
Pagi harinya
Tania mulai mengerjapkan mata, saat Ia merasakan sesuatu yang berat melingkar di pinggangnya, lalu dia tersenyum manis saat mengingat pertempuran panas antara dia dan Albert tadi malam.
Seulas senyum pun kembali terbit di bibir ranumnya, kemudian dia mengelus rambut Albert dengan sangat lembut.
" Terima kasih banyak Albert, kau sudah menerima diriku sebagai istrimu seutuhnya," batin Tania.
Dengan senyum mengembang kemudian Tania beranjak dari tempat tidur, dan berjalan anggun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Lalu dia mulai masuk ke dalam bathtub dan berniat untuk berendam air hangat dengan menggunakan beberapa tetes minyak aromaterapi.
Perlahan Tania mulai memejamkan mata, saat merasakan sensasi rileks dan nyaman dari minyak aromaterapi yang dia gunakan.
Namun, saat dia membuka mata, Tania sangat begitu terkejut melihat Albert sudah berdiri di hadapannya.
" Albert...!! Sejak kapan kau berdiri di situ," tanya Tania seraya menutup bukit kembarnya dengan kedua tangan. Lalu dia menundukkan kepala karena merasa malu dengan keadaan yang tidak menggunakan pakaian sehelai benang pun.
Albert tersenyum gemas melihat tindakan istrinya itu, lalu dia mendekat kearah Tania.
__ADS_1
" Kau tidak perlu menutup bukit kembar mu itu! bukankah aku sudah menjelajahinya semalam," bisik Albert tepat di telinga Tania, hingga membuat wajah Tania bersemu merah.
Lalu Tania pun memberanikan diri untuk melihat kearah Albert.
" Keluarlah dulu, aku sudah selesai mandi," ucap Tania dengan sangat lembut, tapi masih terdengar oleh Albert.
Albert lagi-lagi tersenyum, dan tidak merespon ucapan Tania barusan. Anehnya, dia malah membuka baju dan langsung bergabung dengan Tania di dalam bathtub.
" Kita akan mandi bersama," bisik Albert kembali tepat di telinga Tania, hingga membuat gadis itu menggeliat karena geli.
Tania terdiam, ingin rasanya dia menolak, tapi tubuhnya berkata lain, hingga beberapa menit berlalu. Tangan Albert mulai menjalar ke bagian sensitif Tania, dan ******* pun kembali lolos dari bibir seksinya. Dan hal itu pula membuat Albert begitu bersemangat dan mengulangi kembali malam panas antara dirinya dan Tania di dalam bathtub.
" Ayo kita makan dulu," ajak Tania pada Albert. Setelah dia dan Albert selesai memakai baju.
" Baiklah, mari," jawab Albert sambil menggandeng tangan Tania dengan begitu mesra.
Lalu mereka berdua mulai mengayunkan kakinya setapak demi setapak menuju restoran yang tersedia di dalam kapal pesiar itu. Dan tanpa mereka berdua sadari, ternyata sepasang mata sedang mengawasi kemesraan yang di umbar keduanya di depan umum.
__ADS_1
Kemudian dia pun menyunggingkan senyuman, ketika melihat kedekatan antara Albert dan Tania.
" Syukurlah, akhirnya cinta Tania yang tulus mampu mengalahkan kebencian Albert terhadap Tania," batinnya kemudian.
Lalu diapun memerintahkan Will, untuk selalu menjaga Albert dan Tania, agar pengantin baru itu merasa nyaman. Dan Tuan Simon berharap agar dia cepat mendapatkan malaikat kecil yang sangat menggemaskan.
" Baik Tuan besar," ucap Will sambil membungkuk hormat.
Lalu diapun mulai berjalan menghampiri Albert dan Tania yang saat ini baru saja mendudukkan bokongnya tepat di atas kursi meja makan.
" Wah... pengantin baru jam segini baru keluar dari dalam kamar," goda Will kemudian, lalu dia tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi.
Albert tersenyum, sedangkan Tania gadis cantik itu menundukkan kepala, karena dirinya merasa malu.
" Makanya cepatlah menikah Will, jangan biarkan dirimu menjadi bujang lapuk seumur hidup," balas Albert.
Kemudian Will tersenyum masam saat mendengar ucapan Albert barusan. Tanpa basa-basi lagi Will pun menawarkan diri untuk membantu Albert. Namun, Albert segera menolaknya mentah-mentah, karena dia dan Tania tidak ingin di ganggu.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu Tuan," ujar Will sambil meninggalkan Albert dan Tania.