Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 87


__ADS_3

Tidak lama kemudian, datanglah Will yang tampak sedikit ngos-ngosan, karena dia berlari cukup kencang untuk mengejar Albert.


Namun, saat dia sudah sampai di depan toilet, Will cukup kaget melihat Tuan mudanya itu yang tampak sedih sambil memegang tas yang dia yakini itu adalah tas Tania. Sebab, tadi pagi Will sempat melihat kalau Tania memakai tas yang sama persis dengan yang di pegang oleh Albert saat ini.


" Tuan Albert, dimana Nona Tania," tanya Will.


Tanpa menjawab pertanyaan Will, kemudian Albert mengangkat wajahnya ke arah Will, lalu dia memperlihatkan barang-barang milik Tania.


Will semakin bingung, kala melihat barang-barang milik Tania ada bersama dengan Albert.


Hingga sepersekian detik kemudian, Albert berdiri dari tempat duduknya kemudian dia memerintahkan Will untuk menutup semua akses pintu masuk ataupun pintu keluar Mall.


Tanpa bertanya sedikitpun, Will langsung melaksanakan perintah dari Tuan mudanya itu.


Sedangkan Albert, dia juga berdiri dari tempat duduknya, kemudian dia berlari cukup kencang menuju ruangan Direktur.


Namun sayang, ternyata Direktur Mall itu tidak berada di dalam ruangannya, karena dia sedang mengantarkan seseorang yang pingsan tadi pagi di depan toilet ke rumah sakit.


" Mungkin itu adalah Botak," batin Albert. Setelah dia mendengar penjelasan satpam yang berjaga di depan ruangan Direktur Mall itu.


Tanpa menunda sedetikpun, kemudian Albert menanyakan dimana letak ruangan CCTV.


Bersamaan dengan itu pula, terdengarlah suara pemberitahuan bahwa untuk sementara waktu tidak ada pengunjung yang boleh keluar dari dalam Mall sampai satu jam ke depan.

__ADS_1


Para pengunjung tampak riuh, namun hal itu tidak berlangsung lama, karena pihak Mall akan memberikan diskon Lima Puluh Persen sebagai kompensasi.


Semua pengunjung bersorak gembira mendengar pengumuman tersebut, termasuk satpam yang berjaga di depan pintu ruangan Direktur Mall itu.


" Yes, aku bisa membeli Boneka pada putriku yang saat ini sedang berulang ta...?" ucapnya tiba-tiba berhenti karena Albert menatap dirinya dengan sangat tajam.


" M... mari saya antar Tuan kedalam ruangan CCTV," ujarnya terbata. Kemudian dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Huh... kebiasaan, kalau mendengar kata diskon pasti gembiranya minta ampun," batin satpam itu seraya menepuk jidatnya sendiri.


πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


Di Ruangan CCTV


Namun berbeda dengan salah satu diantara mereka, tiba-tiba saja dia menghampiri Albert. Karena dia sangat mengenal sosok yang berjalan menuju kearahnya. Walaupun penampilannya sudah berubah. Tapi Ia yakin, ke baikan hati Albert dan ke ramah-tamahannya tidak mungkin berubah.


" Albert, sapanya kemudian.


" Pak Pian," jawab Albert.


Ya, itu adalah pak Pian, tetangga Albert dulu saat dia masih tinggal di kontrakan dan masih berprofesi sebagai tukang gorengan.


Pak Pian memeluk Albert, dan Albert pun membalasnya.

__ADS_1


Sedangkan Will yang baru datang dan melihat adegan tersebut, kemudian dia menghampiri Albert dan mengatakan kalau pekerjaannya sudah selesai.


Albert seketika melepaskan pelukannya terhadap pak Pian, ketika mendengar ucapan Will barusan.


" Kau kenapa Nak, kenapa wajahmu tampak sangat murung dan khawatir?" tanya pak Pian.


Albert terdiam, dan tidak menjawab pertanyaan pak Pian barusan. Lalu dia mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke dalam ruangan CCTV itu. Sebab, dia tidak ingin terlambat menyelamatkan Tania. Karena Albert yakin kalau saat ini seseorang telah menculik istrinya.


" Pak Pian, tolong bantu aku untuk melihat rekaman CCTV tadi pagi," ujar Albert tanpa basa-basi.


" Baiklah Nak," jawab pak Pian.


Kemudian dia membuka pintu itu dan masuk kedalam ruangan CCTV, begitu juga dengan Albert dan Will. Mereka berdua mengikuti langkah kaki pak Pian.


" Cepat perlihatkan rekaman video di depan toilet wanita tadi pagi," perintah pak Pian pada bawahannya.


" Baik pak."


*****


Kalau para readers sekalian berkenan boleh like, komen dan vote yaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Salam dari author yang tidak terlalu kece ini😊😊

__ADS_1


Love, love se kebon jagungπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2