Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 70


__ADS_3

Albert terdiam beberapa saat. Meski sikap Tania sudah berubah, tapi Albert benar-benar belum yakin, sebab dia masih merasa trauma dengan penghianatan Tania terhadap dirinya dulu.


Namun, karena ini adalah permintaan kakeknya, akhirnya diapun mengiyakannya.


" Baiklah Kakek, aku akan menikah dengan Tania," ujar Albert akhirnya.


Tuan Simon tersenyum, saat mendengar Albert menyetujui permintaannya, lalu dia memeluk Albert dengan sangat erat, sambil menepuk punggung Albert.


" Raihlah kebahagiaan mu cucuku, dan segeralah berikan aku malaikat kecil yang sangat menggemaskan," ujar Tuan Simon. Lalu dia melepaskan pelukannya terhadap Albert.


Albert hanya tersenyum masam saat mendengar ucapan kakeknya, lalu dia pamit untuk masuk kedalam kamar.


Namun, saat Albert hendak masuk kedalam kamar, tiba-tiba seseorang memegang pundaknya, dan mau tidak mau diapun menoleh sambil melepaskan tangannya dari knop pintu tersebut.


" Tania, sedang apa kau disini," tanya Albert. Setelah dia membalikkan badan menghadap Tania yang berdiri di belakangnya.

__ADS_1


Tania menunduk, dan langsung bersimpuh di kaki Albert, sambil menitihkan air mata.


Albert tersentak, lalu dia mundur beberapa langkah kebelakang.


" Apa yang kamu lakukan, berdirilah," ucap Albert.


Sedangkan Tania, dia tidak menanggapi ucapan Albert barusan.Ia malah kembali mendekat kearah Albert dan bersimpuh di kakinya.


" Maafkanlah kesalahanku Albert, maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi, dan aku tau kesalahanku itu memang sulit untuk di maafkan, tapi kali ini aku benar-benar sungguh meminta maaf," ujar Tania sambil berderai air mata.


Tanpa terasa, bulir bening mengalir dari sudut kelopak mata Albert. dia tidak menyangka kalau gadis yang dulu membuat hari-harinya terasa menyenangkan akan bersimpuh di kakinya. Kemudian Albert mensejajarkan tubuhnya dengan Tania, lalu dia menggenggam tangan Tania.


Tania langsung memeluk tubuh Albert dengan sangat erat, begitu juga dengan Albert. Kali ini dia membalas pelukan Tania sambil mengusap rambut panjang Tania.


Tanpa mereka sadari, ternyata Robert sejak tadi mendengar pembicaraan antara Tania dan Albert. Iapun merasa sedikit kasihan dengan kisah cinta kakaknya itu. Tapi tidak dapat di pungkiri, bahwa dirinya juga lebih kasihan.

__ADS_1


Bagaimana tidak, baru pertama kali dia membuka hati terhadap wanita yang ternyata itu adalah kekasih kakaknya sendiri. Dan mau tidak mau diapun hanya bisa mengalah, dan mencintai Tania dalam diam.


" Sungguh miris nasib cintaku," batinnya. kemudian dia meninggalkan Tania dan Albert. Lalu dia masuk ke dalam kamarnya.


Di Dalam Kamar Robert.


Tampak dari raut wajah Robert, bahwa sebenarnya dia merasa cemburu melihat kebersamaan Tania dan Albert barusan. Sehingga dia melampiaskannya terhadap minuman beralkohol yang selalu menemani hari-harinya.


" Hanya kau yang selalu setia menemani ku," ucapnya terhadap sebotol minuman yang berada di tangannya. Kemudian Robert mulai meneguk minuman tersebut.


💦💦💦


Sedangkan di depan pintu kamar Albert, tampak Tania sudah mulai merasa cukup tenang, sehingga Albert menyuruhnya untuk segera beristirahat.


" Pergilah ke kamar mu, sampai jumpa besok pagi," ujar Albert.

__ADS_1


Tania hanya mengangguk, kemudian Ia pergi meninggalkan Albert dan masuk kedalam kamarnya.


Begitu juga dengan Albert, iapun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Sebab, hari sudah semakin malam.


__ADS_2