Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 50


__ADS_3

Seperti yang direncanakan oleh Will sebelumnya, kini dia mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk mempertemukan Albert dan Tania di restoran mewah.


Mulai dari memesan ruang privat dan membeli gaun untuk di pakai oleh Tania menemui Albert siang nanti.


Setelah semuanya selesai, Will kini mulai melajukan mobilnya menuju rumah Tania. Dan tanpa butuh waktu lama, mobil itupun sudah berhenti di halaman rumah Tania yang tampak mewah itu, tapi tidak lebih mewah dari Mension keluarga Bridam.


Begitu Will keluar dari dalam mobil, terlihat salah satu satpam yang berjaga berjalan tergesa menghampiri Will, dan menanyakan tentang maksud kedatangan Will ke rumah keluarga Reno GM.


" Tuan, ada perlu apa kau kemari?" tanya satpam itu dengan sopan.


Kemudian Will menoleh sekilas, lalu dia memperbaiki Jasnya yang tampak sedikit berantakan.


" Hm...! aku kesini untuk bertemu dengan seorang gadis yang bernama Tania, apakah benar ini adalah rumahnya?" tanya Will kemudian.


Satpam itu mengerutkan kening, begitu mendengar jawaban Will, tapi dia tidak mau gegabah menyuruh untuk segera masuk. Sebab, dari penampilan Will dia sangat yakin kalau orang yang berdiri di hadapannya itu adalah orang penting.


Sehingga satpam itu meminta Will menunggu di luar, sedangkan dirinya masuk ke dalam rumah untuk memberitahukan kalau ada seseorang yang ingin bertemu dengan Tania.


Tidak lama kemudian, keluarlah Tania dari dalam rumah, Dan begitu dia melihat Will, Tania langsung bertanya-tanya dalam hati.


" Untuk apa sekretaris sekaligus Bodyguard Albert itu datang ke rumahnya."


Tanpa mau menerka-nerka, kemudian Tania berjalan menghampiri Will, dengan menampakkan senyuman tipis di bibir manisnya.


" Will, untuk apa anda datang ke mari? apakah Albert juga ikut bersamamu?" tanya Tania. Sambil celingukan mencari keberadaan Albert.


Will hanya memasang wajah datar, tanpa berniat menjawab pertanyaan Tania. Kemudian dia berjalan menuju belakang mobil dan membuka garasi, lalu dia mengambil sebuah bingkisan dan langsung menyerahkannya kepada Tania.


Tania lagi-lagi dibuat terkejut.


" Ini apa? siapa yang memberikan ini padaku?" masih banyak lagi deretan pertanyaan yang diajukan oleh Tania kepada Will.

__ADS_1


Sedangkan Will, dia hanya menjawab pertanyaan Tania sekenanya.


" Ini untukmu Nona Tania, pakailah gaun ini. Tuan muda Albert yang memberikannya padamu, karena ada tamu istimewa perusahaan yang akan bertemu dan mengajak meeting siang ini di restoran **** ," ucap Will.


Tania langsung mengerutkan kening, begitu mendengar ucapan Will barusan.


" Tuan Will, Tuan muda anda tidak salah 'kan, bukankah ini adalah hari Minggu, dan setau ku semua karyawan libur," ucap Tania heran.


Will terdiam sesaat, setelah menyadari kalau hari ini adalah hari Minggu, kemudian dia mulai mencari alasan yang tepat untuk tidak membuat curiga Tania.


" Oh, i....itu. Tamu ini adalah tamu super sibuk, dan mungkin cuma hari Minggu saja waktu luangnya bertemu dan membicarakan bisnis dengan Albert. Sebab, menurut kabar yang aku dengar setelah pertemuan ini selesai dia akan kembali lagi ke luar negeri," ujar Will mencari alasan yang cukup wajar.


Tania pun manggut-manggut. Tanpa ada rasa curiga sama sekali.


" Baiklah, nanti siang aku akan datang," ucap Tania. kemudian dia langsung masuk ke dalam rumah, setelah sebelumnya pamit pada Will.


Will langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, setelah Tania bersedia datang ke restoran mewah yang direncanakan oleh Will dan juga Albert.


