
Setelah mendengar ocehan adiknya. Albert terdiam sejenak, tanpa berniat mengangkat tubuh Robert dari atas lantai.
Sehingga membuat Pak Tono yang kebetulan lewat di depan kamar Robert. membuat dirinya sedikit heran. karena melihat Albert hanya diam saja, tanpa berniat mengangkat tubuh adiknya yang hilang kesadaran itu keatas ranjang. Dengan memberanikan diri kemudian Pak Tono masuk ke kamar Robert.
Tok...tok...tok
" Permisi Tuan Albert, boleh saya masuk?" tanya Pak Tono.
Albert yang mendengar suara pintu diketuk, kemudian Ia tersadar dari lamunannya, lalu Ia membalikkan badannya, dan melihat Pak Tono sedang berdiri di depan pintu.
" Ada apa Pak," tanya Albert datar.
" I... itu Tuan Albert, kenapa tubuh Tuan Robert di biarkan tergeletak begitu saja di atas lantai, aku takut kalau dibiarkan terlalu lama dirinya nanti akan sakit," ucap Pak Tono sambil terbata, kemudian Ia menundukkan kepalanya, tanpa berani melihat kearah Albert.
Albert kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sambil mencari alasan yang tepat.
" Maaf Pak Tono, Aku tidak bisa mengangkat tubuhnya sendiri, maka dari itu aku hanya diam saja sejak tadi," kilah Albert.
" Oh...! seperti itu Tuan, kalau begitu mari saya bantu," ucap Pak Tono menawarkan diri.
" Baik."
Kemudian mereka berdua mengangkat tubuh Robert keatas ranjang, setelah itu barulah keduanya meninggalkan kamar tersebut. sambil menutup pintunya dengan perlahan.
Sedangkan Albert, setelah mendengar ucapan adiknya saat mabuk tadi, membuat dirinya bertekad untuk bisa menyatukan Robert dan Tania.
" Baiklah, sepertinya aku harus menyatukan keduanya," batin Albert. Yang tanpa Ia sadari setelah mengatakan hal tersebut, membuat hatinya merasakan ada sesuatu yang hilang dalam dirinya.
Apakah, sebenarnya Albert masih mencintai Tania?
💦💦💦
Pagi harinya
Kicauan burung-burung terdengar begitu merdu di telinga Tania dan Nina, sehingga membuat kedua gadis cantik itu membuka matanya secara perlahan.
" Ternyata hari sudah mulai pagi," ucap Tania. Sambil merentangkan kedua tangannya.
Begitu pula dengan Nina, dirinya mulai bangun dari tempat tidur, Lalu Ia beranjak menuju kearah jendela. untuk menikmati suara kicauan burung yang menurutnya sangat begitu merdu.
Berbeda dengan Tania, gadis cantik itu mulai masuk kedalam kamar mandi, untuk membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri, kemudian Ia turun kebawah dan berniat untuk menyiapkan sarapan pagi.
Namun, baru saja Ia melangkahkan kakinya kedalam dapur tersebut, tiba-tiba Robert memanggilnya dari arah belakang.
" Tania," panggil Robert.
__ADS_1
Tania yang mendengar ada seseorang memanggil namanya, kemudian Ia membalikkan badannya.
" Ada apa Robert?" jawab Tania. Setelah melihat kalau Robert lah yang memanggil namanya.
" Ini masih pagi, kau sudah bangun?" tanya Robert.
" Iya, aku sudah terbiasa bangun pagi, apa kau ingin aku buatkan sesuatu?" ujar Tania datar.
" Emangnya dirimu bisa apa?" ucap Robert, meremehkan kemampuan Tania.
Tania berdecak kesal, setelah mendengar ucapan Robert yang meremehkan kemampuannya. kemudian Ia berjalan mendekat kearah Robert.
" Hum...! Tuan muda, emangnya dirimu mau aku buatkan apa?" tanya Tania sambil tersenyum manis.
Robert pun terdiam sejenak setelah melihat senyum manis Tania, yang membuat jantungnya selalu berdebar kencang saat melihatnya.
Tania yang melihat Robert hanya diam saja, kemudian Ia mengibaskan tangannya di depan wajah Robert.
" Tuan Robert," panggil Tania.
" I... iya," jawab Robert sambil terbata.
" Kamu mau aku buatkan apa?" tanya Tania untuk kedua kalinya.
Robert yang mendengar pertanyaan itu, lagi lagi membuat dirinya tersenyum tipis.
