
Kembali Pulang
Albert, Will dan juga Botak sedang berada di dalam ruangan Tuan Hans. Mereka saat ini sedang pamit untuk pulang.
Albert berterima kasih atas jamuan dan bantuan yang diberikan oleh Tuan Hans kepada dirinya. Dan tidak lupa pula Albert mengucapkan terima kasih kepada Reyboy, karena kalau tidak ada Reyboy mungkin saat ini dia masih belum bisa membalaskan dendamnya.
Kemudian Albert berdiri dari tempat duduknya, lalu dia mendekat ke arah Reyboy yang sedang berdiri tegap di sudut sisi ruangan.
" Reyboy," panggil Albert.
" Ada apa Tuan muda Albert Bridam."
Tanpa basa-basi, kemudian Albert mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dari kantong Jasnya, lalu dia menyerahkannya kepada Reyboy.
" Ini untukmu," ujar Albert.
Reyboy mengerutkan kening, saat melihat amplop coklat yang disodorkan oleh Albert padanya.
" Ini apa Tuan," ujar Reyboy pura-pura tak tau.
__ADS_1
Albert kemudian tersenyum tipis, saat mendengar pertanyaan Reyboy. Lalu dia mendekat dan menepuk pundak Reyboy dengan sangat lembut.
" Aku tau kalau kau sangat membutuhkan ini, maka dari itu jangan banyak bertanya, ambillah," ujar Albert. kemudian dia memasukkan amplop berwarna coklat itu kedalam kantong Reyboy.
" Tapi Tuan," jawab Reyboy. Lalu dia melihat ke arah Tuan Hans.
Sedangkan Hans yang mengerti dengan arti tatapan mata Reyboy, kemudian Ia menganggukkan kepala.
" Kalau begitu, terima kasih banyak Tuan muda," jawab Reyboy akhirnya. Setelah ada keraguan di dalam dirinya untuk menerima tips yang diberikan oleh Albert padanya.
" Sama-sama Reyboy," jawab Albert sambil tersenyum tipis. Kemudian dia kembali duduk pada kursinya.
Albert kembali mengajak Tuan Hans untuk berbincang-bincang sebentar, sebelum dia benar-benar meninggalkan kelompok itu.
💦💦💦
" Perjalanan yang sangat melelahkan," ujar Albert. Setelah dia bersama Will dan juga Botak turun dari dalam Jet pribadi tersebut.
Mereka semua pun langsung pulang, dan berniat mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah.
__ADS_1
Namun, saat Albert tiba di Mension, dia sangat terkejut melihat Tania ada di ruang tamu. Tanpa mempedulikan Tania, Albert langsung menaiki tangga menuju lantai atas. Tapi tak dapat di pungkiri, bahwa saat ini dirinya sangat ingin mengetahui kenapa Tania ada di Mension.
Namun, dia urungkan. Karena badannya sangat merasa lelah.
Setelah sampai di dalam kamar, Albert langsung menaiki ranjang, dan tanpa butuh waktu lama, akhirnya diapun masuk ke alam mimpi.
Malam harinya
Albert pun terbangun, dan dia merasa perutnya sangat lapar. Hingga Albert memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sejenak.
Setelah Albert keluar dari dalam kamar mandi, dia kemudian menuju lemari dan mengganti pakaiannya dengan baju santai.
Sementara di meja makan, terlihat Tania sedang membantu bibi untuk menata makanan di atas meja.
" Sudah Non, duduk saja biarkan bibi yang mengerjakannya," ucap Bi Ojah. Sebab, dari tadi Tania tidak berhenti bekerja, walaupun dia sudah melarangnya.
" Tidak apa-apa Bi, aku sudah terbiasa melakukan hal seperti ini," jawab Tania. Kemudian dia kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan Tuan Simon yang baru datang, dan meliphat Tania melakukan pekerjaan, lalu dia melirik ke arah Bi Ojah.
__ADS_1
Kemudian Bi Ojah mulai membela diri dengan mengatakan kalau dia sudah melarang Tania untuk bekerja. Namun, Tania tidak menghiraukan perkataan Bi Ojah dan tetap melakukannya.
Tuan Simon menarik nafas dalam, setelah dia mendengar ucapan Bu Ojah barusan. Lalu dia mendekat ke arah Tania.