
Kemudian Albert merogoh kantong Jas yang dia pakai, kemudian dia mengeluarkan ponsel miliknya. Lalu ia men-dial nomor Botak.
" Botak, aku perintahkan kau membawa istri Zay kedalam gudang, se.ka.rang," ujar Albert. kemudian dia mematikan sambungan Ponselnya.
Di luaran sana, Botak mulai mengerjakan tugas yang diberikan oleh Albert padanya.
Sedangkan di dalam gudang. Tampak Zay tertawa terbahak-bahak, mendengar ucapan Albert barusan.
" Tuan Albert Bridam, pewaris tunggal perusahaan Bridam. jika kau bisa membawa istri ku ke mari, maka aku akan memberitahukan dimana lokasi persembunyian Zen. Dan akan mengakui kehebatan mu. Tapi jika anda tidak bisa membawanya maka aku minta padamu untuk melepaskan diriku," tawar Zay.
Albert berdecak kesal mendengar tawaran dari Zay. kemudian dia kembali menghampirinya. Dan sejurus kemudian memegang rahang Zay dengan sangat kencang.
" Rupanya kau cukup pintar Zay, memangnya siapa dirimu main tawar menawar dengan ku, kau pikir aku bodoh dan mau melepaskan dirimu begitu saja hah...!" bentak Albert kemudian. Lalu dia kembali menghempaskan wajah Zay kesamping. Dan sejurus kemudian Albert mulai melayangkan bogem mentah kearah perut Zay.
Pukulan demi pukulan Albert layangkan kearah perut Zay, hingga membuat Albert merasa puas barulah dia menghentikan tindakannya.
__ADS_1
Sedangkan Zay. Yang sudah babak belur dia belum juga menyerah dan tetap pada pendiriannya. Dia menutup rapat-rapat mulutnya saat ini.
💦💦💦
Tidak lama berselang, terdengarlah suara seseorang mengetuk pintu, hingga membuat Albert menghentikan sejenak aktivitasnya. Lalu dia menyuruh Will untuk segera membuka pintu.
" Will, cepat buka pintunya. Karena aku ingin melihat siapa yang datang," ucap Albert kemudian.
Will pun membuka pintu, dan terlihatlah Botak bersama seorang wanita yang sangat mereka kenal. Dia adalah wanita yang baru dua bulan lalu melamar pekerjaan sebagai pelayan di Mension Keluarga Bridam.
" Bukankah dia itu bi Sumi?" tanya Will.
Sedangkan bi Sumi, dia tidak mendengar percakapan antara Botak dan Will, karena sebelumnya Botak sudah memasang headset dan memutar lagu yang sangat kencang, belum lagi penglihatan bi Sumi yang di tutup dengan kain hitam. hingga membuat dirinya tidak tau apa yang sedang terjadi sebenarnya.
Botak dan bi Sumi berjalan beriringan masuk ke dalam gudang. kemudian Ia membawa Sumi ke hadapan Albert.
__ADS_1
Albert tersenyum, melihat kedatangan Botak.
" Kau yakin, kalau dia adalah istrinya Zay," tanya Albert.
" Yakin seratus persen Tuan muda," jawab Botak dengan sangat yakin.
" Hm... bagus, kau memang selalu bisa di andalkan," ucap Albert sambil menepuk pundak Botak dengan perlahan.
Setelah itu barulah Albert membawa bi Sumi kehadapan Zay, setelah memastikan bahwa bi Sumi tidak akan mendengar ataupun melihat keadaan suaminya Zay saat ini.
Albert kemudian berjalan menuju tempat Zay di sekap. Dan memperkenalkan Sumi kepada Zay.
" Bagaimana, apa kau sudah mengakui kehebatan ku. Kamu pikir aku bodoh dan tidak tau kalau kau menyembunyikan istrimu di dalam Mension Keluarga kami," ucap Albert datar.
Kemudian dia membuka sarung kepala berwarna hitam yang menutupi wajah bi Sumi. Dan terlihat oleh Zay separuh wajah istrinya.
__ADS_1
" S...S...Sumi," ujar Zay terbata. Namun, panggilannya itu tidak didengar oleh Sumi sedikitpun.
Sumi terlihat sedikit menggoyangkan kepalanya, karena mendengar lagu yang dia dengar mungkin terlalu asik. Jangankan panggilan suaminya. Albert, Will dan Botak berteriak dengan sekencang-kencangnya pun tidak akan bisa ia dengar.