudah terjadi, karena mungkin itu adalah takdir dari yang maha kuasa, sebab kita sebagai manusia hanya bisa mengambil hikmah dari kejadian di masa lalu," ujar Tuan Hadi. sambil mengusap rambut Nyonya Rianti dan sesekali dia mencium keningnya, berharap agar hati Istrinya itu merasa tenang kembali.
Namun, belum juga hati Nyonya Rianti merasa tenang, tiba-tiba Tania datang menghampiri mereka yang sedang berjaga di luar ruangan Albert.
Sedangkan Nyonya Rianti, begitu melihat ke datangan Tania, dia langsung melepaskan pelukan suaminya dan menghampiri gadis cantik itu dan berniat mengusirnya.
__ADS_1
" Hei, gadis cantik. Bukankah kamu yang bernama Tania?" tanya Nyonya Rianti.
" Iya namaku Tania. ada apa Tante?" jawab Tania sambil menyunggingkan senyuman.
Kemudian Nyonya Rianti, menatap sinis ke arah Tania. dan tanpa basa-basi lagi, kemudian dia langsung mengutarakan isi hatinya.
" Hm... Aku tidak menyangka bahwa gadis cantik seperti dirimu ternyata mempunyai hati yang sangat busuk. Jadi, aku mohon padamu dengan sangat, lebih baik kamu tinggalkan anakku Adrian sekarang juga, karena aku tidak ingin kalau kamu selalu berada di sini, membuat dia berpikir keras untuk mengingat masa lalunya," ucap Nyonya Rianti. sambil melihat ke arah Tania dengan sangat lekat.
Tania menundukkan kepala, sebab dia tak mampu melihat tatapan mata yang ditunjukkan oleh Nyonya Rianti padanya. Dan hatinya juga merasa sangat sakit, ketika semua orang menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa Albert, padahal saat ini dia bahkan tidak mempunyai salah apapun.
Sedangkan Tuan Simon yang melihat langsung kejadian itu, Iapun mulai mendekat ke arah Tania, dan memberinya sedikit pengertian agar Tania tidak merasa sedih atas apa yang dikatakan oleh Nyonya Rianti barusan.
" Nak Tania, aku harap untuk saat ini kamu jangan dulu menampakkan dirimu di depan Albert, karena memang situasinya belum memungkinkan. Namun, ketika nanti Albert sudah mengingat kembali semua masa lalunya, kakek sendiri yang akan memberitahukan kepadanya bahwa kamu adalah orang yang sangat bersedih ketika kehilangan dirinya," ucap Tuan Simon.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun kemudian Tania berlari dengan sangat kencang, meninggalkan rumah sakit itu. Begitu juga dengan Rindu diapun langsung pamit pada Nyonya Rianti dan berniat untuk mengejar Tania.
" Tania, tunggu aku," panggil Rindu dari arah belakang.
Tania pun menghentikan langkah kakinya. Kemudian dia membalikkan badannya dan langsung berlari memeluk Rindu, lalu dia menangis tersedu di pelukan sahabat sekaligus saudaranya.
" Tenangkan dirimu Tania, aku rasa semua yang mereka katakan itu barusan ada benarnya juga, karena ini semua untuk kebaikan Adrian, apa kau tidak ingin agar Adrian cepat pulih," ujar Rindu sambil mengusap punggung Tania.
Tania yang mendengar ucapan Rindu barusan, kemudian dia langsung melepaskan pelukannya. sambil melangkah mundur untuk menjauh dari Rindu.
" Tania," panggil Rindu kembali.
Tania hanya diam saja, mendengar panggilan Rindu padanya, kemudian dia meneteskan air mata. sambil melihat ke arah Rindu dengan sangat lekat. lalu dirinya tiba-tiba menghentikan langkahnya.
__ADS_1
" Apa kau tau Rindu, selama ini aku sangat sedih atas kehilangan Albert. Bahkan diriku hampir saja mengakhiri hidupku, karena sangat begitu terpuruk pada waktu itu. Tapi sekarang. apa yang mereka katakan, mereka ingin aku menjauh dari Albert, aku tidak bisa Rindu, aku benar-benar tidak bisa," ucap Tania dengan sedikit berteriak. Bahkan saat ini air matanya sudah tidak mampu lagi dia bendung. Dan siap tumpah kapan saja.