Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 44


__ADS_3

Albert setuju dengan pendapat yang diutarakan oleh Will. Sebab, sejak tadi dia juga merasakan kalau dalam laporan keuangan itu memang ada yang aneh. Kemudian Albert berdiri dari tempat duduknya, lalu dia berjalan perlahan mendekat kearah Will.


Albert terdiam sejenak, lalu dia kembali duduk di sisi meja kerjanya, sambil melihat ke arah Will tanpa berkedip.


" Will, sepertinya ada salah satu karyawan yang menggelapkan uang perusahaan, dan aku menugaskan dirimu untuk menyelidiki kasus ini," ucap Albert dengan sedikit berbisik. Sebab dia takut di dengar oleh Tania.


" Baik Tuan muda," jawab Will. Kemudian dia hendak berdiri, tapi tiba-tiba tangan Albert menahannya.


" Ingat Will, jangan sampai kabar ini bocor, sebelum orangnya tertangkap, karena aku takut kalau sampai hal itu terjadi, pelakunya akan melarikan diri," ucap Albert.


Kemudian Will mengangguk.


" Bagus, sekarang lakukan tugasmu, dan aku akan menunggu kabar baik darimu," ucap Albert. Lalu dia kembali duduk pada kursi kebesarannya.


Sementara Will, diapun langsung keluar dari ruangan Albert dan melakukan penyelidikan, terhadap semua karyawan dalam bidang keuangan.


💦💦💦


Sore pun tiba


Kini semua karyawan sudah meninggalkan kantor, dan kembali ke rumah mereka masing-masing. Namun, berbeda dengan Tania. Saat ini dia sedang memperhatikan Albert yang tidak beranjak sama sekali dari tempat duduknya.


" Apakah Albert lembur?" ujar Tania. Sambil mondar-mandir tak karuan di dalam ruangannya. Kemudian dia melirik Jam yang berada di pergelangan tangannya.


" Sudah Jam Enam sore, bagaimana ini? apakah aku masih menunggunya atau tidak? Ah... sudahlah! lebih baik aku pulang duluan saja," ucap Tania sambil mengambil Tasnya yang berada di atas meja.


Kemudian dia berjalan perlahan menuju kearah Pintu. Namun, baru juga dia menutup pintu ruangannya, tiba-tiba Albert berdiri dari kursi kebesarannya.


Tania langsung tersenyum manis melihat hal itu. Namun, berbeda dengan Albert, begitu melihat Tania tersenyum padanya, dia langsung membalasnya dengan tatapan tajam.


Kemudian Tania menunduk, begitu menyadari tatapan Albert padanya. Lalu dia keluar dari dalam ruangan itu tanpa berani lagi melihat kearah Albert.


Di Lobby


Robert yang ingin bertemu dengan Albert, tiba-tiba melihat Tania keluar dari dalam kantor. Robert langsung tersenyum, kemudian Ia menghampiri Tania.

__ADS_1


" Tania," sapa Robert.


" Hei. Robert, kau mau bertemu dengan Albert?" tanya Tania.


Robert mengusap tengkuk lehernya, kemudian dia tersenyum tipis, dan tampak dari wajah tampan itu saat ini dia sedang salah tingkah.


" T...Tidak, Bagaimana jika aku mengatakan kalau diriku ingin bertemu denganmu, apa kau marah?"


Tania langsung tertawa lebar mendengar ucapan Robert barusan yang dia pikir itu hanyalah candaan Robert semata, lalu dia memukul dada bidang Robert dengan tasnya.


" Apaan sih? Aku tau kalau kau sebenarnya kesini hanya ingin bertemu dengan Albert, bukan denganku, jadi untuk apa aku marah. Dan ini sudah menunjukkan pukul Enam sore, jadi aku mau izin pulang duluan, dah...!" ucap Tania. Lalu dia hendak meninggalkan Robert.


Namun, baru saja dia melangkahkan kakinya, tiba-tiba Robert menahannya. Tania pun berhenti, lalu dia kembali membalikkan badan kearah Robert.


" Ada apa lagi sobat?" ujar Tania.


" Boleh aku mengantarmu pulang," tanya Robert.


