Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 84


__ADS_3

Selesai sarapan pagi, Albert pamit pergi ke kantor. Sedangkan Tania, gadis cantik itu minta izin pada suaminya kalau dia akan pergi ke Mall untuk membeli keperluan dapur, dan setelah nanti selesai berbelanja barulah dia pergi menyusul Albert ke kantor.


" Apakah kau mengizinkan aku pergi ke Mall terlebih dahulu suamiku," tanya Tania.


Albert menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tidak tau apa yang harus Ia katakan, karena sebenarnya Albert merasa berat untuk mengizinkan Tania pergi ke Mall sendirian.


Namun, karena Tania pergi ke Mall di temani oleh si Botak akhirnya Albert pun mengizinkan. Dengan catatan Botak selalu berada di samping Tania dan tidak akan meninggalkannya walau hanya sedetik.


" Maafkan aku yang tidak bisa menemani dirimu, karena meeting kali ini benar-benar tidak bisa di wakilkan," ujar Albert sambil mencium kening istrinya.


" Tidak apa-apa suamiku, lagi pula aku tidak sendiri. Bukankah ada bodyguard Botak yang menemani ku," jawab Tania. Kemudian Tania meraih tangan Albert dan menciumnya. Lalu dia pamit pada Albert.


" Hati-hati dijalan," ucap Albert.


" Baiklah, aku akan hati-hati," jawab Tania seraya tersenyum manis kearah Albert.


Kemudian Albert mendekat ke arah Botak, lalu Ia memperingatkan Botak agar tidak terlalu ngebut dalam mengemudikan mobilnya.


" Baik Tuan muda," jawab Botak sambil menunduk dengan hormat.

__ADS_1


Lalu dia mulai berjalan menuju mobil yang sudah ada Tania di dalamnya.


Setelah Mobil Tania keluar dari gerbang Mension, Albert merasa pikirannya tidak tenang, Ia merasa seolah akan terjadi sesuatu dengan Tania.


Namun, pikiran buruknya itu segera ia tepis, mengingat Tania pergi bersama dengan Botak.


" Tania akan aman bersama dengan Botak," batin Albert.


Kemudian dia dan Will juga keluar dari dalam Mension menuju kafe B tempat mereka melakukan meeting dengan salah satu klien terpenting di perusahaan Bridam.


💦💦💦


" Botak aku turun disini saja," ujar Tania.


" Tapi Nona," jawab Botak.


" Sudahlah Botak, nanti kau susul saja aku di dalam, karena aku tidak ingin terlalu jauh berjalan kaki," ucap Tania mencari alasan.


Sebab apa yang dikatakan olehnya itu memang benar. Tapi Botak, Ia masih merasa berat membiarkan Nona mudanya itu pergi sendiri. Sebab, pesan Albert masih terngiang di dalam pikirannya.

__ADS_1


Namun, pada akhirnya Botak mengalah dan mengizinkan Tania turun dari dalam mobil dengan catatan Tania harus menunggunya di depan pintu masuk Mall.


" Baiklah," jawab Tania. Kemudian iapun turun dari dalam mobil.


Dalam hati, Tania merasa sangat bahagia karena Albert sekarang benar-benar sangat menjaga dirinya. Lalu dia berjalan perlahan menuju kursi yang tersedia di depan Mall dan menunggu kedatangan Botak di sana.


Dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, akhirnya Botak pun datang.


Sedangkan Tania yang melihat kedatangan Botak iapun langsung masuk ke dalam Mall dan melakukan aktifitas belanja kebutuhan dapur.


Namun, tanpa dia sadari ternyata sejak tadi sepasang mata telah mengawasi dirinya dan menunggu waktu yang tepat untuk menculiknya. Tapi karena Botak selalu berada di samping Tania membuat para penjahat itu cukup kesulitan.


Tapi mereka tidak pernah putus asa, karena mereka yakin akan ada waktu yang tepat untuk menculik Tania.


Seperti sekarang ini, saat Tania sudah selesai berbelanja Ia pamit pada Botak untuk pergi ke kamar mandi.


💦💦💦


Maaf author lama update, di karenakan author sedang sakit.🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2