" Emangnya, gadis seperti dirimu bisa apa?" batin Robert, kemudian Ia kembali menatap kearah Tania, yang sedang berdiri di hadapannya.
" Baiklah, tunggu sebentar, aku akan memasak nasi goreng untukmu," jawab Tania sambil mengayunkan kakinya menuju ke arah dapur.
Setelah sampai di dapur, kemudian gadis cantik itu mulai berjibaku dengan peralatan tempur yang biasa Ibu- Ibu gunakan saat di pagi hari. hingga lima menit kemudian, nasi goreng permintaan Robert pun akhirnya selesai.
Kemudian Ia menyajikannya di atas piring dan menghiasnya. setelah itu, barulah ia membawanya ke hadapan Robert.
" Silahkan dinikmati," ucap Tania.
" Wah...! ternyata gadis ini, pandai memasak juga," batin Robert. Kemudian Ia mengambil sendok dan ingin secepatnya mencobanya.
Namun, baru saja Robert mau menyuapkan nasi goreng itu kedalam mulutnya, tiba-tiba Nina datang menghampirinya.
" Wah...! harum sekali nasi gorengnya," Tanya Nina. kemudian Ia menarik kursi, lalu Ia duduk di samping Robert.
" Sepertinya begitu, tapi aku tidak tau rasanya seperti apa? apakah keasinan atau bagaimana?" ucap Robert merasa sedikit kesal, karena kedatangan Nina membuat dirinya harus menunda untuk mencoba nasi goreng buatan Tania tersebut.
Sedangkan Tania yang melihat kedatangan Nina, kemudian Ia menawarkan nasi goreng buatannya.
" Apa kau juga mau Nina?" tanya Tania.
__ADS_1
" Boleh," jawab Nina.
" Tunggu sebentar, biar aku ambilkan dulu."
Kemudian Tania kembali ke dapur, untuk mengambil nasi goreng buat Nina. Namun, ketika Ia berada di dapur, Ia samar-samar mendengar suara Albert, sehingga dirinya berinisiatif membuatkannya sekalian untuk Albert.
Tidak menunggu lama, akhirnya Iapun kembali ke meja makan. Dan benar dugaannya, ternyata Albert sudah berada di samping Nina.
" Silahkan dinikmati," ucap Tania. Sambil menaruh nasi goreng itu di hadapan Albert dan juga Nina.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, kemudian Albert menikmati nasi goreng itu dalam diam.
Sedangkan Robert dan juga Nina, mereka tak henti hentinya memuji nasi goreng buatan Tania.
" Lain kali, aku akan belajar memasak kepada mu, bolehkan?" tanya Nina.
" Tentu saja boleh," jawab Tania.
Kemudian mereka semua menikmati nasi goreng buatan Tania.
💦💦💦
Waktu pun berlalu begitu cepat. Dan sekarang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Sesuai kesepakatan mereka sebelumnya, hari ini mereka semua akan berenang di pinggir pantai.
Namun, Albert yang tidak pandai berenang, Ia hanya duduk di atas kursi, sambil melihat keceriaan Tania dan juga Nina. Dan sepertinya kedua gadis itu sudah mulai dekat.
Sedangkan Robert yang melihat kakaknya hanya diam saja, kemudian Ia menghampirinya.
" Kakak, apakah kamu tidak mau berenang sama sekali," tanya Robert.
" Tidak adikku," jawab Albert dengan sangat cepat.
" Kenapa? padahal aku sangat ingin berenang bersama denganmu," jawab Robert.
" Hum...! Aku tidak pandai berenang," ucap Albert apa adanya.
" Apa masalahnya, bukankah aku ada bersamamu. Dan aku akan selalu menjaga dirimu," ucap Robert.
" Tapi."
" Ayolah Kak," ucap Robert. kemudian Ia menarik kedua tangan kakaknya.
Sedangkan Albert yang tidak mampu menolak permintaan adiknya, Ia hanya bisa pasrah.
Nina dan Tania, yang melihat kedatangan Albert, kedua gadis cantik itupun dengan secepat kilat menghampirinya.
" Albert," panggil Nina.
__ADS_1
Namun, Albert yang mendengar panggilan kedua gadis itu, Ia hanya diam saja, tanpa berniat meresponnya sama sekali. Dan sejurus kemudian Iapun memberi isyarat kepada Robert agar segera mendekati Tania.
Apakah Albert nanti akan cemburu melihat kedekatan Robert dengan Tania?