" Baiklah Will, terima kasih," ujar Albert. Kemudian dia langsung mematikan sambungan Ponsel dan memasukkan kembali ke dalam saku celananya.


Sedangkan Will, dia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju restoran mewah tempat diadakan pertemuan Albert dan Tania nanti siang.


💦💦💦


Di Rumah Tania tepat berada di dalam kamarnya.


Gadis cantik itu mulai membuka bingkisan yang diberikan oleh Will padanya. Dan dia sangat terkejut sekaligus bahagia. melihat isi dari bingkisan itu.


" Wah...Gaun warna nevy, ini adalah warna kesukaan ku, Ternyata Albert benar-benar masih mengingatnya," ucap Tania sambil membawa gaun itu kedalam pelukannya.


Hatinya sangat merasa bahagia, karena Albert masih mengingat warna baju kesukaannya.

__ADS_1


" Aku akan berdandan cantik, untuk menemui kolega bisnis Albert itu, dan aku tidak ingin mengecewakan perasaannya, karena mungkin kolega bisnis yang satu ini memang sangatlah istimewa, sehingga dia sampai repot-repot mengirimkan gaun cantik ini padaku," ucap Tania.


Namun, sejurus kemudian Tania tiba-tiba terdiam sambil melihat dirinya di depan sebuah cermin, dan tampak wajah cantiknya kini berubah sedikit sayu.


" Bagaimana aku bisa berdandan cantik, sedangkan Albert dari dulu tidak menyukai wanita yang menghias dirinya terlalu berlebihan. Namun, kalau aku tidak berdandan, bagaiman mungkin aku terlihat cantik," ujar Tania seraya memonyongkan bibirnya beberapa senti ke depan. Dan tampak dirinya saat ini sedang dalam mode gundah gulana.


Lalu dia duduk di atas kursi. Sambil melihat pantulan dirinya di dalam cermin. Kemudian dia mulai memperhatikan beberapa perlengkapan riasnya yang berjajar rapi di atas meja.


Dengan memasang wajah tidak bersemangat. Tania mulai menopang dagunya dengan kedua tangan.


" Apa yang harus aku lakukan? jika aku tidak berdandan bagaiman aku bisa kembali memikat hati Albert," batinnya. Kemudian dia memejamkan mata sesaat.


Namun, disaat Tania memejamkan mata, tiba-tiba sebuah bayangan masa lalu dengan Albert terlintas di dalam pikirannya. Dan hal itu membuat Tania langsung teringat sesuatu dengan perkataan Albert.


" Kecantikan seorang wanita bukan terlihat dari penampilan ataupun dandanannya yang selalu mencolok. Tapi kecantikan itu berasal dari hati kita. jika hatimu bersih, maka kecantikan yang ada didalam dirimu akan memancarkan auranya sendiri."


Kata-kata itupun terngiang di dalam pikiran Tania. Dan sejurus kemudian Tania mulai mengerjapkan matanya dengan perlahan.


" Apa yang dikatakan oleh Albert itu memang benar, aku tidak perlu berdandan terlalu berlebihan. Seperlunya saja," ucapnya. sambil berdiri dari kursi meja riasnya.


Namun, sepersekian detik kemudian dia kembali bersedih, mengingat apa yang ia lakukan kepada Albert saat hendak melamar dirinya beberapa tahun silam.


" Ah... tidak, tidak. Aku tidak boleh bersedih, seharusnya aku melupakan kejadian yang memalukan itu, karena menurutku masa lalu harus dikubur dalam, sedalam... lautan. Lagi pula aku sudah meminta maaf pada Albert. Dan Albert juga sudah memaafkan diriku," ucap Tania.


Kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


💦💦💦


Di Dalam Kamar Albert


Pemuda tampan itu sudah selesai bersiap-siap. Dan sekarang dia sedang berbicara santai dengan Pelayan Eric.

__ADS_1


Tampak dari raut wajah yang dia tunjukkan saat ini, sepertinya Ia sedang bimbang, antara mau menuruti kemauan kakeknya atau tidak.


__ADS_2