Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 80


__ADS_3

Seminggu setelah pernikahan, Albert dan Tania pun sudah kembali pada kesibukan mereka masing-masing.


Albert kembali bekerja di perusahaan, sedangkan Tania sibuk menjadi ibu rumah tangga yang baik. Seperti sekarang ini Tania sedang belajar masak memasak bersama dengan para koki terkenal di kota itu, yang sengaja Albert sewa khusus untuk mengajari Tania memasak dengan baik.


Sebenarnya Tania sudah sangat pandai memasak. Namun, dia ingin lebih dari itu. Karena memang sebagai seorang istri dia harus di tuntut untuk bisa memasak. Sebab Tania percaya, bahwa dengan menyajikan makanan yang dia masak sendiri akan menambah cinta suaminya terhadap dirinya.


Bukannya Albert tak mampu menyewa pelayan, bahkan sepuluh koki terkenal di kota itupun dia sanggup membayarnya, Tapi istrinya itu tetap bersikukuh untuk belajar memasak, agar Tania bisa memanjakan lidah suaminya dengan masakannya sendiri.


Dengan wajah berseri, Tania pun mulai memperhatikan langkah demi langkah yang koki ajarkan padanya. Dan sepertinya gadis cantik itu memang sangatlah antusias untuk belajar memasak, hingga Albert datang berkunjung pun dia tidak menyadarinya.


Albert memegang pundak Tania dengan sangat lembut dari arah belakang, tapi gadis cantik itu tak merespon sama sekali, bahkan dia menepis tangan itu karena dia tidak ingin kehilangan fokus sama sekali dengan masakan yang berada di hadapannya.


" T... Tuan muda," panggil koki itu seraya membungkuk hormat.


Mendengar panggilan koki itu, Tania mengerutkan kening.

__ADS_1


" Tuan muda...!" batin Tania.


Lalu diapun membalikkan badan, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Albert sudah berdiri di hadapannya.


" Sejak kapan kau berada di sini?" tanya Tania seraya menghampiri Albert. Kemudian dia tersenyum manis sambil mengalungkan tangan dileher suaminya dengan sangat manja.


Albert tersenyum. Kemudian dia membisikkan sesuatu ditelinga Tania.


" Aku kangen," bisiknya.


" Oh... rupanya ini sudah waktunya makan siang, pantas saja kau sudah berada di sini," jawab Tania sekenanya.


Kemudian diapun bertanya kepada Albert, apakah pekerjaannya di kantor sudah selesai? hingga membuat Albert datang menemuinya.


Albert terdiam sesaat, kemudian dia menatap kearah manik mata istrinya dengan sangat dalam. Sebab, Ia merasa setelah Tania memutuskan untuk berhenti menjadi sekretarisnya di kantor, Ia merasa sangat kesepian. Karena tidak bisa bermanja-manja dengan Tania jika telah tiba waktunya istirahat.

__ADS_1


" Sudahlah Tania, untuk apa semua ini. Bukankah aku sanggup membayar pelayan untuk mengerjakan semua tugas ini, lagi pula sudah ada bi Ojah dan pelayan Eric di Mension. jadi kau tidak perlu bersusah payah untuk melakukannya. Dan satu hal lagi, kau hanya perlu melayaniku di atas ranjang. Itu sudah lebih dari cukup," ujar Albert.


Sedangkan Tania, gadis cantik itu hanya bisa diam membisu di tempat. Dan dia tidak menyangka kalau keputusannya keluar dari perusahaan dan menjadi istri yang baik akan membuat suaminya merasa kesepian.


" Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan?" batin Tania. Lalu dia pun duduk di atas kursi. Dan sekarang pikirkannya sudah melayang kemana-mana.


Di satu sisi Ia sangat ingin menjadi istri yang baik, dengan melayani semua kebutuhan suaminya termasuk bisa memasak makanan kesukaan Albert. Tapi, jika keadaannya begini membuat Tania merasa bingung sendiri.


Albert yang melihat istrinya hanya diam saja, membuat dirinya merasa tidak enak dengan ucapannya tadi. Lalu diapun menarik Tania kedalam pelukannya.


" Maafkan aku, aku tidak bermaksud melarangmu untuk melakukan semua ini, dan aku hanya ingin membuat mu merasa bahagia tanpa terbebani dengan urusan dapur, itu saja," ucap Albert.


Lagi-lagi Tania tidak mengucapkan sepatah katapun, dia hanya menikmati pelukan hangat dari suaminya. Dan sesuatu yang ditakutkan oleh para istri pun sempat terlintas di dalam pikirannya. Hingga membuat dia menatap wajah tampan Albert dengan sangat lekat.


" Tidak, ini tidak boleh terjadi! Albert adalah milikku. Dan akan selalu menjadi milikku selamanya," batin Tania.

__ADS_1


Kemudian diapun membalas pelukan Albert dengan sangat erat.


__ADS_2