Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 77


__ADS_3

Seperti yang kak Ami bilang adegan 21+ akan segera tayang. Maka author ingatkan kalau masih dibawah umur segera skip.😂😂🙏


Baru saja Tania selangkah memasuki kamar Albert. tiba-tiba dia berhenti dan menatap ke seluruh sudut penjuru ruangan itu. Dan sepertinya, Tania sangat takjub melihat hiasan kamar pengantinnya.


Bunga mawar yang bertaburan di mana-mana, dan lilin yang memancarkan cahayanya, menambah suasana kamar itu tampak sangat romantis. Namun, ada satu yang tidak luput dari perhatian Tania, dan dia juga tersenyum manis saat melihatnya.


Ya, itu adalah ranjang pengantinnya yang dihiasi dengan bunga mawar merah, dan di tata rapi membentuk sebuah gambar Love.


Benar-benar sangat indah.


" Wah... siapa yang menghias kamar ini," tanya Tania akhirnya. Setelah pikiran Tania traveling kemana-mana.


" Mungkin Will dan juga pelayan Eric," jawab Albert enteng. Kemudian diapun berjalan perlahan menuju ranjang, yang di ikuti oleh Tania di belakangnya.


Albert tiba-tiba berhenti, lalu dia membalikkan badannya menghadap Tania, sedangkan Tania yang tidak menyadari hal itu dia terus saja melangkah.


Dan tiba-tiba Bhuuk....


Tania menabrak dada bidang Albert.


" Aduh...!" pekik Tania. sambil memegang dahinya.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Albert. Lalu dia mengelus dahi Tania.

__ADS_1


" Yang mana yang sakit," tanya Albert kembali.


" Tidak ada yang sakit, hanya terasa linu saja," jawab Tania. Seraya menyingkirkan tangan Albert dari dahinya.


Untuk sesaat, Albert begitu terhipnotis dengan kecantikan Tania, kemudian mata keduanya saling beradu pandang. Menikmati kelebihan pasangannya.


" Tania."


" Hum...!" jawab Tania singkat.


" Hari ini kau terlihat sangat cantik," ucap Albert. Kemudian dia hendak menautkan bibirnya terhadap Tania.


Namun, Tania langsung menahan bibir Albert yang sudah tampak monyong itu dengan telapak tangannya. Lalu dia menunduk.


Albert tersenyum canggung, saat mendengar ucapan Tania barusan, lalu dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Oh...! iya, kamu 'kan belum mandi, dan akupun sama. Bagaimana kalau kita mandi bersama?" tawar Albert sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Apaan sih," jawab Tania. Kemudian dia langsung melongos masuk ke dalam kamar mandi. Lalu dia menguncinya dari dalam.


Namun, baru saja dia selesai mengunci pintu kamar mandi tersebut, tiba-tiba Tania teringat sesuatu.


" Ah... bagaimana ini? aku 'kan tidak bisa membuka kancing bajuku yang dibagian belakang," ucapnya dengan sedikit kesal, lalu dia meraih kancing bajunya. Tapi sayang dia tidak benar-benar tidak bisa.

__ADS_1


Hingga akhirnya Tania memutuskan untuk keluar dari dalam kamar mandi, untuk meminta bantuan Albert.


Sedangkan Albert, saat ditinggal Tania pergi ke kamar mandi tadi, diapun langsung mendudukkan bokongnya di atas Sofa, kemudian ia mengeluarkan sebungkus rokok dari sakunya, dan mengambil satu batang untuk ia hisap.


Namun, baru saja dia menghembuskan asap itu ke udara, tiba-tiba dia melihat Tania berjalan kearahnya.


Senyum Albert pun mengembang sempurna melihat hal itu, lalu diapun langsung berdiri dari tempat duduknya.


" Apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Albert. Saat melihat gaun pengantin itu masih melekat di tubuh seksi istrinya.


Tania mengangguk, kemudian dia menundukkan kepala. Rasanya ia sangat malu meminta tolong kepada Albert. Tapi mau bagaimana lagi? dan sama siapa pula dia akan meminta tolong selain kepada Albert.


" Katakanlah," ujar Albert.


Tania membalikkan badan sambil menunjuk kearah kancing bajunya pada bagian belakang.


Albert langsung mengerti dengan bahasa isyarat istrinya, lalu dia pun menarik kancing baju pengantin istrinya itu dengan perlahan. Dan terdengarlah suara srettt...


Dan....


Terpampang lah kulit putih mulus Tania dihadapannya. Kemudian Albert pun menutup mata, walau tak dapat di pungkiri bahwa sebenarnya dia sangat ingin mengelus punggung Tania. Namun hal itu dia tahan, karena mengingat gadisnya itu masih merasa lelah.


" S... sudah," ucap Albert terbata. Karena menahan benda keras yang mulai terbangun di dalam sarangnya.

__ADS_1


__ADS_2