Tania terdiam sejenak, memikirkan tawaran Robert. Namun, belum sempat dia menjawab, tiba-tiba Robert menarik tangan dan menyuruh Tania untuk segera masuk ke dalam Mobil sport miliknya.


Robert terdiam, kemudian dia merogoh kantong Jasnya, lalu dia menghubungi nomor seseorang. Tanpa butuh waktu lama, akhirnya orang itupun langsung mengangkat ponselnya.


" Ada apa Tuan."


" Will, apa kau masih berada di kantor,? tanya Robert.


" Iya tuan, aku masih di kantor."


" Kalau begitu, Mobil Tania yang berada di parkir nanti kau antarkan pulang ke rumahnya," ucap Robert.


" Baik tuan," jawab Will.


Kemudian Robert mematikan sambungan Ponselnya, sambil melihat ke arah Tania.


" Sudah beres, mengenai Mobilmu kau tidak perlu merasa khawatir, nanti Will yang akan mengantarnya ke rumah mu," ucap Robert.

__ADS_1


Kemudian dia masuk ke dalam Mobil, dan melajukan nya dengan kecepatan sedang.


💦💦💦


Tanpa Tania dan Robert sadari. Ternyata Albert sejak tadi melihat obrolan Tania bersama dengan Robert dari balkon yang berada di ruangannya.


Lalu dia mengusap air matanya yang tiba-tiba jatuh tanpa diundang. Albert, sungguh ingin melupakan hubungannya dengan Tania, meski tidak dapat di pungkiri bahwa didalam lubuk hatinya yang paling dalam sebenarnya Ia masih mencintai Tania.


Buktinya, saat melihat kebersamaan Tania dengan Robert hatinya merasa sakit. Apakah Albert cemburu melihat kedekatan Tania dengan Robert?


Memang, Tania dan keluarganya pernah menyakiti hati dan menghina dirinya. Bahkan, Tania sudah memutuskan hubungan mereka saat Albert ingin melamarnya, Namun melupakan orang yang dicintai selama lebih dari dua tahun tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.


Albert tersenyum miris, mengingat penghinaan yang dia dapat saat ingin melamar Tania dahulu, bahkan saat ini masih terngiang di dalam pikirannya perkataan Tania yang memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Namun, kenapa sekarang Tania selalu mendekat padanya, apa karena dirinya sudah menjadi kaya? Atau ada yang lainnya?


Memang, Tania sudah meminta maaf padanya, itu adalah benar. Namun, hati yang sudah terlanjur sakit sangatlah sulit untuk mengobatinya. Apa lagi saat itu Tania dengan sangat lantang memperkenalkan kekasih barunya di hadapan Albert.


Namun, disaat Albert mengingat kembali kenangan dirinya di masa lalu, tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu. Kemudian dia menghela nafas panjang, Lalu dia kembali duduk pada Kursi kebesarannya.


" Masuk," ucap Albert dari dalam.


Sementara Will yang mendengar ucapan Albert dan menyuruhnya untuk masuk, kemudian dia mendorong pintu itu dengan perlahan.


" Ada apa Will, ini sudah menunjukkan Jam Enam sore, apa kau belum pulang," tanya Albert.


" Belum tuan muda, bukankah tadi pagi kau memintaku untuk menyelidiki kejanggalan dalam laporan keuangan perusahaan beberapa bulan lalu, dan sekarang aku sudah mengetahuinya. Ternyata dugaan kita benar, ada seseorang yang memutasi laporan keuangan perusahaan, bahkan dia sudah melakukannya hingga dua kali," ucap Will dengan sangat serius.


" Apa...?" Albert kemudian berdiri dari kursi kebesarannya. Karena sangat terkejut mendengar penuturan Will.


Namun, sejurus kemudian Albert menatap kearah Will dengan sangat tajam, bahkan saat ini wajahnya sudah berubah merah padam. Albert benar-benar marah, bahkan sangat marah.


Will yang sebelumnya tidak pernah melihat Albert marah, diapun sampai mundur beberapa langkah kebelakang.


" Apakah kemarahan tuan Robert dengan tuan Albert sama," batinnya. Yang tiba-tiba bergidik ngeri.


Albert terdiam sesaat, berusaha menenangkan pikiran dan hatinya, dan dia tidak ingin Will melihat sisi buruk dari dirinya.

__ADS_1


__ADS_2