Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 88


__ADS_3

Pak Pian dan kawan-kawannya mulai memutar rekaman CCTV dari jam Delapan sampai dengan jam Sepuluh pagi. Namun mereka tidak melihat kejanggalan sedikitpun, semuanya terlihat baik-baik saja.


" Nak Albert, CCTV di Mall ini tidak menunjukkan tanda-tanda yang aneh, semuanya tampak baik-baik saja," ujar pak Pian.


Ya, setelah Dion dan anak buah Zen berhasil menculik Tania, salah satu diantara mereka pergi ke ruangan CCTV untuk menghapus adegan dimana mereka menculik Tania.


Albert seketika merasa lemas, kala mendengar ucapan pak Pian barusan, lalu dia menatap kearah Will.


" Will, mari kita temui Botak di rumah sakit. Sebab disini sudah tidak ada harapan lagi untuk mendapat informasi tentang dimana keberadaan Tania. Dan sekarang hanya Botak lah satu-satunya harapan ku, dan aku berharap dia sempat melihat wajah orang yang memukulnya sebelum dia jatuh pingsan," ujar Albert.


Will pun seketika terkejut mendengar penuturan Albert barusan.


" Apa....! Nona Tania di culik?" batin Will.


Sedangkan Albert, yang tidak mendapat informasi apapun di dalam Mall itu, rasanya dia sudah tak mampu lagi menahan kemarahan yang bergemuruh di dalam hatinya, lalu dia mengepalkan tangan dan langsung menghantam dinding yang berada di sampingnya.


Bhuk.. Bhuuk...bhuk


Dinding yang tidak tau apa-apa itupun menjadi sasaran kemarahan Albert. Dan seketika darah segar mengalir dari sela jari-jemari Albert.


Will yang melihat tindakan Tuan mudanya itu, seketika menghentikan tindakan Albert.


" Tuan muda, hentikan. Tidak ada gunanya kau menumpahkan emosimu pada dinding yang tidak berdosa itu, lebih baik kita ke rumah sakit dan menanyakan pada Botak. Siapa tau kita bisa mendapat informasi darinya," ujar Will sambil menahan tubuh Albert agar tidak menghantam dinding itu lagi.


Albert terdiam. Dan kesempatan itu pula digunakan oleh Will untuk mengikat luka di tangan Albert.

__ADS_1


Hingga sepersekian detik kemudian, Will pun sudah selesai mengikat luka yang berada di tangan Albert. Kemudian mereka berdua serempak keluar meninggalkan ruangan CCTV itu.


Sedangkan pak Pian yang melihat ke susahan Albert, Ia hanya bisa membantu dengan doa.


" Semoga Tuan Albert, secepatnya menemukan istrinya," batin pak Pian. Kemudian dia kembali melanjutkan pekerjaannya.


💦💦💦


Setelah Albert dan Will sampai di mobil.


Will langsung melajukan mobil itu bak pembalap internasional. Hingga tanpa butuh waktu lama, akhirnya Mobil itupun berhenti tepat di depan sebuah rumah sakit tempat Botak di rawat.


Albert langsung keluar dari dalam mobil, lalu dia berlari kencang menuju meja informasi dan menanyakan dimana letak ruangan pasien yang bernama Botak.


" Mari saya antar Tuan."


Setelah cukup lama berjalan melewati lorong demi lorong rumah sakit, akhirnya mereka berdua sampai di depan ruangan Botak. Dan terlihat saat ini seseorang sedang berjaga di luar ruangan Botak, dan Albert yakin itu adalah Direktur Mall.


" Ini Tuan ruangannya, saya tinggal dulu," ujar perawat itu seraya meninggalkan Albert.


" Terima kasih Nona."


" Sama-sama Tuan."


Setelah kepergian perawat itu, kemudian Albert dan Will menghampiri Direktur Mall yang sedang duduk di atas kursi.

__ADS_1


Sedangkan Direktur Mall yang melihat kedatangan Albert, kemudian dia langsung berdiri dan menjabat tangan Albert.


" Albert Bridam, kau Albert Bridam 'kan? cucunya Tuan Simon, pewaris tunggal perusahaan Bridam," ujar Direktur Mall itu yang langsung mengenali Albert.


" Iya Tuan," jawab Albert. Kemudian mereka berdua duduk di atas kursi, sambil berbincang mengenai keadaan Botak saat ini.


Tidak lama berselang, keluarlah dokter dari dalam ruangan Botak, Albert seketika berdiri dari tempat duduknya untuk menghampiri Dokter tersebut. Kemudian dia menanyakan bagaimana keadaan Botak saat ini.


" Bagaimana keadaannya Dokter, apa dia mengalami luka yang serius?" tanya Albert.


" Tentang saja Tuan, pasien baik-baik saja, dia tidak mengalami luka yang serius, hanya luka kecil, mungkin sebentar lagi juga dia akan bangun dari pingsannya," jawab Dokter itu.


Albert seketika mengusap dadanya, karena dia sangat merasa lega.


" Syukurlah, kalo dia baik-baik saja," jawab Albert. Lalu dia kembali bertanya kepada Dokter itu.


" Apa saya boleh masuk ke dalam untuk melihat keadaannya Dokter?" tanya Albert.


" Boleh," jawab Dokter itu. Lalu diapun pergi meninggalkan Albert.


Setelah kepergian Dokter itu, kemudian Albert dan Will masuk kedalam ruangan Botak. Dalam waktu yang bersamaan Botak pun membuka mata. Dan melihat Albert sudah berdiri di sampingnya.


" T... Tuan muda, Nona Tania di culik oleh seseorang, tapi aku tidak mengenal orang tersebut, karena mereka menggunakan penutup wajah," ujar Botak apa adanya.


Hancur sudah harapan Albert, Botak pun tidak bisa mengenali orang yang menculik Tania. Dan sampai sekarang para anak buah Albert pun belum memberikan kabar sama sekali.

__ADS_1


" Tania... sekarang kamu berada di mana? apakah kamu baik-baik saja?" batin Albert. Kemudian dia terduduk di atas lantai dengan sangat lemas.


__ADS_2