
Setelah kematian Zen, anak buahnya pun satu persatu tumbang, dan kini hanya menyisakan beberapa orang saja.
Hingga beberapa menit kemudian, anak buah Zen sudah mati di babat oleh kelompok Hans Diaglo. Kini anak buah Hans Diaglo bersorak gembira dengan kemenangan mereka.
Sedangkan Albert, kini dirinya sudah mulai merasa lega, setelah berhasil membalaskan dendamnya kepada Zen. Dan sekarang disinilah dia berada, tepat di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebab darah Zen sempat kecipratan mengenai wajah dan baju yang dia pakai.
Cukup lama Albert membersihkan diri, hingga akhirnya diapun merasa sudah cukup barulah dia keluar dari dalam kamar mandi.
" Hm... segar sekali, hingga membuat aku lupa bahwa sebentar lagi aku akan pulang ke negara asal ku," ucap Albert. Sambil mengibaskan rambutnya yang basah.
Tanpa dia sadari, seorang gadis yang membisikkan suatu kata yang membuat adik kecil Albert menegang kemarin, ternyata sedang memperhatikan gerak gerik Albert saat ini.
Hingga gadis itupun pun sudah tak tahan melihat keperkasaan Albert dari jauh, kemudian dia berlari kecil menghampiri Albert.
Sedangkan Albert yang tidak menyadari kehadiran gadis itu di kamarnya, dia dengan santai melepas handuk yang melilit di pinggangnya.
" Tuan muda Albert Bridam," panggil gadis itu dengan sangat manja. Ya, ternyata gadis cantik itu sudah berada tepat di belakang Albert.
__ADS_1
Albert membalikkan badan. Dan betapa tercengangnya dia setelah melihat gadis itu sudah berada tepat di hadapannya. Bahkan, sekarang wajah mereka sudah saling bersentuhan.
" A...ada perlu apa kau datang ke mari," tanya Albert tergagap.
Gadis cantik itu tak merespon ucap Albert. Sebab, otaknya sudah dipenuhi dengan gairah yang menggebu di dalam dadanya.
Tanpa aba-aba, gadis cantik itu langsung mengusap roti sobek Albert dengan penuh gairah. Hingga membuat Albert melayang sesaat menikmati sentuhan lembut dari gadis cantik itu.
Namun, kesadarannya mulai pulih saat gadis cantik itu hendak memegang adik kecilnya.
Namun, Gadis cantik itu tidak kehabisan ide, dia segera mendekat kearah Albert dan menautkan ******** ke *****Albert.
Albert terdiam, nafasnya sudah tidak beraturan. Namun, pikirannya masih normal.
Albert sangat ingin membalas perbuatan gadis cantik itu sebagai lelaki normal, tapi dia baru mengingat satu hal, mereka berdua belum sah menjadi suami istri. Sebab, dia hanya memberikan keperjakaannya hanya untuk istri sahnya.
Albert, lagi-lagi mendorong tubuh gadis itu, tapi tidak seperti tadi, kali ini Albert mendorong tubuh gadis itu dengan sangat lembut.
__ADS_1
" Keluar dari dalam kamarku," pinta Albert. sambil menunjuk kearah pintu.
Gadis cantik itu tersenyum manis, kemudian dia kembali mendekat ke arah Albert.
" Apa kau tidak menginginkan tubuhku yang seksi ini," ujar gadis cantik itu manja. Lalu dia berpose di depan Albert.
Albert menutup mata sejenak, kemudian dia menarik nafas dalam.
" Keluarlah...! kalau kau tidak ingin terjadi sesuatu denganmu," ucap Albert marah.
Sebab, dia sudah tak tau apa yang harus dia lakukan, ingin rasanya Albert berbuat kasar terhadap gadis cantik yang berada di depannya. Tapi, dia urungkan. Karena dia menyadari satu hal, kalau ibunya juga adalah seorang perempuan.
Dengan memasang wajah kesal, kemudian gadis cantik itu akhirnya keluar dari dalam kamar Albert.
Sedangkan Albert, dia sangat merasa lega, kemudian Ia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, sambil mengusap dada.
" Gadis cantik nan agresif," batin Albert. Kemudian dia memejamkan mata sejenak, untuk menenangkan pikirannya.
__ADS_1